Hidayati Hidayati
Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Merokok Masyarakat Di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat Hidayati Hidayati; Bambang Setiaji
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.746 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2496

Abstract

Pada tahun 2016, Provinsi Jawa Barat dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI menjadi salah satu darisembilan provinsi untuk program prioritas Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).Dari 12 indikator PIS-PK, indikator ke-9, yaitu anggota keluarga tidak ada yang merokok, merupakanindikator cakupan terendah di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat, yaitu sebesar 25,58%.Melihat hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam perilaku merokok di KecamatanCiampea. Penelitian ini menggunakan desain analisis kualitatif dan dilakukan pada bulan Oktober danNovember 2016. Dengan cara purposive sampling, informan yang terpilih adalah 4 orang anggota rumahtangga (ART), 6 orang tokoh masyarakat, 5 orang kader kesehatan, 3 orang bidan desa, 2 orang petugasPuskesmas, dan 2 orang Kepala Puskesmas. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dandiskusi kelompok terarah (Foccus Group Discussion/FGD). Analisis data dalam penelitian ini terdiri darireduksi data, penyajian data, penyusunan kesimpulan. Merokok merupakan hal yang lumrah dilakukandi Kecamatan Ciampea. Sebagian besar dari mereka merupakan perokok sosial. Mereka merokok ketikasedang berkumpul dengan lingkungan sekitarnya. Walaupun demikian, mereka telah mengetahui bahwaterdapat peraturan terkait dengan larangan merokok.Warga Kecamatan Ciampea juga telah menyadaribahwa merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti terserang penyakit terkait pernapasan. Disamping itu, mereka pun memahami bahwa merokok membawa pengaruh buruk bagi keadaan ekonomimereka. Merokok merupakan kebiasaan sehari-hari warga di Kecamatan Ciampea walaupun mereka telahmengetahui larangan untuk merokok dan dampak buruknya.
Pendidikan Kesehatan Terintegrasi di Desa Anggadita Kabupaten Karawang Hidayati Hidayati; Lelly Qadariah; Arovah Widiani
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.737 KB) | DOI: 10.29405/solma.v8i1.2825

Abstract

Pendidikan kesehatan menurut pengertiannya adalah sekumpulan pengalaman yang mendukung kebiasaan sikap dan pengetahuan yang berhubungan dengan kesehatan individu dan masyarakat. Pendidikan kesehatan terintegrasi di lakukan untuk meleburkan lapisan sosial masyarakat yang terdiri dari kelompok umur yang berbeda dengan metode dan teknik yang berbeda pula. Kegiatan Pendidikan kesehatan terintegrasi di Desa Anggadita dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan untuk kelompok umur dewasa dan lansia melalui pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan gula darah sewaktu serta penyampaian informasi terkait pencegahan penyakit hipertensi dan diabetes. Sedangkan untuk kelompok usia sekolah (Sekolah Dasar) dilakukan pelatihan kader kesehatan melalui pelatihan dokter cilik. Pendidikan kesehatan ditujukan agar masyarakat Desa Anggadita sadar, mau, mampu dan menjadi mandiri untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada diri sendiri, keluarga maupun masyarakat di Desa Anggadita. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan Terintegrasi, Pemeriksaan kesehatan, Pemberian Informasi, Pelatihan. Abstract Health education according to its understanding is a set of experiences that support attitudes and knowledge related to the health of individuals and society. Integrated health education is carried out to merge social layers consisting of different groups with different methods and techniques. Educational activities in Anggadita Village were carried out with health checks for the adult and elderly groups through blood pressure checks and blood sugar checks as well as the delivery of information related to prevention of hypertension and diabetes. For elementary schools, gait trainingdokter cilik for students. Health education is intended so that the people of Anggadita are aware, willing, capable and independent to overcome health problems that occur in themselves, their families or communities in the village of Anggadita. Keywords: Health Education, Integrated Health Education, Health Screening, Information Giving, Training.