Pristi Suhendro
UNIMED

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI KECAMATAN GIRSANG SIPANGAN BOLON Pristi Suhendro; Ernita Gultom
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No. 2
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v2i2.9093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang : (1) latar belakang masuknya agama Islam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, (2) peran H. Abdul Halim Pardede dalam menyebarkan agama Islam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, (3) perkembangan agama Islam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dan (4) hubungan sosial masyarakat setelah masuknya agama Islam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif yang didukung oleh penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa proses masuknya agama Islam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dilatarbelakangi oleh kehadiran seorang tokoh yang bernama H. Abdul Halim Pardede ke Parapat pada tahun 1927. Penyebaran agama Islam dilakukan dengan berdakwah dan membangun Masjid. Peningkatan jumlah penganut agama Islam bertalian dengan kehadiran para perantau Muslim dari daerah lain salah satunya Minangkabau. Perkembangan agama Islam diikuti dengan pembangunan sebuah surau yang kemudian menjadi Masjid Raya Taqwa Parapat, sekolah-sekolah, dan pemakaman. Para penganut Islam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon secara rutin melakukan pengajian, hal tersebut menarik minat penduduk setempat untuk menganut Islam terutama masyarakat yang masih menganut aliran kepercayaan. Kehadiran agama Islam serta beragam suku masyarakat di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon tidak menjadi penyebab terjadinya konflik.Kata kunci: Penyebaran, Agama Islam, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
PERAN MUSTHAFA HUSEIN AL MANDILI DI PESANTREN MUSTHAFAWIYAH PURBA BARU (1915-1955) Salman .; Pristi Suhendro
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.5 No.1
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v5i1.18247

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Peran Musthafa Husein Al- Mandili di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru ini bertujuan untuk mengetahui Peran Musthafa Husein Al-Mandili Di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru 1912-1955. Kemudian, untuk mengetahui hambatan Musthafa Hesein Al Mandili dalam mendirikan Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Terahir, untuk mengetahui yang dilakukan Musthafa Husein Al Mandili untuk melanjutkan regenerasi kepemimpinan di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah yang dikaji melalui empat tahapan yaitu, heuritik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Peneliti melakukan penelitian buku (field research) melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, Kode Pos 22952. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam kepemimpinan Syekh Musthafa Husein Nasution dimulai dari tahun 1912-1955 dengan jumlah santri 450 orang dan sarana / prasarana 9 lokal. Setelah Syekh Musthafa Husein meninggal, Kepemimpin Pondok Pesantren Musthafawiyah diwariskan kepada anak dan cucunya yaitu : 1) Kepemimpinan Pesantren Musthafawiyah Purba Baru dilanjutkan oleh anaknya yang bernama H.Abdullah Musthafa Nasution. Di masa kepemimpinan H. Abdollah Musthafa Nasution Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru mengalami kemajuan yang sangat pesat dengan jumlah santri 8.500 orang dari tahun 1955-1995, 2) Setelah H. Abdullah Musthafa Nasution meninggal dunia estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Musthawaiyah Purba Baru dilanjutkan oleh adik kandung beliau Drs. H. Abdul Kholik Nasution yang juga merupakan putra Syekh Musthafa Husein Nasution Pendiri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, dan beliau memimpin Pondok Pesantren Mustfawiyah Purba Baru mulai tahun 1955-2003 dengan jum,lah santri 6.300 orang, 3) Kepemimpinan Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru dilanjutkan oleh cucu Syekh Musthafa Husein yaitu H. Mustafa Bakri Nasution yang merupakan putra dari H. Abdollah Musthafa Nasution, pada tahun 2003 sampai sekarang dengan jumlah santri 11.501 orang. Beliau mengikuti jejak ayahandanya yaitu dengan berusaha semaksimal mungkin untuk melanjutkan pembangunan Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di segala bidang.Kata kunci : Musthafa Husein Al-Mandili, Pesantren Musthafawiyah