Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN RUMAH TINGGAL YANG MERESPON KONDISI PANDEMIK; PASSIVE DESIGN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENYARING PATOGEN Noor Zakiy Mubarrok; Adityo Adityo; Clarissa Alfionita; Event Alviando Mulyadi; Brigita Murti Utaminingtyas
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.803

Abstract

Abstract: Adaptation to the pandemic has been going on from past eras. An increasingly modern society learns a lot from the previous case in dealing with the next pandemic. Technological advances and new discoveries in various fields make it easy for humans to deal with existing conditions, both individually and systematically. But does it ever come to our thoughts if we are in the worst condition when we cannot rely on technology anymore, when all systems are shut down, when we are in such catastrophe, is there anything we can do? This design tries to find a solution by utilizing the existing natural potential and our adaptation as a human, wisely. Cyclical Design Process used in the design process, starting with analysis; both programmatic and site analysis, synthesis which consist of conceptual, zoning and the design implementation, and evaluation using the ENVI-met software to evaluate and also to prove the design. The result is a house with multi mass, which has different orientation, connected by the courtyard to maximize the daylight and natural ventilation inside the house, and also separating the activity of the inhabitant, to minimize the spread of the virus among the inhabitants. Vegetation chosen in this design for supporting the passive design system, as a pathogen trap and ensuring food sufficiency for inhabitants.Abstrak: Adaptasi terhadap pandemik telah berlangsung selama berabad-abad. Masyarakat modern mempelajari kasus yang terjadi sebelumnya guna menghadapi kondisi pandemik berikutnya. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menghadapi kondisi yang ada, baik secara individu maupun sistemik. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana jika dalam kondisi terburuk, teknologi yang membantu dan memudahkan kita beradaptasi tidak dapat digunakan. Rancangan ini mencoba untuk mencari solusi dengan memanfaatkan potensi alam yang ada serta adaptasi kita sebagai manusia dengan bijak. Metode Cyclical Design Process digunakan dalam proses perancangan, diawali dengan analisis programatik dan analisis tapak, sintesis yang meliputi konsep, zonasi dan implementasi desain serta evaluasi terhadap rancangan dengan menggunakan software ENVI-met untuk pembuktian rancangan. Hasilnya sebuah rancangan rumah tinggal multi massa dengan orientasi massa yang berbeda, dihubungkan dengan taman di tengah massa bangunan guna memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami dalam ruang, sekaligus memecah aktivitas guna meminimalkan penyebaran virus diantara penghuni. Penggunaan vegetasi dalam perancangan selain untuk memaksimalkan sistem desain pasif, penyaring patogen serta memenuhi kebutuhan pangan mandiri bagi penghuni.
PERSPEKTIF TEKNIS DAN TEKNOLOGIS DALAM PERKEMBANGAN DESAIN RUMAH BERBIAYA RENDAH DI INDONESIA Adityo Adityo; Theodora Yonna Effia Santoso
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.692

Abstract

Abstract: House is a building that has a functions as a residence. The house plays an important role for life because humans need a permanent place to live. A house must have a strong and stable structure so that it can protect and secue its residents. But in reality, many houses are built with nonstandard structures. For many cases, limited cost become the obstacles in building house. The main problem in designing residential houses in Indonesia is the 'old-fashioned' way of thinking that involving an architect must have expensive costs. So over time, Indonesian architects began to create and develop low-cost home design concepts. Lowcast house does not mean reducing its design quality, but implementing efficient strategies in building structure and material. This research case study are several houses in Indonesia designed by renowned architects with the main focus on low-cost house design. This study aims to identify the optimal and efficient use of materials in low-cost housing elements, then the analysis is conducted with secondary data sources through the literature study method. From this research it was found that lowcast house design is consider the use of material in structural and non-structural building elements. Exposed building material and efficient structure grid module is an effective way to reduce the cost of house building construction.Abstrak: Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian. Rumah berperan penting bagi kehidupan karena manusia memerlukan tempat tinggal yang tetap. Bangunan rumah harus memiliki struktur yang kuat dan stabil sehingga dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi penghuninya. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit rumah-rumah yang dibangun dengan struktur seadanya. Hal ini biasanya dikarenakan oleh keterbatasan biaya dalam membangun rumah. Permasalahan utama perancangan rumah tinggal di Indonesia adalah pola pikir masyarakat yang masih ‘kuno’ menganggap bahwa sebuah perancangan bangunan yang melibatkan arsitek pasti memiliki biaya yang mahal. Maka seiring berjalannya waktu, para arsitek Indonesia mulai menciptakan dan mengembangkan konsep desain rumah berbiaya rendah. Desain rumah murah bukan berarti mengurangi kualitas desainnya, melainkan menerapkan beberapa strategi yang efisien dalam merancang rumah terkait struktur dan materialnya. Penelitian ini mengambil studi kasus berupa beberapa rumah di Indonesia karya arsitek ternama dengan fokus utama desain rumah berbiaya rendah sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan jenis material yang optimal dan efisien dalam elemen rumah berbiaya rendah. Analisis dilakukan dengan sumber data sekunder melalui metode studi literatur. Dari penelitian ini ditemukan bahwa untuk mewujudkan rancangan rumah dengan biaya relatif rendah adalah dengan cara mempertimbangkan penggunaan material pada elemen struktur dan non-struktur. Selain itu penyelesaian material dengan cara di ekspos serta penggunaan grid struktur yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menekan biaya pembangunan rumah.
PERSPEKTIF TEKNIS DAN TEKNOLOGIS DALAM PERKEMBANGAN DESAIN RUMAH BERBIAYA RENDAH DI INDONESIA Adityo Adityo; Theodora Yonna Effia Santoso
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.692

