Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Uji Adaptasi Galur Harapan Kedelai di Lahan Podsolik Merah Kuning Kabupaten Bangka Handara, N; Suharsono, .; Mustikarini, ED
ENVIAGRO Vol 7, No 2 (2014): ENVIAGRO
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the productivity and adaptability of ten soybean genotypes in red-yellow podzolic soils. The experiment conducted in Balunijuk village, Merawang subdistrict, Bangka on July-October 2010. Experimental design used randomized complete block design with 10 genotypes soybean replicated three times. Tested genotypes consisted of six promising lines (KH 8, KH 9, KH 31, KH 38, KH 55, and KH 71) and 4 national varieties (Slamet, Anjasmoro, Wilis and Tanggamus) as comparison. The results indicated that there were significant differences among genotypes for character plant productivity, seed size, plant height, number of root nodules, effective number of root nodules, number of pods, number of productive branches, and sheer number of seeds. Entire promising lines tested had a larger grain size than the check varieties, and the largest grain size and the highest productivity was obtained in KH 71. Therefore, KH 71 considered more promising to be released as new varieties for red-yellow podzolic soils.
MODEL NUMERIKAL RESERVOIR SISTEM PANASBUMI PADA DAERAH TOPOGRAFI RELATIF DATAR UNTUK MENCARI KONDISI NATURAL STATE DAN MENGANALISA SENSITIVITAS PANAS PADA RESERVOIR MENGGUNAKAN SOFTWARE TOUGH2 Frans Richard K; H. Suharsono Suharsono; Damar Nandiwardhana
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pemodelan reservoir menggunakan software Tough2 dengan data sintetik, berupa data permeabilitas dan pororsitas. Dimana terdiri dari 4 lapisan, yaitu lapisan overburden, lapisan clay caps, lapisan recharge area + lapisan reservoir (berada pada lapisan yang sama), dan lapisan basement dengan tujuan untuk menganalisa sensitivitas panas, serta untuk mencari kondisi natural state (natural state merupakan kondisi setimbang, yaitu dimana kondisi tekanan, temperatur dan kondisi reservoirnya tidak berubah terhadap waktu).Dari hasil pemodelan reservoir oleh Tough2 didapat bahwa kondisi natural state selama 2,20857E+4 tahun, dimana terjadi penurunan suhu dari kondisi natural state tanpa sumur produksi berbanding kondisi natural state dengan sumur produksi, dimana suhu pada saat kondisi natural state tanpa sumur produksi sebesar 245OC dan suhu pada saat kondisi natural state dengan sumur produksi sebesar 235OC pada kedalaman 1350 m. Sedangkan untuk penggunaan rate 20 kg/s, 25 kg/s, 30 kg/s dan 35 kg/s untuk melihat sensitivitas heat nya, didapatkan bahwa semakin besar nilai rate yang dipakai dalam suatu sumur produksi, maka akan menurunnya nilai temperatur di sumur produksi tersebut.
PENDUGAAN KEBERADAAN ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE GRADIO VERY LOW FREQUENCY (VLF) DI DAERAH GIRIJATI, PURWOSARI, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Wahyu Hidayat; . Suharsono
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v7i2.3441

