- Sudjijo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Batang Bawah dan Batang Atas terhadap Pertumbuhan Durian Monthong, Hepe, dan DCK-01 Sudjijo, -
Jurnal Hortikultura Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Sumani, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, mulaibulan Februari sampai dengan Oktober 2007. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sambung pucuk dariberbagai ukuran batang bawah dengan 3 varietas batang atas durian. Perlakuan terdiri dari berbagai ukuran diameterbatang bawah, yaitu ukuran kecil (KCL= 0,35-0,40 cm), sedang (SDN= 0,45-50 cm), dan besar (BSR= 0,55-60cm). Varietas lokal DCK-01 digunakan sebagai batang bawah, selanjutnya batang bawah tersebut disambung denganmenggunakan batang atas Monthong (MNT), Hepe (HP), dan DCK-01. Batang bawah berasal dari semaian biji durianlokal DCK-01 yang berumur 2 bulan, sedangkan batang atas berasal dari pucuk durian varietas Monthong dan Hepeyang berasal dari koleksi plasma nutfah Balitbu Tropika. Rancangan percobaan menggunakan acak kelompok dengan3 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman. Parameter yang diamati meliputi ukuran diameter sambungan,jumlah tunas yang keluar, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah daun dalam tunas, dan bobot kering akar. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa varietas lokal DCK-01 ukuran sedang (0,45-0,55 cm) dan ukuran besar (0,55-0,60cm) dapat dipergunakan sebagai batang bawah dalam penyambungan dengan batang atas varietas Monthong, Hepe,dan DCK-01. Kompatibilitas penyambungan terbaik terjadi antara batang bawah DCK-01 ukuran besar (0,55-0,60cm) dengan batang atas Hepe menghasilkan diameter sambungan 1,00 cm, jumlah tunas 2,93, tinggi tanaman 32,07cm. Hasil penelitian ini bermanfaat dalam upaya perbaikan sistem perbenihan tanaman durian.ABSTRACT. Sudjijo. 2009. The Influence of Rootstok Sizes on the Growth of Scion Monthong, Hepe, andDCK-01 Durian Varieties. The research was conducted at Sumani experimental field of ITFRI from February toOctober 2007. The objective of this research was to know the influence of rootstock diameter sizes on the growth ofscion of 3 durian varieties. The treatments consist of several diameter sizes of rootstock namely of small sizes 0.35-0.40 cm, medium 0.45-0.50 cm, and big 0.55-0.60 cm. Local variety of DCK-01 was used as rootstock. The rootstockswas grafted on scion of DCK-01, Hepe (HP), and Monthong (MNT). The rootstocks were originally from 2 monthseedlings of local variety DCK-01 meanwhile scions were from germplasm collection of ITFRI. Randomized blockdesign with 3 replications was used in this research, hence, there were 10 plants in each treatments. The parametersobserved were grafting diameter, bud break number, flush number, leaves number, plant height, leaves numberon flush, and root dry weight. The results showed that medium and big diameter size of local variety DCK-01 couldbe used as rootstock on the grafting with Monthong, Hepe, and DCK-01 scion. The best compatibility of graftingwas showed by big diameter size of DCK-01 rootstock (0.55-0.60 cm) on Hepe scion, with grafted diameter 1.00cm, number of flush 2.93 and height of plant 32.07 cm. This research was useful for improving the availability ofdurian seedling.
