Meriem Meisyaroh Syamson
Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Kecemasan Lansia Tentang Penularan Corona Virus Disease (Covid 19) Meriem Meisyaroh Syamson; Abd Hayat Fattah; Sulkifli Nurdin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.576

Abstract

Introduction; the age factor and lack of knowledge can be a cause of anxiety and worry, excessive fear that disturbs and reduces the immunity of the human body so that it is very susceptible to exposure or catching COVID-19. Destination; know the effect of health education on elderly anxiety about the transmission of the coronavirus disease (covid 19). Method; using a quasi-experimental research design, namely one group pretest-posttest, which is to determine the effect of elderly anxiety on the transmission of Corona Virus Disease (COVID 19) before and after counseling. Result; that there is a significant difference between anxiety about Covid-19 transmission before and after education and there is an effect of health education on family anxiety p (0.013). Conclusion; that there is a significant difference in the frequency of anxiety about COVID-19 before intervention and after the health education intervention
Pengaruh Promosi Kesehatan Menstrual Hygiene Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Menstruasi Awal Meriem Meisyaroh Syamson; Murtini Murtini; Rostini M
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.700

Abstract

Introduction personal hygiene behavior during menstruation is a very important thing to do in ensuring the health of the organs of adolescent girls both physically and mentally. Aim to know the effect of menstrual hygiene health promotion on the knowledge and attitude of early menstrual adolescents. Method Quantitative research uses Pre-Experiments with the design of one group Pretest-posttest design, with purposive sampling with the Wilcoxon Test. Results the findings of the study showed the knowledge and attitudes of adolescent girls after being given health promotion increased and had a good impact on adolescents about menstrual hygiene. Conclusions that there is an effect of menstrual hygiene health promotion on the knowledge and attitude of early menstrual adolescents.
Analisis efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata linn) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus Meriem Meisyaroh Syamson; Abd Hayat Fakta
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.4321

Abstract

Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar in patients with diabetes mellitus Background: Diabetes Mellitus can also cause kidney failure with a mortality rate of 30%. Preventing the deadly complications of DM requires controlling blood sugar levels. The need for insulin can be adjusted with the control of blood sugar. Diabetes mellitus therapy has been carried out in various ways, either by administering insulin or using commercially available anti-diabetic drugs, known as synthetic drugs. Therapy using synthetic drugs costs a lot and causes side effects. Side effects include bloating and diarrhea. Other side effects that can be caused are an increased risk of myocardial infarction and an increased risk of cardiovascular side effects. The use of traditional medicine in Indonesia itself has begun to be in great demand from the layman to the intellectuals. Therefore, it is important to conduct scientific tests on the ability of plants as traditional medicines that are often used in medicine.Purpose: To know the effectiveness of Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar in patients with diabetes mellitusMethod: A quantitative study, using the Quasy Experiment Pre Test method, current blood sugar levels, and post-test blood sugar levels after the intervention (oral steeping of soursop leaves). The stages include: collecting data, preparing materials, conducting interviews, checking blood sugar (blood glucose) levels, and the act of giving soursop leaf boiled water by brewing and consuming it orally.Results: A decrease in blood sugar levels is a correlation/relationship between the use of soursop leaves (Annona Muricata Linn) on decreasing blood sugar levels with a significant value of 0.007 (α < 0.05). The results of the paired t-test analysis showed that there was the effectiveness of the use of soursop leaves (Annona Muricata Linn) on reducing blood sugar levels with a p-value of 0.000 (α <0.05) and the value of t count (8.164) > t table was 2.093 so it can be concluded H0 rejected and Ha accepted.Conclusion : There is an effect of Soursop leaf (Annona Muricata Linn) on blood sugar and in patients with diabetes mellitusKeywords: Soursop leaf (Annona Muricata Linn); Blood sugar; Patients; Diabetes mellitusPendahuluan: Diabetes Mellitus juga dapat menyebabkan gagal ginjal dengan angka kematian sebesar 30%. Mencegah terjadinya komplikasi mematikan dari DM diperlukan kontrol kadar gula darah. Kebutuhan insulin dapat disesuaikan dengan adanya kontrol gula darah. Terapi diabetes melitus telah dilakukan dengan berbagai cara, baik pemberian insulin maupun menggunakan obat - obat anti diabetes yang dijual secara komersial, atau yang dikenal sebagai obat sintetis. Terapi dengan menggunakan obat sintetis memerlukan biaya yang tidak sedikit dan menimbulkan efek samping. Efek samping yang ditimbulkan diantaranya adalah kembung dan diare. Efek samping lain yang dapat ditimbulkan terjadinya peningkatan resiko infraksi miokardial dan peningkatan resiko efek samping kardiovaskular. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia sendiri sudah mulai banyak diminati mulai dari kalangan awam hingga kalangan intelektual. Oleh karena itu, penting dilakukan uji secara ilmiah mengenai kemampuan tumbuh-tumbuhan sebagai obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.Metode: Penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode Quasy Experiment Pre Test, kadar gula darah saat ini, dan post test kadar gula darah setelah intervensi (seduhan oral daun sirsak). Tahapan tersebut antara lain: pengumpulan data, penyiapan bahan, melakukan wawancara, pengecekan kadar gula darah (glukosa darah), dan tindakan pemberian air rebusan daun sirsak dengan cara diseduh dan dikonsumsi secara oral.Hasil: Ada korelasi/hubungan penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah dengan nilai signifikan sebesar 0,007 (α < 0,05 ). Hasil analisis paired t test menunjukan bahwa terdapat efektifitas penggunaan daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap penurunan kadar gula darah dengan nilai p value 0.000 (α<0,05) dan nilai t hitung (8,164) > t table adalah 2,093 sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima.Simpulan : Ada pengaruh daun sirsak (Annona Muricata Linn) terhadap kadar gula darah dan pada penderita diabetes mellitus
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Kecemasan Lansia Tentang Penularan Corona Virus Disease (Covid 19) Meriem Meisyaroh Syamson; Abd Hayat Fattah; Sulkifli Nurdin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.576

