Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Provinsi-Provinsi Terbaik dalam Produksi Jagung Nasional Melalui Analisis Kuadran atas Variable Produksi dan Produktivitas Per Satuan Luas Lahan Lubna Mutiara Aini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.039 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.10

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras dan bahan utama pembuatan pakan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan bahan pangan semakin meningkat. Dengan demikian, perkembangan produksi komoditas di bidang pertanian, salah satunya jagung, haruslah diperhatikan. Informasi perkembangan jagung baik mengenai produksi, luas panen, dan produktivitas per satuan luas lahan sangatlah penting. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data pertanian jagung selama 22 tahun terakhir yang diambil dari BPS. Hasil studi menunjukkan produksi jagung nasional meningkat sangat signifikan dari 6 juta ton menjadi 20 juta ton (70%) selama 22 tahun. Provinsi dengan produksi jagung tertinggi adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung. Sementara luas panen nasional tidak mengalami peningkatan yang berarti. Selama periode 22 tahun luas panen nasional hanya meningkat 0,9%. Adanya perbedaan peningkatan produksi dan luas panen yang begitu timpang mengindikasikan adanya peningkatan produktivitas jagung per satuan luas lahan. Hasil studi menunjukkan bahwa provinsi-provinsi yang memiliki tingkat produktivitas tinggi adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Lampung. Hasil kuadran analisis menghasilkan empat kelompok provinsi, yaitu provinsi yang memiliki produksi tinggi dan produktivitas tinggi, provinsi yang memiliki produksi tinggi dan produktivitas rendah, provinsi yang memiliki produksi rendah dan produktivitas tinggi, dan provinsi yang memiliki produksi rendah dan produktivitas rendah.