Karakterisasi dan Evaluasi Beberapa Aksesi Tanaman Salak Sudjijo, -
Jurnal Hortikultura Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Salak merupakan salah satu jenis buah tropika asli Indonesia yang digemari masyarakat karena rasa daging buahnya khas. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan karakteristik unggul beberapa aksesi tanaman salak yang digunakan sebagai tetua terpilih dalam perakitan varietas unggul baru. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sumani, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, dari bulan November 2006 sampai Juni 2007 menggunakan rancangan acak kelompok dengan 8 aksesi salak sebagai perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tanaman menghasilkan bunga sempurna mandul. Tanaman salak indigenous Sumatera (SSDM-05 dan SSDP-06) menghasilkan buah dengan rasa manis kelat. Tidak ada aksesi tanaman yang menghasilkan buah ukuran besar (>61 g), sedangkan 4 nomor aksesi (SNJK-01, SPHK-03, SPHP-04, dan SSMT-07) menghasilkan buah dengan rasa manis. Dua aksesi (SPHP-04 dan SSMT-07) menghasilkan buah yang bersifat masir. Aksesi SPHP-04 berpeluang dikembangkan sebagai tetua terpilih, karena menghasilkan buah/dompol paling banyak (22 buah), rasa manis (PTT 16,77o Brix), bersifat masir, dan warna daging buah krem menarik.ABSTRACT. Sudjijo. 2008. Characterization and Evaluation of Several Accessions of Salacca edulis. Salacca is one of tropical fruits that was native of Indonesia and preferred by consumers due to the specific fruit flesh taste. The objective of the research was to obtain superior characteristics of salacca accessions potentially for parent lines in breeding programe of new superior varieties. The research was conducted at the Sumani Experimental Garden of Indonesian Tropical Fruits Research Institute from November 2006 to June 2007 using randomized block design with 8 salacca accessions as the treatments and 3 replications. The results showed that all the plants produced sterile hermaphrodite flowers. Indigenous accessions from Sumatera (SSDM-01 and SSDP-06) produced fruit with sweet and astringent, while accessions (SNJK-01, SPHK-03, SPHP-04, and SSMT-07) produced sweet fruit. No accessions produced big size of fruits (>61 g). Friable fruit texture was obtained from SPHP-04 and SSMT-07. Meanwhile SPHK-04 accession has the potency to be used as parent lines because it produced the highest number of fruits per cluster (22 fruits), with TSS 16.77o Brix, friable fruit texture, and creamy color fruit flesh.
Karakterisasi dan Evaluasi Beberapa Aksesi Tanaman Salak - Sudjijo
Jurnal Hortikultura Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v18n4.2008.p%p

Abstract

ABSTRAK. Salak merupakan salah satu jenis buah tropika asli Indonesia yang digemari masyarakat karena rasa daging buahnya khas. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan karakteristik unggul beberapa aksesi tanaman salak yang digunakan sebagai tetua terpilih dalam perakitan varietas unggul baru. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sumani, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, dari bulan November 2006 sampai Juni 2007 menggunakan rancangan acak kelompok dengan 8 aksesi salak sebagai perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tanaman menghasilkan bunga sempurna mandul. Tanaman salak indigenous Sumatera (SSDM-05 dan SSDP-06) menghasilkan buah dengan rasa manis kelat. Tidak ada aksesi tanaman yang menghasilkan buah ukuran besar (>61 g), sedangkan 4 nomor aksesi (SNJK-01, SPHK-03, SPHP-04, dan SSMT-07) menghasilkan buah dengan rasa manis. Dua aksesi (SPHP-04 dan SSMT-07) menghasilkan buah yang bersifat masir. Aksesi SPHP-04 berpeluang dikembangkan sebagai tetua terpilih, karena menghasilkan buah/dompol paling banyak (22 buah), rasa manis (PTT 16,77o Brix), bersifat masir, dan warna daging buah krem menarik.ABSTRACT. Sudjijo. 2008. Characterization and Evaluation of Several Accessions of Salacca edulis. Salacca is one of tropical fruits that was native of Indonesia and preferred by consumers due to the specific fruit flesh taste. The objective of the research was to obtain superior characteristics of salacca accessions potentially for parent lines in breeding programe of new superior varieties. The research was conducted at the Sumani Experimental Garden of Indonesian Tropical Fruits Research Institute from November 2006 to June 2007 using randomized block design with 8 salacca accessions as the treatments and 3 replications. The results showed that all the plants produced sterile hermaphrodite flowers. Indigenous accessions from Sumatera (SSDM-01 and SSDP-06) produced fruit with sweet and astringent, while accessions (SNJK-01, SPHK-03, SPHP-04, and SSMT-07) produced sweet fruit. No accessions produced big size of fruits (>61 g). Friable fruit texture was obtained from SPHP-04 and SSMT-07. Meanwhile SPHK-04 accession has the potency to be used as parent lines because it produced the highest number of fruits per cluster (22 fruits), with TSS 16.77o Brix, friable fruit texture, and creamy color fruit flesh.
