Indri Paramithasari
STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Persentase Bagi Hasil Terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah Tabungan Deposito Sajadah di BMT NU Cabang Bangkalan Indri Paramithasari; Mudhoafatul Hasanah
Journal of Economic and Islamic Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/journalofeconomicandislamicresearch.v2i2.118

Abstract

Lembaga keuangan BMT dan lembaga keuangan lainnya menghadapi persaingan yang ketat. Oleh karena itu, strategi diperlukan untuk mengelola dan mencapai tujuan. Oleh karena itu, diperlukan manajemen BMT untuk senantiasa beradaptasi dalam menjawab tantangan dan fokus pada konsep pemasaran (berorientasi pasar) dan strategi pemasaran yang tepat agar mampu menjaring sebanyak mungkin pasar atau anggota guna meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui apakah ada pengaruh persentase bagi hasil terhadap peningktan jumlah nasabah pada deposito di BMT NU. Serta Untuk mengetahui bagaimana pengaruh persentase bagi hasil terhadap peningkatan jumlah nasabah pada deposito di BMT NU. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan menggunakan metode non probability Sampling dalam menentukan sampel menggunakan sampel jenuh, karena jumlah responden kurang dari 59 reponden.. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hiotesis penelitian yaitu menggunkan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini adalah yang pertama hasil uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 8,951 lebih besar dari pada T tabel denga nilai 2,002, sedangakan nilai signifikannya sebesar 0,000 lebih kecil dari pada 0,05. Artinya terdapat hubungan pengaruh signifikan antara persentase bagi hasil (X) terhadap peningkatan jumlah nasabah (Y) pada Tabungan Deposito Sajadah di BMT NU Cabang Bangkalan. Sedangkan nilai koefisien R square sebesar 0,584 ada hubungan pengaruh antara persentase bagi hasil (X) terhadap peningkatan jumlah nasabah (Y) dengan nilai sebesar 58,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diketahui. Kedua Hubungan Presentase Bagi Hasil Terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah Tabungan Deposito Sajadah di BMT NU Cabang Bangkalan, sangat mempengaruhi minat nasabah atau masyarakat untuk menabung atau melakukan investasi dan lain sebagainya dalam sebuat lembaga, Jadi sebuah lembaga harus menyediakan produk-produk atau  bagi hasil yang akan membuat masyarakat tertarik untuk melakukan transaksi terhadap lembaga tersebut.
Wakalah Contract on Delivery Services: A Comparative Study Wiam Milayanti; Indri Paramithasari
JOURNAL OF SHARIA ECONOMICS Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Al Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/jse.v3i2.234

Abstract

The purpose of this research was to determine the use of wakalah contracts on Citilink and Pos Indonesia delivery services and to determine the advantages and disadvantages of Citilink and Pos Indonesia delivery services. This research used a qualitative approach and combines secondary data, interviews, observations and documents. The results of this research indicated that the wakalah contracts that exist at Citilink and Pos Indonesia were the same but the comparison was in the service or when doing this wakalah contract Citilink cannot transact directly because Citilink is located in a city not in a village, while Pos Indonesia can serve and transact directly because Pos Indonesia already exists in every sub-district. Citilink's advantages included more punctuality, guaranteed service and security, solutions for geographical differences between regions. While Pos Indonesia, including PT Pos Indonesia, was more trusted than similar products that provided services such as those that can be provided by Pos Indonesia, wider area coverage, domestic shipping rates and uniform operating hours longer, excellent service. The disadvantage of Citilink was that it costs more. While Pos Indonesia, including PT Pos Indonesia, was still less well-known compared to other shipping services because of the views of the people of Pos Indonesia, it can only serve mail delivery services, delivery of destination packages in the village, the delivery system for goods was different between in Villages and Cities.