Cornelis Novianus
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Karakteristik dan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Umur 1112 Tahun di Sekolah Dasar Negeri Terpilih Wilayah Kerja Puskesmas Taktakan Kota Serang Cornelis Novianus
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.876 KB)

Abstract

Relationships Characteristics and Cariogenic Food Consumption Behavior With Dental Caries Incidence at Students Aged 1112 Years Selected The State Elementary School In The Puskesmas Taktakan Working Area Serang City 2015Introduction. Dental caries is one of the teeth and mouth disease that many experienced particularly byprimary school children. The incidence of dental caries in children is measured through Decayed,Missing, Filled Teeth (DMFT) index. Dental cariesis closely related to elementary school children in thehabit cariogenic foods consumption. In Serang City, the number of students who suffer from dental carieshighest in the Puskesmas Taktakan working area. Objective. This study aimed to determine the relationship of students characteristics and cariogenic foodconsumption behavior with dental caries incidence. Including characteristics (gender, pocket money,salivary pH), student behavior (knowledge, attitude, cariogenic food consumption, tooth brushing habit,tooth brushing method) Methods. This research was conducted with a quantitative approach to the cross sectional design. The population of the study were students aged 1112 yers from the State Elementar Scholl in The PuskesmasTaktakan area, Serang City. The sample selected by cluster random sampling techniques were 140students. Results. The variable that have significant relationship with the dental caries incidence are pocketmoney, attitude, cariogenic food consumption, tooth brushing habits, tooth brushing method. Meanwhile,variables that do not have a significant relationship with the dental caries is incidence is knowledge,gender, salivary pH. The most dominant factor is cariogenic food consumption variable associated withthe dental caries incidence.Conclusion. Foods that are cariogenic can damage the students teeth, so students are not eatingcariogenic food and can bring food that is not too sweet and sticky, if students who want to eat sweet andsticky foods should find the right time to eat and immediately brushed teeth because cariogenic foods can become acidic within 2030 minutes. 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tindakan Pencegahan Gangguan Fungsional Pernapasan pada UMKM Pengrajin Mebel Cornelis Novianus; Awaluddin Hidayat Ramli Inaku; Haris Muzakir
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.183 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4854

Abstract

ABSTRAK Industri mebel khususnya pada tahapan produksi mebel mempunyai risiko terhadap kesehatan pekerja yang cukup besar berupa debu kayu yang merupakan partikulat dapat menyebabkan gangguan fungsional saluran pernapasan bagian atas dan bawah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan pada pengrajin UMKM Mebel di Jakarta Timur. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Jakarta Timur dengan fokus penelitian terhadap pekerja di sektor informal yaitu UMKM pengrajin mebel dengan variabel independent yang diteliti adalah variabel pengetahuan, variabel sikap, variabel karakteristik (umur, masa kerja, pendidikan) dan variabel dependen yaitu variabel tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, alat pengumpulan data penelitian menggunakan lembar kuesioner yang berisi pertanyaan variabel yang akan diteliti dan Pengambilan sampel dengan teknik proposional random sampling berdasarkan wilayah Kecamatan yang ada di Jakarta Timur dengan jumlah sampel yang didapat 107 pengrajin pada UMKM mebel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian univariat dan bivariat didapatkan variabel tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan yang dilakukan pengrajin UMKM mebel adalah baik, yaitu sebanyak 63 orang (58,9%), variabel pengetahuan pengrajin UMKM mebel adalah tinggi, yaitu sebanyak 78 orang (72,9%) dengan p value 0,014, variabel sikap pengrajin UMKM mebel adalah positif, yaitu sebanyak 57 orang (53,3%) dengan p value 0,019, variabel umur pengrajin UMKM mebel adalah > 31 tahun, yaitu sebanyak 55 orang (51,4%) dengan p value 0,220, variabel masa kerja pengrajin UMKM mebel adalah > 5 tahun dengan, yaitu sebanyak 62 orang (57,9%) p value 0,999, variabel besar pendidikan pengrajin UMKM mebel adalah pendidikan rendah, yaitu sebanyak 66 orang (61,7%) dengan p value 0,030. Kesimpulan penelitian ini sebagian besar pengrajin UMKM mebel dari segi pengetahuan, sikap, pendidikan dan tindakannya dalam pencegahan gangguan fungsional pernapasan sudah cukup baik. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, pengrajin mebel, tindakan pencegahan gangguan pernapasan.