Herman Rehatta
Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect Of Climate Change On Productivity Of Clove (Syzigium Aromaticum) In Haruku Island, Central Maluk Regency Imelda Jeanette Lawalata; Herman Rehatta; Semuel Leimaheriwa; Johana Audrey Leatemia
Agrologia Vol 12, No 1 (2023): Agrologia: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Faculty of Agriculture, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajibt.v12i1.1808

Abstract

The world trade history has recorded Maluku as a spice-producing region, including cloves. This commodity has high economic value and is the main source of income for farmers in several areas in Maluku Province. Climate is an environmental factor that also influences plant metabolism and physiology, so that changes in some elements of climate can have a negative impact on plant growth and productivity. The objective of this study was to get information regarding effect of climate variable on productivity of cclove in Haruku island, Central Maluku Regency. Data was collected by field srvey, while secondary data was gathered form related agencies. The results showed that the Haruku Island area with a local-unimodal rain pattern experienced an increase in annual rainfall of 11.8% in the period of 1991-2020 compared to the previous period (1961-1990). The rainy season rainfall (April-September) tends to increase by 15.2%, while the dry season rainfall (October-March) does not show a significant increase, namely only 1.3%. In the last 60 years (1961 – 2020) in the Haruku Island region, El-Nino extreme dry rainfall occurred 19 times. La-Nina wet extreme rainfall events occurred 14 times. Climate variables that affect production are the average annual length of solar radiation, the average annual relative humidity and the amount of annual rainfall
The Effect Of Concentration Of AB Mix Nutrition And Plant Media On Plant Growth And Results Green Sawis (Brassica rapa) With a System Substrat Hydroponics Herman Rehatta; Imelda J. Lawalata; Albertina Hiwy
Agrologia Vol 12, No 1 (2023): Agrologia: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Faculty of Agriculture, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajibt.v12i1.1653

Abstract

The research aimed to examine: 1) The effect of AB Mix nutrient concentration on the growth and yield of green mustard, 2) The effect of growing media on plants mustard greens under a substrate hydroponic system, 3) The interaction effect hydroponic nutrient concentration and growing media (cocopiet, husk charcoal and sand) under the substrate hydroponic system. The study used a two-factor randomized block design with three replications. Observation variables included: plant height, leaf number , leaf area, plant fresh weight, root length and root fresh weight. The results showed that the nutrient concentration treatment of AB Mix showed insignificant effects on the variables of plant height (42 Day After Planting), root length and root fresh weight but gave significant effects on leaf number (42 DAP), leaf area and plant fresh weight. The treatment of growing media and the interaction between nutrient concentrations of hydriponic nutrient and growing media showed insignificant results for all observed variables.
The Effect Of Weight and Soaking Of Tuber Cuttings In Cow Urine On Sprouting and Seedling Growth White Yam (Dioscorea alata L.) Julani Buton; Anthony Walsen; Herman Rehatta
JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Budidaya Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbdp.2022.18.2.97

Abstract

Research on the effects of seed weight and soaking of tuber cuttings in cow urine on sprouting and seedling growth white yam (D. alata L.). The research was aimed to obtain the optimal cutting weight and cow urine concentration on the speed of bud growth of the tuber cuttings. The research was carried out in February-April 2018, in the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of Pattimura, Ambon. The research method used was a Randomized Block Design with a 4x3 factorial experiment with 3 replications so that there were 36 experimental units. The first factor tested was the weight of tuber cuttings, consisting of 4 treatment levels, i.e. 10-15 g, 20-25 g, 30-35 g, 100-105 g. The second factor was the concentration of fresh cow urine, consists of 3 treatment levels, i.e. at concentration of 0%, 15% and 30%. The results showed that the weight of 100-105 g as a control gave the best results on the number of buds, the number of shoots formed, shoot length (cm2), leaf area (cm2), number of leaves, net assimilation rate (g/cm2/week), plant growth rate (g /cm2/week), root length (cm) and number of roots. Cow urine treatment at 30% concentration produced the best seed growth compared to 15% concentration and 0% (without urine treatment). The use of tuber cutting weighing 10-15 g produced seedlings that could develop into productive plants.
Aplikasi Konsentrasi Hir Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Anthony Walsen; Herman Rehatta; Marthini Lesilolo; Fransin Polnaya
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 12 No 2 (2023): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajibt.v12i2.10548

