Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap produktivitas pekerja di PT. X . Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan pemanen sawit di PT X sebanyak 206 orang. Sampel dalam penelitian ini yaiti sebanyak 60 pemanen sawit. Metode analisis data menggunakan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menggambarkan hubungan variabel laten dengan indikatornya (measurement model) dan untuk menggambarkan hubungan antar variabel-variabel laten (structural model). Keselamatan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas dengan nilai koefisien jalur 0,31. Keselamatan kerja dibentuk oleh indikator konstruk peraturan keselamatan, dukungan dn komunikasi, alat pelindung diri, dan pelatihan. Kesehatan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas dengan nilai koefisien jalur 0,46. Kesehatan kerja dibentuk oleh indikator konstruk kondisi fisik, pemeriksaan kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan. keselamatan dan kesehatan mampu menjelaskan variabel produktivitas sebesar 52% Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap produktivitas pekerja di PT. X . Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan pemanen sawit di PT X sebanyak 206 orang. Sampel dalam penelitian ini yaiti sebanyak 60 pemanen sawit. Metode analisis data menggunakan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menggambarkan hubungan variabel laten dengan indikatornya (measurement model) dan untuk menggambarkan hubungan antar variabel-variabel laten (structural model). Keselamatan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas dengan nilai koefisien jalur 0,31. Keselamatan kerja dibentuk oleh indikator konstruk peraturan keselamatan, dukungan dn komunikasi, alat pelindung diri, dan pelatihan. Kesehatan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas dengan nilai koefisien jalur 0,46. Kesehatan kerja dibentuk oleh indikator konstruk kondisi fisik, pemeriksaan kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan. keselamatan dan kesehatan mampu menjelaskan variabel produktivitas sebesar 52%