Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prohealth Journal

DETERMINAN PARITAS DENGAN KEJADIAN HEMORRAGHIA POSTPARTUM DI PUSKESMAS WANASABA Jusmala Sari; Ni Wayan Supadmi; Ni Nengah Winarni
ProHealth Journal Vol 16 No 1 (2019): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the important issues in the field of obstetrics and gynecology is a bleeding problem. Postpartum haemorrhage is the leading cause of death. The purpose of this study was to determine the relationship of parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Puskesmas Wanasaba. Digunaka method in this research is descriptive analytic approach Retrospective Study. The population in this study 30 respondents with total sampling technique. The research instrument used is the register book PWS KIA. Data were analyzed using univariate and bivariate and tested using chi square test and hasilnya is P. Value 0.000 <0.05. Based on the results of the 30 respondents who experienced bleeding postparum that primiparous parity as many as 16 people (53.3%) and the least that parity multiparas 5 people (16.7%), while 19 (63.3%) were the most experienced primary postpartum hemorrhage and that at least 11 people (36.7) experienced secondary postpartum hemorrhage. Chi square correlation test stated significance value = 0,000 so that Ho refused and H1 accepted, which means that there is a significant correlation between the two variables. It can be concluded that there is a relationship of parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Puskesmas Wanasaba.
PERBANDINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGA STATUS GIZI BAYI UMUR 6–12 BULAN DI DESA TEMBENG PUTIK Jusmala Sari; SITI NURAINI; SRI HAYATI
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa, keadaan gizi yang baik merupakan salah satu unsur penting. Kekurangan gizi, terutama pada anak-anak akan menghambat proses tumbuh kembang anak. Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap faktor tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Lingkungan disini merupakan lingkungan bio–psiko–sosial yang mempengaruhi individu setiap hari mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan pemberian asi eksklusif dengan status gizi bayi umur 6-12 bulan di Tembeng. Segi waktu desain penelitian yang di gunakan adalah Penelitian komparatif yaitu penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Berdasarkan tabulasi silang dari 50 responden dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memberikan ASI ekslusif kepada bayinya yaitu sebanyak 27 orang (54%) mempunyai bayi dengan status gizi baik 24 orang, dan gizi lebih sebanyak 3 orang. Sedangkan dari 23 ibu yang tidak memberikan ASI ekslusif pada bayinya mempunyai status gizi buruk sebanyak 2 orang, gizi kurang 16 orang, gizi baik sebanyak 5 orang. Hasil uji Chi square diatas diketahui nilai Asymp. Sig. (2-sided)atau P-Value (0,000)< dari nilai α (0,05), sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan menyusui dini dengan status gizi bayi.