This Author published in this journals
All Journal Prologia Koneksi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Motif dan Kepuasan Dalam Menggunakan Media Sosial Instagram Zalline Putri Agus Abadi; Pinckey Triputra
Prologia Vol 1, No 1 (2017): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v1i1.1366

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan setiap orang yang berbeda - beda dengan pemenuhan yang berbeda juga, termasuk dalam menggunakan media. Khususnya usia remaja-dewasa sebagai pengguna aktif internet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara motif dan kepuasan dalam menggunakan media sosial instagram. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah metode kuantitatif, dengan berlandaskan pada teori uses and gratifications yang mengganggap khalayak secara aktif memilih media yang akan digunakan. Sejalan dengan konsep yang digunakan Palmgreen dalam penelitiannya, untuk mengukur kepuasan gratification sought (GS) dan gratification obtained (GO) yang akan menghasilkan kesenjangan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukan motif yang paling tinggi adalah hiburan, dengan kepuasan yang paling besar pada pemenuhan kebutuhan informasi. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara motif dan kepuasan dalam menggunakan media sosial instagram.
Fashion Sebagai Alat Komunikasi Non Verbal Dalam Menunjukkan Identitas Diri Wynnie Wynnie; Pinckey Triputra
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1387

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran makna dari fungsi sebuah fashion atau pakaian. Fungsi awal dari pakaian adalah untuk melindungi tubuh manusia dari cuaca dan juga sebagai penutup tubuh manusia. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi pakaian bergeser menjadi penunjuk identitas diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi fashion sebagai alat komunikasi nonverbal dalam menunjukkan identitas diri seseorang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisa semiotika Roland Barthes, penelitian ini hanya menjelaskan warna, pola, dan motif pada pakaian berdasarkan denotasi dan konotasinya, yang terlihat pada objek penelitian atau foto. Hasil penelitian menemukan bahwa pakaian yang juga merupakan fashion merupakan salah satu alat penanda, pembeda antara yang satu dengan yang lain atau disingkat menjadi identitas diri seseorang. Setiap fashion memiliki makna tersirat dilihat dari denotasi dan konotasinya.
Analisis Semiotika Tentang Representasi Kriminalitas Akibat Keluarga Yang Kurang Harmonis Dalam Game Grand Theft AutoV Ricky Alexander; Pinckey Triputra
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1376

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh storyline Grand Theft Auto V (GTA V) yang menggunakan stereotip bahwa pelaku kriminal selalu muncul dari keluarga yang berantakan, kebanyakan tokoh-tokoh penting dalam GTA V memiliki masa kecil yang sulit dan itu menjadi alasan bagi mereka menjadi seorang criminal, nyatanya, tidak selalu pelaku kriminal berasal dari keluarga yang berantakan seperti yang digambarkan. Peneliti menganalisis dengan menggunakan teori komunikasi massa, stereotip, kriminalitas, dan aspek keluarga yang harmonis. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisa semiotika Charles Sanders Pierce, dengan menganalisis tanda, objek, dan interpretan yang memiliki nilai-nilai kriminalitas akibat keluarga yang kurang harmonis dalam game tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai-nilai pesan dalam cutscene GTA V mengandung stereotip kriminalitas akibat keluarga yang kurang harmonis untuk menyederhanakan alasan kompleks para tokoh untuk menjadi seorang kriminal, bahkan kejahatan itu sendiri berasal dari keluarga yang kurang harmonis. Peneliti menginterpretasikan bahwa GTA V ingin menyampaikan pentingnya keluarga dalam menekan kriminalitas melalui adegan-adegan tersebut.