This Author published in this journals
All Journal Humaniora
. Sudiro
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Legenda dan Religi sebagai Media Integrasi Bangsa . Sudiro
Humaniora Vol 13, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.879 KB) | DOI: 10.22146/jh.715

Abstract

Tengger adalah suatu daerah pegunungan dengan puncak-puncak Gunung Bromo, Gunung Widodaren, Gunung Batok, dan Gunung Ider-Ider, yang terletak pada empat daerah kabupaten: Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Gunung Bromo adalah gunung yang dianggap suci bagi masyarakat Tengger karena merupakan lambang tempat Dewa Brahma, tempat wisata terkenal di Jawa Timur yang dapat ditempuh lewat empat kabupaten tersebut. Kawasan Tengger, dengan masyarakat adat yang kuat dan kuatnya pula kepercayaan kepada Dewa tertinggi (Hyang Widiwasa), dapat menggambarkan masih berlakunya alam kosmogoni. Setiap desa mempunyai seorang dukun dan semua dukun di kawasan Tengger dipimpin oleh koordinator dukun (Sudjai) dari Desa Ngadisari. Para dukun itulah yang berperan sebagai pelestari adat di Tengger, memimpin segala upacara adat (kecuali upacara Sayud atau tujuh bulan kandungan oleh petugas tersendiri), dan penghubung antara masyarakat Tengger dengan Hyang Widi.Masyarakat Tengger yang lingkungannya berupa gunung-gunung, gua, laut-pasir, dan desa yang sebagian terpencil masih sangat akrab dengan alam, dewa, kepercayaan mitos dan simbol-simbol.Adapun simbol selain sebagai penggambaran spiritual masyarakatnya, juga menunjukkan kontinuitas antara struktur keberadaan manusia dengan struktur kosmis.