Abstract

Sawi (Brasssica Junsea L.) merupakan salah satu sayuran daun penting yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat memasok vitamin dan mineral bagi tubuh manusia. Kotoran sapi segar dapat dimanfaatkan sebagai sumber beberapa unsur hara bagi tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari sejauh mana hir berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi dan (2) untuk mendapatkan konsentrasi hir yang tepat bagi pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Hir yang diaplikasikan pada tanaman sawi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi dan (2) Hir pada konsentrasi tertentu menghasilkan pertumbuhan optimal. Penelitian ini dilaksanakan di dusun kayu Putih, negeri Soya-Kota Ambon yang berlangsung dari bulan April 2023 sampai dengan Juni 2023. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak lengkap berblok dengan satu faktor konsentrasi hir. Perlakuan konsentrasi hir terdiri dari tujuh aras dengan tiga ulangan sehingga total berjumlah 21 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari enam populasi tanaman, sehingga total tanaman berjumlah 126 tanaman. Aras konsentrasi hir terdiri dari tujuh aras, yaitu : H0 (tanpa hir); H1 = hir 16,66 % H2= hir 20 %, H3 = hir 25 %, H4 = hir 33 %, H5 = hir 50 %, H6 = hir 100 %r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi hir segar memberikan pengaruh signifikan terhadap peubah luas daun, tinggi tanaman dan bobot segar tanaman. hir segar dengan konsentrasi ekstrak 1/air 6 menghasilkan bobot segar tanaman yang lebih tinggi dan signifikan terhadap aras konsentrasi lainnya.
Uji Kompatibilitas Umur Dan Jenis Root Stok Dengan Metode Grafting Juvenil Pala Terhadap Keberhasilan Grafting Marthini Lesilolo; Herman Rehatta; Fiolita Kermite
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 12 No 2 (2023): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajibt.v12i2.10569

Abstract

Perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan organ-organ tanaman yang dapat menghasilkan tanaman baru yang sama dengan induknya Grafting merupakan salah satu teknik perbanyakan vegetatif menyambungkan dua bagian tanaman batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa sehingga tercapai persenyawaan. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh umur root stok, jenis root stok dan interaksi antara umur dan jenis root stok terhadap kompatibilitas grafting juvenil pala yang meliputi parameter: kompatibilitas root stok dan entris, jumlah tunas dan jumlah daun. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi Laboratorium Grafting Tanaman di Desa Layeni Kec.TNS, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku dari September- November 2020. Peneliti menggunakan bibit pala berumur 1, 2, dan 3 bulan dengan jenis Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Warb, dan Myristica fatua. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi umur root stok dan jenis root stok memberikan pengaruh nyata terhadap peubah yang diamati dan interaksi terbaik untuk uji kompabilitas adalah umur root stok 1 bulan dengan jenis pala Myristica fatua (66,7 %), sedangkan untuk jumlah tunas dan jumlah daun umur root stok 3 bulan dan jenis pala Myristica fatua memberikan hasil terbaik (7,33 dan 14 helai daun).
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pupuk Organik Cair NASA Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis L .) Herman Rehatta; Dessy Marasabessy
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 1 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i1.12769

