Handoko Sugiharto
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SILICON CARBIDE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR Goestiawan, Gelvin; Michelle, Michelle; Sugiharto, Handoko; Wijaya, Gunawan Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.598 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi semen dengan silicon carbide terhadap karakteristik mortar. Silicon carbide merupakan material industri yang dipakai sebagai bahan abrasive, keramik, dan berbagai pengaplikasian untuk kinerja tinggi. Dalam penelitian ini, silicon carbide dibedakan menjadi 2 perlakuan yaitu ada yang disintering terlebih dahulu dengan suhu 900°C selama 2 jam dan ada yang tidak disintering. Persentase kadar Silicon carbide yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen. Beberapa macam pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kuat tekan, kecepatan memadat, kelecakan, penyerapan air, dan tes abrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan sintering silicon carbide dengan kadar 5% akan meningkatkan kuat tekan mortar sebesar 2% pada umur 28 hari dan meningkat sebesar 6% pada umur 56 hari dibandingkan mortar control. Penggunaan silicon carbide tidak dapat meningkatkan kuat tekan secara signifikan, akan tetapi dengan memiliki ketahanan abrasi yang tinggi maka silicon carbide dapat digunakan sebagai pelapis permukaan beton.
UJI LENTUR DAN TARIK PADA BETON DENGAN GEOTEXTILE Saputra, Jodie; Budiono, Linda Felandy; Sugiharto, Handoko
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.552 KB)

Abstract

Geotextile merupakan material yang memiliki kuat tarik yang tinggi yang biasanya dipakai untuk perkuatan tanah. Pada penelitian ini akan dilakukan inovasi dengan meneliti pengaruh pemberian geotextile pada beton khususnya pelat. Diharapkan dengan penelitian ini, dapat mengetahui manfaat pemberian geotextile pada beton. Penelitian ini menggunakan beton dengan mutu K-200 dan akan dibuat 24 benda uji berupa balok 15 x 15 x 60 cm dan 8 benda uji berupa silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang akan ditambahkan geotextile woven atau non woven yang telah dimodifikasi. Akan dilakukan uji lentur dan split tensile test pada beton dan uji material untuk mendapat hubungan  dan . Pengujian dilakukan pada hari ke 7 dan 28 dengan menggunakan Universal Testing Machine dan alat tekan lentur. Dan hasilnya geotextile woven lebih meningkatkan dalam hal kuat tarik beton. Sedangkan dalam uji lentur, beton dengan geotextile woven mengalami pengelupasan sehingga geotextile non woven lebih meningkatkan kapasitas lentur beton. Peningkatan yang terjadi kurang signifikan karena belum ada standar pemodelan sample dan testing untuk beton dengan material seperti geotextile ini.
Optimasi Penempatan Tower Crane dengan Mempertimbangkan Beban Angkatan (Studi Kasus: Proyek High-Rise Building di Kota Surabaya) Hartono, Jessica Natalia; Kuanda, Harbert; Reynaldo, Ambrosius Matthew Junius; Sugiharto, Handoko
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.445

Abstract

Tower crane merupakan salah satu peralatan utama dalam proyek konstruksi gedung bertingkat yang berperan penting dalam distribusi material. Penempatan tower crane yang tidak optimal dapat menyebabkan penurunan produktivitas sehingga jadwal proyek terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi penempatan tower crane berdasarkan nilai konflik , keseimbangan beban kerja , durasi proyek, dan total biaya. Metode penelitian menggunakan pemodelan spasial dengan membagi area proyek ke dalam zona demand yang ditentukan berdasarkan kebutuhan material, kapasitas angkatan, serta elevasi lantai. Selanjutnya dilakukan iterasi perhitungan pada tiga skenario: (1) kondisi eksisting, (2) optimasi penempatan dengan tiga tower crane, dan (3) optimasi penempatan dengan dua tower crane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skenario 1 nilai konflik sebesar 141.236 dan keseimbangan beban kerja 603,18 menit dengan durasi proyek 165 hari. Pada skenario 2, konflik turun menjadi 42.706 dan keseimbangan beban kerja menjadi 417,09 menit dengan durasi 148 hari, tetapi ada peningkatan biaya. Sementara itu, skenario 3 menghasilkan nilai konflik nol, keseimbangan beban kerja 346,06 menit, dan biaya operasional lebih rendah dibanding skenario 1 maupun 2, meskipun durasi proyek lebih lama yaitu 169 hari. Dengan demikian, skenario 3 dapat dianggap sebagai solusi terbaik karena memberikan distribusi beban kerja yang lebih merata, eliminasi konflik, dan efisiensi biaya, meskipun memiliki durasi proyek yang sedikit lebih panjang.