Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI PADA MAHASISWA Auliya Syaf; Yeni Anggraini; Adri Murni
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 1 No 1 (2017): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.407 KB)

Abstract

Berpikir positif adalah kemampuan seseorang dalam memandang sesuatu dari segi positifnya baik diri sendiri, orang lain, maupun keadaan lingkungannya.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antaraberpikir positif dengan kecemasan komunikasi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan korelasi Product Moment. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran skala berpikir positif dan skala kecemasan komunikasi dalam skala Likert yang diberikan pada 127 orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Abdurrab Pekanbaru. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara berpikir positif dengan kecemasan komunikasi pada mahasiswa dengan koefisien korelasi -,641 dengan signifikan p = 0,000 (p < 0,05).
HUBUNGAN IKLIM KELAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK ABDURRAB Itto Nesyia Nasution; Auliya Syaf
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 1 No 2 (2018): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.482 KB)

Abstract

This study aims to know the relationship between classroom climate with motivation to learn in Abdurrab Vocational School students Pekanbaru. The hyphothesis f this study is that there is a positive relationship between classroom climate with motivation to learn in Abdurrab Vocational School students Pekanbaru. Positive relationship indicates that the higher the classroom climate, the higher the motivation to learn. Conversely, the lower the classroom climate, the lower the motivation to learn. Subjects in this study 56 students of class X, class XI, class XII Abdurrab Vocational School Pekanbaru. The method used in this study is quantitative method in which consist of two scales, classroom climate scale which is based on the theory of classroom climate of McBer (Versha & Nicholls, 2003) and a motivation to learn scale is based on the theory of the motivation to learn of Uno (2009). The method of data analysis in this study using SPSS Statistic 10 with the technique of Pearson Product Moment Correlation. The result of data analysis showed r = 0.470 and p = 0.000 (p < 0.05). Studies show a positive relationship between classroom climate with motivation to learn in Abdurrab Vocational School students Pekanbaru, so the research hyphotesis is accepted. Keywords: classroom climate, motivation to learn
Kepuasan Hidup dengan Iri pada Remaja Pengguna Sosial Media Sofia Kesi; Rini Hartati; Auliya Syaf
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 3 No 1 (2019): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.263 KB) | DOI: 10.36341/psi.v3i1.940

Abstract

Kepuasan hidup merupakan penilaian individu terhadap dirinya dengan cara membandingkan diri dengan orang lain. Perbandingan ini akan menumbuhkan iri, dan media sosial dapat menjadi sarana mengungkapkan rasa iri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan kepuasan hidup dengan iri pada remaja pengguna media sosial di Pekanbaru. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu: skala kepuasan hidup dan skala iri. Subjek penelitian adalah remaja pengguna media sosial dengan usia 12-23 tahun, berjumlah 270 subjek. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan teknik korelasi pearson product moment menunjukkan angka signifikansi p = 0,000 < (p< 0,01) hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara variabel kepuasan hidup dengan iri pada remaja Pekanbaru.
Empati Terhadap Perilaku Altruisme Pada Guru Anak Berkebutuhan Khusus Rani Rani; Dinda Septiani; Auliya Syaf
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 3 No 1 (2019): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.773 KB) | DOI: 10.36341/psi.v3i1.1016

Abstract

Empati adalah kemampuan atau keadaan mental seseorang untuk dapat menyadari dan memahami perasaan orang lain dengan bahasa verbal atau nonverbal . Kemampuan yang muncul meliputi kapasitas afektif, untuk merasakan perasaan dan kemampuan kognitif orang lain untuk memahami perasaan sertasudut pandang orang lain. Altruisme adalah motif untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara empati dan perilaku altruisme pada Guru Kebutuhan Anak di Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah guru anak-anak berkebutuhan khusus di Pekanbaru dengan jumlah sampel 64 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala psikologis, yaitu skala empati dan skala altruisme, dengan menggunakan teknik sampling kuota. Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil koefisien korelasi menghasilkan r = 0,558 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p <0,05) yang artinya ada hubungan antara empati dan perilaku altruisme pada Guru Anak Berkebutuhan Khusus di Pekanbaru. Empati yang tinggi akan meningkatkan perilaku altruism, dan sebaliknya.
Peran Dukungan Sosial dan Implementasi RAB Value terhadap Work Engagement pada Civitas Akademika di Universitas Abdurrab Muhammad Fadhli; Auliya Syaf
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 4 No 1 (2020): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v4i1.1311

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dukungan sosial dan implementasi RAB Value terhadap work engagement pada Civitas Akademika yang bekerja di Universitas Abdurrab. Work engagement merupakan situasi dan kondisi ketika individu melibatkan diri secara penuh dalam pekerjaannya. Diantara hal yang bisa meningkatkan work engagement adalah dukungan sosial yang diperoleh individu dari lingkungan sosialnya. Kemudian faktor penting yang harus diamalkan oleh Civitas Akademika Universitas Abdurrab adalah RAB Value yang merupakan ciri khas dan merupakan nilai luhur yang harus ditanamkan di dalam diri. Sebanyak 68 orang partisipan yang terdiri dari 52 orang dosen dan 16 orang tenaga kependidikan terlibat dalam penelitian ini. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu dengan ciri-ciri merupakan karyawan tetap di Universitas Abdurrab. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala work engagement, dukungan sosial, dan implementasi RAB Value. Analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran yang diberikan dukungan sosial dan implementasi RAB Value menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,005). Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial dan implementasi RAB Value berperan terhadap work engagement yang dimiliki civitas akademika Universitas Abdurrab.
Fear Of Missing Out ditinjau dari Big Five Personality Nurul Hidayati; Auliya Syaf; Rini Hartati
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 4 No 2 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v4i2.1392

Abstract

Media sosial membantu individu mendapatkan informasi yang diinginkan dan ini memberikan efek ketagihan. Efek ketagihan ini akan membuat penggunanya mengalami fear of missing out ditandai oleh individu dengan keingintahuan terhadap aktivitas dan atau terhubung dengan orang lain. Setiap individu dengan kepribadian memberikan dampak berbeda pula pada munculnya FoMO. Penelitian ini menggagas asumsi hubungan big five personality dengan FoMO. Partisipan penelitian berjumlah 204 orang diambil menggunakan quota sampling. Penelitian menggunakan skala big five inventory dan skala FoMO. Temuan penelitian mengungkap bahwa kepribadian agreeableness memiliki korelasi dengan FoMO (sig =0,015; p<0,05). Namun, tidak ada korelasi antara extraversion, neuroticism, conscientiousness maupun openness, terhadap FoMO pada masyarakat Pekanbaru.