Penggunaan alat kontrasepsi pada program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia cukup tinggi. Namun disayangkan, akseptor yang didominasi perempuan itu belum dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan ber-KB berdasarkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Pendekatan Keluarga terhadap Aspek Afektif Wanita PUS terhadap penggunaan MKJP. Desain Penelitian penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan Pre-Post test Design. Penelitian dilakukan di kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada bulan Juni – Juli 2019. Populasi penelitian adalah seluruh wanita pasangan usia subur (PUS), dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling diperoleh total responden 30, dimana 15 responden untuk perlakuan, dan 15 responden untuk kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendekatan keluarga dan variabel dependennya adalah aspek Afektif. Instrumen penelitian menggunkaan kuesioner, dan jenis data yang diambil adalah data kuantitatif. Analisa data menggunakan Wilcoxon Mann Whitney U Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitan menunjukkan karakteristik umur wanita PUS sebagian besar berusia 31-40 tahun dan > 40 tahun tahun sejumlah 40 %, tingkat pendidikan sebagian besar Sekolah Menengah Atas sejumlah 53,3%, sebagian besar sebagai Ibu Rumah Tangga sebesar 86,7% dan Jenis KB sebagian besar KB Suntik yakni 53%. Pendekatan keluarga dalam mempengaruhi Aspek Afektif Positif sebesar 46,67%,, Sedangkan Pendekatan Keluarga dalam mempengaruhi Aspek Afektif Negatif sebesar 53,33%. Berdasarkan Uji Statistik nilai signifikansi (p) sebesar 0.305 > 0,05. Tidak Ada Pengaruh Pendekatan Keluarga dengan Aspek Afektif PUS untuk menggunakan MKJP di Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.