Mamiek Suharti
Institut Seni Indonesia di Surakarta, Jl. Ki Hadjar Dewantara No. 19 Surakarta (Solo)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TARI GANDRUNG SEBAGAI OBYEK WISATA ANDALAN BANYUWANGI Suharti, Mamiek
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v12i1.2215

Abstract

Gandrung merupakan salah satu seni tari tradisional khas Kabupaten Banyuwangi Tari  Gandrung merupakan perkembangan dari tari Seblang. Tari Gandrung dalam pertunjukannya didukung berbagai unsur yakni penari, musik, alat musik, nyanyian, gerak tari dan  panggung. Dalam pementasannya setiap satu orang penari gandrung di iringi  4 orang pemaju atau pengibing semuanya laki laki atau semua perempuan. Tari Gandrung Banyuwangi dalam pementasan ada tiga adegan yaitu jejer, rerepen dan seblang subuh. Tari gandrung bisa dipentaskan di berbagai kesempatan antara lain pesta hajatan, hari besar nasional, dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten kegiatan pariwisata.Tari gandrung sekarang telah menjadi daya tarik wisata, dikemas secara padat ringkas dan dapat dipentaskan setiap saat. Gandrung is one of Banyuwangi’s traditional dances. The dance is a continuation of Seblang dance. Gandrung dance in performance is supported by various components such as dancers, music, musical instruments, songs, dance movement, and stage. In its performance, each gandrung dancer is accompanied by 4 pemaju or pengibing (choral dancers) of all male or female ones. The dance has three scenes, namely jejer, rerepen and seblang subuh. Gandrung dance is usually performed in various occasions such as wedding, national days, or in commemoration of regency’s anniversary, and in tourism events. Gandrung dance now becomes tourism attraction, produced in a concise way & be performed for any occasion.
TARI GANDRUNG SEBAGAI OBYEK WISATA ANDALAN BANYUWANGI Suharti, Mamiek
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v12i1.2215

Abstract

Gandrung merupakan salah satu seni tari tradisional khas Kabupaten Banyuwangi Tari  Gandrung merupakan perkembangan dari tari Seblang. Tari Gandrung dalam pertunjukannya didukung berbagai unsur yakni penari, musik, alat musik, nyanyian, gerak tari dan  panggung. Dalam pementasannya setiap satu orang penari gandrung di iringi  4 orang pemaju atau pengibing semuanya laki laki atau semua perempuan. Tari Gandrung Banyuwangi dalam pementasan ada tiga adegan yaitu jejer, rerepen dan seblang subuh. Tari gandrung bisa dipentaskan di berbagai kesempatan antara lain pesta hajatan, hari besar nasional, dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten kegiatan pariwisata.Tari gandrung sekarang telah menjadi daya tarik wisata, dikemas secara padat ringkas dan dapat dipentaskan setiap saat. Gandrung is one of Banyuwangi’s traditional dances. The dance is a continuation of Seblang dance. Gandrung dance in performance is supported by various components such as dancers, music, musical instruments, songs, dance movement, and stage. In its performance, each gandrung dancer is accompanied by 4 pemaju or pengibing (choral dancers) of all male or female ones. The dance has three scenes, namely jejer, rerepen and seblang subuh. Gandrung dance is usually performed in various occasions such as wedding, national days, or in commemoration of regency’s anniversary, and in tourism events. Gandrung dance now becomes tourism attraction, produced in a concise way & be performed for any occasion.