Pengaruh Ukuran Batang Bawah dan Batang Atas terhadap Pertumbuhan Durian Monthong, Hepe, dan DCK-01 - Sudjijo
Jurnal Hortikultura Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v19n1.2009.p%p

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Sumani, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, mulaibulan Februari sampai dengan Oktober 2007. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sambung pucuk dariberbagai ukuran batang bawah dengan 3 varietas batang atas durian. Perlakuan terdiri dari berbagai ukuran diameterbatang bawah, yaitu ukuran kecil (KCL= 0,35-0,40 cm), sedang (SDN= 0,45-50 cm), dan besar (BSR= 0,55-60cm). Varietas lokal DCK-01 digunakan sebagai batang bawah, selanjutnya batang bawah tersebut disambung denganmenggunakan batang atas Monthong (MNT), Hepe (HP), dan DCK-01. Batang bawah berasal dari semaian biji durianlokal DCK-01 yang berumur 2 bulan, sedangkan batang atas berasal dari pucuk durian varietas Monthong dan Hepeyang berasal dari koleksi plasma nutfah Balitbu Tropika. Rancangan percobaan menggunakan acak kelompok dengan3 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman. Parameter yang diamati meliputi ukuran diameter sambungan,jumlah tunas yang keluar, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah daun dalam tunas, dan bobot kering akar. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa varietas lokal DCK-01 ukuran sedang (0,45-0,55 cm) dan ukuran besar (0,55-0,60cm) dapat dipergunakan sebagai batang bawah dalam penyambungan dengan batang atas varietas Monthong, Hepe,dan DCK-01. Kompatibilitas penyambungan terbaik terjadi antara batang bawah DCK-01 ukuran besar (0,55-0,60cm) dengan batang atas Hepe menghasilkan diameter sambungan 1,00 cm, jumlah tunas 2,93, tinggi tanaman 32,07cm. Hasil penelitian ini bermanfaat dalam upaya perbaikan sistem perbenihan tanaman durian.ABSTRACT. Sudjijo. 2009. The Influence of Rootstok Sizes on the Growth of Scion Monthong, Hepe, andDCK-01 Durian Varieties. The research was conducted at Sumani experimental field of ITFRI from February toOctober 2007. The objective of this research was to know the influence of rootstock diameter sizes on the growth ofscion of 3 durian varieties. The treatments consist of several diameter sizes of rootstock namely of small sizes 0.35-0.40 cm, medium 0.45-0.50 cm, and big 0.55-0.60 cm. Local variety of DCK-01 was used as rootstock. The rootstockswas grafted on scion of DCK-01, Hepe (HP), and Monthong (MNT). The rootstocks were originally from 2 monthseedlings of local variety DCK-01 meanwhile scions were from germplasm collection of ITFRI. Randomized blockdesign with 3 replications was used in this research, hence, there were 10 plants in each treatments. The parametersobserved were grafting diameter, bud break number, flush number, leaves number, plant height, leaves numberon flush, and root dry weight. The results showed that medium and big diameter size of local variety DCK-01 couldbe used as rootstock on the grafting with Monthong, Hepe, and DCK-01 scion. The best compatibility of graftingwas showed by big diameter size of DCK-01 rootstock (0.55-0.60 cm) on Hepe scion, with grafted diameter 1.00cm, number of flush 2.93 and height of plant 32.07 cm. This research was useful for improving the availability ofdurian seedling.