Abstract

Kubis bunga memiliki nilai gizi dan manfaat untuk kesehatan karna berpotensi sebagai obat kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dosis dan frekuensi pupuk organik Cair NASA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.). Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. dari bulan Agustus sampai pada bulan November 2021. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial, Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair NASA yang terdiri atas 4 taraf yaitu : D0 = 0 ml/0,5 liter air, D1 = 4 ml/0,5 liter air, D2 = 8 ml/0,5 liter air, D3 =12 ml/0,5 liter air. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk organik cair yang terdiri atas 3 taraf yaitu : F1 = 1 minggu sekali, F2 = 2 minggu sekali, F3 = 3 minggu sekali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun (helai), luas daun, waktu awal munculnya bunga, waktu panen, bobot bunga per tanaman, bobot segar tanaman. Data dianalisis dengan sidik ragam (Analysis of Variance) dengan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC NASA berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur panen dan bobot segar tanaman. Interaksi antara konsentrasi POC NASA dan frekuensi pemberian berpengaruh nyata terhadap waktu awal muncul bunga.
Kondisi Iklim dan Pengaruhnya Terhadap Produksi Tanaman Pala (Myristyca fragrans Houtt) di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku Semuel Laimeheriwa; Herman Rehatta; Johana Audrey Leatemia
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 2 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i2.15477

Abstract

Hampir semua variabel iklim berpengaruh terhadap tanaman pala; diantaranya curah hujan, suhu udara, kelembaban udara dan lama penyinaran surya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel iklim terhadap produksi pala di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Data yang dianaisis berupa gambaran kondisi iklim wilayah menggunakan teknik rata-rata aljabar, dan hubungan variabel iklim curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, dan lama penyinaran surya dengan produksi pala menggunakan persamaan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepulauan Banda yang memiliki pola hujan lokal dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2833 mm; mencapai puncaknya dalam Mei-Juni sebesar 381 – 444 mm, dan terendah 101 – 109 mm dalam bulan Agustus-September. Variabel iklim curah hujan memberikan sumbangan tertinggi bagi produksi pala yaitu sebesar 67,64 %, sedangkan yang paling rendah yaitu variabel iklim suhu udara yaitu 27,34 %.
Pengaruh Pemberian Bioboost Dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kubis Bunga (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.) Herman Rehatta; Dessy Marasabessy; Miftah Muthalib Tjokro
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 2 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i2.15606

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas konsentrasi Bioboost dan dosis NPK Mutiara serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) penelitian ini mulai dilaksanakan dari bulan April 2024 sampai Juli 2024 di lahan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati Bioboost yang terdiri dari 4 taraf yaitu: konsentrasi 0 cc/liter air (tanpa pemberian Bioboost); konsentrasi 40 cc/liter air; konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air; dan konsentrasi Bioboost 120 cc/liter air. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara yang terdiri dari 4 taraf yaitu: dosis 0 gr/polybag (tanpa pemberian pupuk NPK); dosis 300 kg/hektar atau setara dengan 1,5 gr/polybag; dosis 350 kg/hektar atau setara dengan 1,75 gr/polybag; dan dosis 400 kg/hektar atau setara dengan 2 gr/polybag. Dengan 16 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi di ulang sebanyak 3 kali, maka terdapat 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Bioboost sangat signifikan pada variabel waktu munculnya bunga begitu juga konsentrasi Bioboost berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun. Konsentrasi Bioboost 40 cc/liter air merupakan konsentrasi terbaik terhadap jumlah daun yaitu: 42. 250 helai. Sedangkan pada dosis pupuk NPK Mutiara sangat signifikan terhadap waktu awal muncul bunga dan signifikan terhadap waktu panen. Dosis pupuk NPK Mutiara 1,5 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap waktu awal muncul bunga yaitu: 60.000 HST dan dosis pupuk NPK Mutiara 1,5 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap waktu panen yaitu: 79.000 hari. Interaksi antara konsentrasi Bioboost dan dosis NPK Mutiara sangat signifikan terhadap bobot segar tanaman dan signifikan terhadap waktu awal munculnya bunga. Interaksi Perlakuan konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air dan dosis pupuk NPK Mutiara 350 kg/Ha atau setara 1,75 gr/polybag merupakan kombinasi terbaik terhadap bobot segar tanaman yaitu: 674. 57 gram dan interaksi perlakuan konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air dan dosis pupuk NPK Mutiara 300 kg/ Ha atau setara 1,5 gr/polybag serta konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air dan dosis NPK Mutiara 350 g/Ha atau setara 1,75 gr/polybag merupakan kombinasi terbaik terhadap waktu awal muncul bunga yaitu: 53.333 HST.