Endang R. Surjaningrum
Universitas Airlangga

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Psikoedukasi Pendidikan Seks Kepada Guru dan Orang Tua Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak I Dewa Ayu Maythalia Joni; Endang R. Surjaningrum
Jurnal Diversita Vol 6, No 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan seks pada guru dan orang tua efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dan orang tua terkait kekerasan seksual pada anak sebagai upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dilakukan sebanyak 4 sesi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang merupakan guru dan orang tua dari tiga taman kanak-kanak berbeda yang berada pada wilayah Rangkah. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan  kuisioner pemahaman kekerasan seksual yang dirancang oleh Dina Setya Rahaman (2015), berjumlah 31 aitem dengan reliabilitas sebesar 0.61. Peneliti menganalisis data menggunakan teknik paired samples statistics melalui aplikasi SPSS 21 for windows. Hasil analisa yang telah dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seks dapat meningkatkan pemahaman guru dan orang tua terkait kekerasan seksual. Nilai signifikansi pada gain score kekerasan seksual sebesar 0.000 (sig. < 0.05) sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terkait pemahaman kekersan seksual antara sebelum dan setelah adanya pemberian materi pendidikan seks pada guru dan orang tua.
Psikoedukasi Pendidikan Seks Kepada Guru dan Orang Tua Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak I Dewa Ayu Maythalia Joni; Endang R. Surjaningrum
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan seks pada guru dan orang tua efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dan orang tua terkait kekerasan seksual pada anak sebagai upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dilakukan sebanyak 4 sesi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang merupakan guru dan orang tua dari tiga taman kanak-kanak berbeda yang berada pada wilayah Rangkah. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan  kuisioner pemahaman kekerasan seksual yang dirancang oleh Dina Setya Rahaman (2015), berjumlah 31 aitem dengan reliabilitas sebesar 0.61. Peneliti menganalisis data menggunakan teknik paired samples statistics melalui aplikasi SPSS 21 for windows. Hasil analisa yang telah dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seks dapat meningkatkan pemahaman guru dan orang tua terkait kekerasan seksual. Nilai signifikansi pada gain score kekerasan seksual sebesar 0.000 (sig. < 0.05) sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terkait pemahaman kekersan seksual antara sebelum dan setelah adanya pemberian materi pendidikan seks pada guru dan orang tua.
Sistematik Review: Gambaran Faktor Protektif Pada Anak Yang Orang Tuanya Meninggal Dunia Fitria Anjani Djatmiko; Endang R. Surjaningrum
Jurnal Diversita Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v8i2.6036

Abstract

Kematian orang tua dapat memiliki berbagai dampak psikologis pada anak yang ditinggalkan, baik akibat yang bersifat jangka panjang maupun jangka pendek. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dan memberikan gambaran tentang faktor protektif terhadap anak yang mengalami kejadian kematian orang tua. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Sistematik Literatur Review dengan menggunakan jurnal-jurnal yang diterbitkan oleh portal jurnal GARUDA, SAGEJOURNALS, ScienceDirect, dan ProQuest. Jumlah jurnal yang direview adalah sebanyak 12 jurnal dengan kriteria utama subyek memiliki pengalaman orang tua meninggal di masa anak (0-17 tahun) dan penelitian dilakukan secara empiris (kualitatif dan kuantitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor protektif dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok, yaitu faktor individu (usia, faktor kedekatan dengan orang tua, religiusitas, aktivitas setelah kematian orang tua dan kemampuan untuk mengekspresikan kesedihan), faktor interpersonal (dukungan dari orang tua yang masih hidup, dukungan dari teman sebaya, dan adanya peran pengganti orang tua), dan faktor lingkungan (intervensi psikologis yang tepat, endurance dan continuity, serta role models.
GENTLEWITHIN: PSIKOEDUKASI DIGITAL PERILAKU NON-SUICIDAL SELF-INJURY PADA REMAJA DAN DEWASA AWAL Putri Petrina Juni Antyesti; Keisya Maheswari Putri Rachmawati; Keisha Syahla Amelia; Dikta Lavida Loca; Endang R. Surjaningrum
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/y190ez85

Abstract

Non-suicidal self-injury (NSSI) merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk melukai jaringan tubuh sendiri tanpa adanya niat bunuh diri. NSSI bisa disebabkan karena interaksi banyak faktor yang berhubungan dengan gangguan mental dan kondisi psikologis remaja dan dewasa awal. Kerentanan pada perilaku NSSI menunjukkan perlunya intervensi promotif sebagai pencegahan dini berupa psikoedukasi yang memanfaatkan teknologi sehingga dapat diakses di mana saja, terutama bagi remaja dan dewasa awal yang memiliki tingkat penggunaan ponsel pintar dan literasi digital yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas intervensi berbasis digital terhadap peningkatan pengetahuan mengenai NSSI pada remaja dan dewasa awal. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Paired sample t-test dilakukan pada 28 perempuan dan 12 laki-laki (N=40; M=17,4; SD=2,85). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai tes (t(39)= -6,18; p<0,001; Cohen’s d= -0,977; 95% CI [-37,2; -18,8]) antara periode pre-test dan post-test. Dengan demikian, intervensi promotif yang diberikan berupa konten di akun Instagram terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan dewasa awal tentang perilaku NSSI. Dalam praktiknya, akun Instagram @gentlewithin__ berhasil menjangkau lebih dari 200 akun. Jumlah jangkauan yang tinggi menunjukkan bahwa Instagram menjadi media yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai program psikoedukasi.