Abstract

Telah dilakukan penelitian pendugaan aliran sungai bawah tanah di daerah Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta dengan menggunakan metode geofisika Gradio Very Low Frequency (VLF) Elektromagnetik (Gradient VLF-EM) untuk mengetahui respon VLF mode sudut tilt dan eliptisitas. Interpretasi dilakukan dari data VLF sudut tilt dan elliptisitas untuk mengestimasi aliran sungai bawah tanah yang diinterpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Akuisisi data dilakukan pada tanggal 9 – 15 Juli 2014. Pengolahan data menggunakan bahasa pemrograman Matlab. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan pengolahan data yang difilter dengan moving average melalui filter Karous-Hajelt dan filter Fraser sehingga memperlihatkan anomali benda konduktif bawah tanah. Nilai kerapatan arus ekivalen dari lintasan 1 hingga lintasan 5 berkisar dari 0-1200%. Zona konduktif mempunyai kerapatan arus ekivalen ? 600%. Dari peta penampang rapat arus ekivalen lintasan 1 sampai dengan 5 diduga sungai bawah tanah di daerah Girijati, Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta mengalir dari Timur Laut ke Barat Daya, terdiri atas dua aliran sungai bawah tanah dan tidak saling berhubungan dengan kedalaman 10-70 meter.Kata kunci: Gradient VLF-EM, respon VLF, zona konduktif.
Model Konseptual Struktur Basement Sebagai Pengontrol Potensi Hidrokarbon di Cekungan Kendeng ardian novianto; Sutanto Sutanto; Suharsono Suharsono; Carolous Prasetyadi
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cekungan Kendeng dikenal sebagai cekungan yang dalam dan ditandai oleh anomali Bouguer Gravity negative besar yang menunjukkan basement yang sangat dalam serta diisi oleh sedimen dengan tebal kurang lebih 8 km-11km. Kondisi basement di Cekungan Kendeng menjadi permasalahan utama. Pola struktur yang berkembang pada basement belum dapat dipastikan karena tebalnya sedimen yang menutupinya. Basement di Cekungan ini diperkirakan memiliki sifat transisional antara tipe komplek akresi dan kontinental sedangkan pola struktur basement akibat dari collision di Cekungan ini masih menjadi pertanyaan apakah sama dengan pola umum di Jawa atau ada pola lain sehingga mengontrol pembentukan Cekungan Kendeng. Kondisi tersebut menyebabkan Cekungan kendeng mempunyai kompleksitas yang tinggi dalam eksplorasi hidrokarbon. Namun Kemunculan rembesan minyak di beberapa tempat menjadi daya tarik untuk ekplorasi di cekungan ini.Paper ini bertujuan untuk membuat model konseptual struktur basement di Cekungan Kendeng berdasarkan dari data-data sekunder berupa gravity, seismik yang berhubungan dengan cekungan kendeng, dan pengukuran Magnetik. Hasil penelitian ini berupa model struktur geologi yang menggambarkan kondisi Cekungan Kendeng sebagai cekungan migas yang selanjutnya dapat digunakan sebagai kontrol dalam interpretasi hasil pengukuran geofisika yang akan dilakukan selanjutnya.
Identifikasi Struktur Patahan Daerah Panas Bumi Gunung Tampomas Berdasarkan Derivative Analysis dan Forward Modelling 2.5D dengan Metode Gravitasi Sultan Ahmad Syarifuddin; Suharsono Suharsono; Iqbal Takodama
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v27i1.945

Abstract

The Mount Tampomas Geothermal Area is located in Sumedang Regency, West Java Province. This study aims to interpret the distribution of subsurface fault structures based on gravity data analysis over an area of 14 × 14 km². Residual gravity anomaly analysis reveals the presence of a low gravity anomaly in the central part of the volcanic edifice, which is interpreted as a low-density zone associated with a magma ascent pathway within the volcanic system. The results of derivative analysis, correlated with surface geological data, indicate the presence of fault structures comprising normal faults, strike-slip faults, and reverse faults, which represent structural patterns predominantly controlled by volcanic activity. Forward modelling applied to several profiles yields the subsurface lithological density distribution, including the Subang Formation (2.40 g/cm³), Kaliwangu Formation (2.35 g/cm³), old volcanic lahar breccia (2.85 g/cm³), undifferentiated volcaniclastic tuffaceous sand (2.55 g/cm³), pumiceous tuff (2.60 g/cm³), breccia and agglomerate (2.70 g/cm³), and young volcanic lava (2.50 g/cm³).The results of this study provide a preliminary characterization of subsurface fault structures in the Mount Tampomas Geothermal Area based on gravity methods. Keywords : Gravity, Geothermal, Tampomas, Derivative Analysis, Forward Modelling