This Author published in this journals
All Journal Prologia Koneksi
H.H. Daniel Tamburian
Universitas Tarumanagara

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Komunikasi Antarpribadi Ibu dan Anak dalam Membangun Rasa Percaya Diri Sarah Cecil; H.H. Daniel Tamburian
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8080

Abstract

Communication is the most important thing in life. Communication is an interaction between one person and one or more people. This study will focus on interpersonal communication that occurs between mother and child in building self-confidence. The character of a child is determined by a mother, because of the closeness of a mother while at home. Child time with mother at home is much more than father. Therefore, the nature of a child is completely passed on by the mother. A mother's love and concern greatly affect a child's self-confidence. The mother communicates with her child so that the child feels happy and comfortable. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques by means of semi-structured interviews with mothers and children who are high school students. This research shows that the closeness between the child and the mother is not determined by gender. Mothers have a crucial role in making children appear confident. You do this by reminding children to be themselves, supporting children's hobbies, inviting intensive communication, reprimanding without violence, and creating a comfortable atmosphere at home.Komunikasi merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan. Komunikasi merupakan interaksi antara satu orang dengan satu orang atau lebih. Penelitian ini akan memfokuskan pada komunikasi antarpribadi yang terjadi antara ibu dengan anak dalam membangun rasa percaya diri. Karakter seorang anak ditentukan oleh seorang ibu, karena adanya kedekatan seorang ibu selama berada di rumah. Waktu anak dengan ibu di rumah jauh lebih banyak daripada seorang ayah. Oleh karena itu, sifat seorang anak sepenuhnya diturunkan oleh ibu. Kasih sayang dan rasa perhatian seorang ibu sangat mempengaruhi rasa percaya diri anak. Ibu  berkomunikasi pada anaknya agar anak merasa senang dan nyaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara semiterstruktur pada ibu dan anak yang merupakan siswa SMA. Penelitian ini menunjukkan bahwa, kedekatan antara anak dan ibu tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Ibu memiliki peran krusial dalam membuat anak tampil percaya diri. Caranya dengan mengingatkan anak untuk menjadi diri sendiri, mendukung hobi anak, mengajak berkomunikasi secara intensif, menegur tanpa kekerasan, serta menciptakan suasana yang nyaman di rumah.
Instagram dan Self Disclosure dalam Perspektif Komunikasi Antarpribadi terhadap Siswa - Siswi SMA Santo Kristoforus II Jovita Clarissa; H.H. Daniel Tamburian
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6366

Abstract

Humans are social beings who need other individuals to group. In interacting with others, individuals will convey information and usually begin with an introduction relates to self disclosure, which is the type of individual communication disclosing information about himself is commonly concealed. Social media is a medium on the Internet that allows users to represent themselves, share, communicate with others and create virtual social ties. This research was intended to examine Instagram and Self Disclosure in an interpersonal communication perspective on the Santo Kristoforus II high school students to find out the activities of students on Instagram social media. Research based on Self-Disclosure theory, communication theory in the Digital Era, social media, and Instagram. Research uses a qualitative approach with case study methods. The results is that the self disclosure conducted by the informant is about daily activities, and the self disclosure is on Instagram involving several Self-Disclosure processes. In the process of Self-Disclosure, informants usually provide personal information such as feelings, thoughts and experiences, and they are also careful enough in uploading information to social mediaManusia disebut makhluk yang memerlukan seseorang untuk saling berhubungan timbal balik. Dalam berinteraksi dengan orang lain, individu akan menyampaikan berbagai informasi dan biasanya diawali dengan perkenalan mengenai dirinya, hal tersebut berkaitan dengan self disclosure, yakni jenis komunikasi individu mengungkapkan informasi tentang dirinya sendiri yang biasa disembunyikan. Media sosial saat ini digunakan penggunanya untuk berkomunikasi, membentuk relasi dengan orang lain secara virtual. Sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti Instagram dan Self Disclosure dalam Perspektif Komunikasi Antarpribadi terhadap Siswa-Siswi SMA Santo Kristoforus II untuk mengetahui aktivitas siswa-siswi di media sosial Instagram. Penelitian berlandaskan teori Self-Disclosure, Teori Komunikasi di Era Digital, Media Sosial, dan Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri yang dilakukan oleh informan berisi tentang aktivitas sehari-hari yang dilakukan, dan pengungkapan diri tersebut dilakukan dalam media sosial Instagram yang melibatkan beberapa proses pengungkapan diri. Dalam proses pengungkapan diri, informan biasanya memberikan informasi pribadi seperti perasaan, pikiran dan pengalaman. Dengan banyaknya informasi yang diberikan, tidak menutup kemungkinan mereka juga cukup berhati-hati dalam mengunggah informasi ke media sosial
Gaya Komunikasi Pemilik Restoran Vegetus Vegetarian dalam Membangun Motivasi Kerja Karyawan Evelyn Evelyn; H.H. Daniel Tamburian
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3903

Abstract

Salah satu faktor penunjang keberhasilan seseorang dalam menjalankan sebuah bisnis adalah sumber daya manusia (SDM) yaitu karyawan. Dalam bisnis restoran, karyawan berperan sangat penting, karena karyawan melayani konsumen secara langsung. Sedangkan, pemilik restoran atau pimpinan hanya memberikan arahan bagaimana cara melayani konsumen dengan baik. Oleh karena itu, setiap atasan memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda dalam membangun motivasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi pemilik Restoran Vegetus Vegetarian dalam membangun motivasi kerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan konsep gaya komunikasi dan teori motivasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dengan pemilik Restoran Vegetus Vegetarian dan tiga orang karyawan yang telah bekerja lebih dari tiga tahun. Selain itu, penulis juga melakukan observasi non-partisipan, studi pustaka, dan penelusuran data online untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilik Restoran Vegetus Vegetarian menggunakan gaya komunikasi the equalitarian style dan menganut teori kebutuhan hierarki Maslow dalam membangun motivasi kerja karyawan. Namun, kebutuhan karyawan terpenuhi secara acak, jadi tidak bergantung pada urutan kebutuhan dalam hierarki Maslow.