Abstract

Introduction; the age factor and lack of knowledge can be a cause of anxiety and worry, excessive fear that disturbs and reduces the immunity of the human body so that it is very susceptible to exposure or catching COVID-19. Destination; know the effect of health education on elderly anxiety about the transmission of the coronavirus disease (covid 19). Method; using a quasi-experimental research design, namely one group pretest-posttest, which is to determine the effect of elderly anxiety on the transmission of Corona Virus Disease (COVID 19) before and after counseling. Result; that there is a significant difference between anxiety about Covid-19 transmission before and after education and there is an effect of health education on family anxiety p (0.013). Conclusion; that there is a significant difference in the frequency of anxiety about COVID-19 before intervention and after the health education intervention
Pengaruh Promosi Kesehatan Menstrual Hygiene Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Menstruasi Awal Meriem Meisyaroh Syamson; Murtini Murtini; Rostini M
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.700

Abstract

Introduction personal hygiene behavior during menstruation is a very important thing to do in ensuring the health of the organs of adolescent girls both physically and mentally. Aim to know the effect of menstrual hygiene health promotion on the knowledge and attitude of early menstrual adolescents. Method Quantitative research uses Pre-Experiments with the design of one group Pretest-posttest design, with purposive sampling with the Wilcoxon Test. Results the findings of the study showed the knowledge and attitudes of adolescent girls after being given health promotion increased and had a good impact on adolescents about menstrual hygiene. Conclusions that there is an effect of menstrual hygiene health promotion on the knowledge and attitude of early menstrual adolescents.
Edukasi kesehatan berbasis influencer media sosial untuk meningkatkan perilaku pencegahan infeksi saluran reproduksi pada remaja Meriem Meisyaroh Syamson; Nasrayanti Nurdin; Cakrawardi Syawal; Faridah Faridah; Handayani Handayani
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 5 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i5.3613