Abstract

Abstract: House is a building that has a functions as a residence. The house plays an important role for life because humans need a permanent place to live. A house must have a strong and stable structure so that it can protect and secue its residents. But in reality, many houses are built with nonstandard structures. For many cases, limited cost become the obstacles in building house. The main problem in designing residential houses in Indonesia is the 'old-fashioned' way of thinking that involving an architect must have expensive costs. So over time, Indonesian architects began to create and develop low-cost home design concepts. Lowcast house does not mean reducing its design quality, but implementing efficient strategies in building structure and material. This research case study are several houses in Indonesia designed by renowned architects with the main focus on low-cost house design. This study aims to identify the optimal and efficient use of materials in low-cost housing elements, then the analysis is conducted with secondary data sources through the literature study method. From this research it was found that lowcast house design is consider the use of material in structural and non-structural building elements. Exposed building material and efficient structure grid module is an effective way to reduce the cost of house building construction.Abstrak: Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian. Rumah berperan penting bagi kehidupan karena manusia memerlukan tempat tinggal yang tetap. Bangunan rumah harus memiliki struktur yang kuat dan stabil sehingga dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi penghuninya. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit rumah-rumah yang dibangun dengan struktur seadanya. Hal ini biasanya dikarenakan oleh keterbatasan biaya dalam membangun rumah. Permasalahan utama perancangan rumah tinggal di Indonesia adalah pola pikir masyarakat yang masih ‘kuno’ menganggap bahwa sebuah perancangan bangunan yang melibatkan arsitek pasti memiliki biaya yang mahal. Maka seiring berjalannya waktu, para arsitek Indonesia mulai menciptakan dan mengembangkan konsep desain rumah berbiaya rendah. Desain rumah murah bukan berarti mengurangi kualitas desainnya, melainkan menerapkan beberapa strategi yang efisien dalam merancang rumah terkait struktur dan materialnya. Penelitian ini mengambil studi kasus berupa beberapa rumah di Indonesia karya arsitek ternama dengan fokus utama desain rumah berbiaya rendah sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan jenis material yang optimal dan efisien dalam elemen rumah berbiaya rendah. Analisis dilakukan dengan sumber data sekunder melalui metode studi literatur. Dari penelitian ini ditemukan bahwa untuk mewujudkan rancangan rumah dengan biaya relatif rendah adalah dengan cara mempertimbangkan penggunaan material pada elemen struktur dan non-struktur. Selain itu penyelesaian material dengan cara di ekspos serta penggunaan grid struktur yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menekan biaya pembangunan rumah.
PERANCANGAN RUMAH TINGGAL YANG MERESPON KONDISI PANDEMIK; PASSIVE DESIGN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENYARING PATOGEN Noor Zakiy Mubarrok; Adityo Adityo; Clarissa Alfionita; Event Alviando Mulyadi; Brigita Murti Utaminingtyas
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.803

Abstract

Abstract: Adaptation to the pandemic has been going on from past eras. An increasingly modern society learns a lot from the previous case in dealing with the next pandemic. Technological advances and new discoveries in various fields make it easy for humans to deal with existing conditions, both individually and systematically. But does it ever come to our thoughts if we are in the worst condition when we cannot rely on technology anymore, when all systems are shut down, when we are in such catastrophe, is there anything we can do? This design tries to find a solution by utilizing the existing natural potential and our adaptation as a human, wisely. Cyclical Design Process used in the design process, starting with analysis; both programmatic and site analysis, synthesis which consist of conceptual, zoning and the design implementation, and evaluation using the ENVI-met software to evaluate and also to prove the design. The result is a house with multi mass, which has different orientation, connected by the courtyard to maximize the daylight and natural ventilation inside the house, and also separating the activity of the inhabitant, to minimize the spread of the virus among the inhabitants. Vegetation chosen in this design for supporting the passive design system, as a pathogen trap and ensuring food sufficiency for inhabitants.Abstrak: Adaptasi terhadap pandemik telah berlangsung selama berabad-abad. Masyarakat modern mempelajari kasus yang terjadi sebelumnya guna menghadapi kondisi pandemik berikutnya. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menghadapi kondisi yang ada, baik secara individu maupun sistemik. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana jika dalam kondisi terburuk, teknologi yang membantu dan memudahkan kita beradaptasi tidak dapat digunakan. Rancangan ini mencoba untuk mencari solusi dengan memanfaatkan potensi alam yang ada serta adaptasi kita sebagai manusia dengan bijak. Metode Cyclical Design Process digunakan dalam proses perancangan, diawali dengan analisis programatik dan analisis tapak, sintesis yang meliputi konsep, zonasi dan implementasi desain serta evaluasi terhadap rancangan dengan menggunakan software ENVI-met untuk pembuktian rancangan. Hasilnya sebuah rancangan rumah tinggal multi massa dengan orientasi massa yang berbeda, dihubungkan dengan taman di tengah massa bangunan guna memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami dalam ruang, sekaligus memecah aktivitas guna meminimalkan penyebaran virus diantara penghuni. Penggunaan vegetasi dalam perancangan selain untuk memaksimalkan sistem desain pasif, penyaring patogen serta memenuhi kebutuhan pangan mandiri bagi penghuni.