Abstract

Background: Reproductive tract infections (RTIs) are a health issue among adolescents that warrants attention due to their potential long-term impact on reproductive health. Limited knowledge, a lack of access to accurate information, and the strong influence of social media on adolescent behavior serve as key reasons for conducting this community service activity. Purpose: To improve adolescents' knowledge and preventive behaviors regarding reproductive tract infections through health education facilitated by social media influencers. Method: This community service activity employed a participatory, social media-based educational approach and was conducted at SMP 1 Watang Pulu, Sidenreng Rappang Regency, on May 18, 2026. The activity involved 50 female students as participants and two local influencers as facilitators. The goal was to foster an understanding of RTI prevention, particularly among adolescents who are highly engaged with digital and social media. Evaluation was carried out through simple Q&A sessions, observation of participant engagement during discussions, and feedback regarding the presented material and social media content. Descriptive evaluation results were used to assess the extent to which the educational activity improved adolescents' knowledge regarding RTI prevention. Results: The results demonstrated an improved understanding among adolescents regarding the importance of maintaining reproductive health, as well as heightened awareness of the need to adopt behaviors that prevent reproductive tract infections. Improvements in knowledge covered the definition of reproductive tract infections, risk factors, warning signs and symptoms, and the consequences of the excessive use of reproductive hygiene products. Participants also demonstrated awareness regarding the adoption of clean and healthy living practices related to reproductive health. Conclusion: Educational activities combining direct outreach, interactive discussions, and digital campaigns involving influencers proved effective in enhancing adolescents' knowledge of reproductive health. Delivering information through an adaptive and engaging approach leveraging local social media influencers fostered awareness among the adolescent community regarding the adoption of behaviors to prevent reproductive tract infections (RTIs) in their daily lives. The involvement of local social media influencers serves as a highly relevant health promotion strategy for shaping community character and encouraging healthy lifestyles. Suggestion: Adolescent reproductive health education initiatives should be conducted regularly and sustainably by fostering strong synergy among schools, families, communities, and healthcare professionals. Local social media influencers participating in health promotion programs should receive health-related briefings to ensure that the digital content they produce is not only well-received by the public but also aligns with ethical standards and health principles. Keywords: Adolescents; Influencers; Preventive behaviour; Reproductive tract infections; Social media Pendahuluan: Infeksi saluran reproduksi merupakan salah satu masalah kesehatan remaja yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan reproduksi jangka panjang. Rendahnya pengetahuan, kurangnya akses informasi yang benar, serta kuatnya pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja menjadi alasan penting dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan infeksi saluran reproduksi pada remaja melalui edukasi kesehatan berbasis influencer media sosial. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukasi partisipatif berbasis media sosial yang dilaksanakan di sekolah SMP 1 Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang pada tanggal 18 Mei 2026. Melibatkan 50 siswi untuk menjadi partisipan dan 2 orang influencer lokal untuk menjadi fasilitator kegiatan. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pencegahan infeksi saluran reproduksi khususnya pada remaja yang memiliki kedekatan tinggi dengan media digital atau media sosial. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab sederhana, observasi keaktifan peserta saat diskusi, serta tanggapan peserta terhadap materi dan konten media sosial yang disampaikan. Hasil evaluasi deskriptif digunakan untuk melihat sejauh mana kegiatan edukasi mampu meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan infeksi saluran reproduksi. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta meningkatnya kesadaran untuk menerapkan perilaku pencegahan infeksi saluran reproduksi. Peningkatan aspek pengetahuan meliputi pengertian infeksi saluran reproduksi, faktor risiko terjadinya infeksi saluran reproduksi, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, dan dampak dari penggunaan produk pembersih organ reproduksi secara berlebihan. Menunjukkan kesadaran tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat terkait kesehatan reproduksi. Simpulan: Kegiatan edukasi menggabungkan penyuluhan langsung, diskusi interaktif, dan kampanye digital melalui keterlibatan influencer terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Penyampaian informasi melalui pendekatan yang adaptif dan menarik melalui influencer media sosial lokal menumbuhkan kesadaran komunitas remaja untuk menerapkan perilaku pencegahan infeksi saluran reproduksi (ISR) dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan influencer media sosial lokal menjadi strategi promosi kesehatan yang sangat relevan dalam membangun karakter masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Saran: Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi remaja sebaiknya dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan dengan membangun sinergi yang kuat antara pihak sekolah, keluarga, komunitas, serta tenaga kesehatan. Influencer media sosial lokal yang dilibatkan dalam program promosi kesehatan perlu diberikan pembekalan tentang kesehatan agar konten digital yang diproduksi semakin mudah untuk diterima masyarakat tetap sesuai etika dan prinsip kesehatan.