Lister Eva Simangunsong
UNIMED

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENGUPAHAN KULI PERKEBUNAN TEMBAKAU DI SUMATERA TIMUR PADA MASA KOLONIAL Dyna Ronauli Hutagaol; Lister Eva Simangunsong
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.5 No.1
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v5i1.18276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengupahan yang berlaku bagi kuli pada perkebunan tembakau di Deli Sumatera Timur, bentuk-bentuk perlakuan para penguasa terhadap kuli di Deli Sumatera, dan dampak sistem pengupahan terhadap kehidupan para kuli perkebunan tembakau di Deli Sumatera Timur pada masa Kolonial. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkembangan menjadi daya tarik tersendiri bagi pihak lain yang berkeinginan menanamkan modalnya di Deli. Sistem pengupahan borongan yang diterapkan oleh tuan kebun semata-mata hanya untuk menguntungkan mereka saja. Para kuli justru sangat menderita dengan sistem ini, karena dengan upah 35 sen dalam 10 jam bekerja sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Lain hal jika tuan kebun melakukan pemotongan upah ketika kuli mendapat hukuman, dan biaya pengeluaran alat yang akan digunakan kuli dalam bekerja yang diterapkan dalam sistem upah borongan ini semuanya ditanggung oleh kuli. Hal ini membuat kehidupan para kuli menjadi semakin sulit, karena untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari saja mereka harus bekerja keras dengan jaminan nyawa mereka sendiri yang mereka pertaruhkan.Kata Kunci: Upah, Kuli kebun, Kolonialisme.
BURUH DI SENEMBAH MAATCHAPPIJ 1889-1939 Lister Eva Simangunsong; Tegar Giri Suharseno
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No.1
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v2i1.9086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kehidupan buruh di Senembah Maatschappij pada tahun 1889 sampai dengan tahun 1939. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Sejarah dengan Liblary Research untuk mengumpulkan data berupa litelatur, arsip dan dokumentasi. Metode Sejarah menguji dan menganalisa secara kritis data rekaman dan peninggalan sejarah melalui empat tahapan yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi kemudian penyajian hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan. Keadaan kehidupan buruh yang sulit dikarenakan diberlakukannya Koeli Ordonnantie yang menerapkan Poenale Sanctie bagi para buruh (kuli). Kehidupan buruh tampaknya semakin membaik, karena direktur utama Senembah Maatchappij masa itu C.W. Janssen menaruh perhatian dengan nasib buruh dengan memberikan buruh tempat tinggal, pesangon bagi pensiunan buruh, pendidikan bagi anak-anak buruh yang menggunakan bahasa Jawa sebagai pengantar, dan fasilitas kesehatan bagi para buruh. Tan Malaka pernah bekerja sebagai guru serta bertugas mengawasi kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh Senembah Maatschappij menulis adanya “Kampung Potekim” yaitu kampung yang sengaja dibuat untuk menunjukkan tingginya kesejahteraan buruh di Senembah Maatschappij. Merupakan fakta yang sangat menarik jika kesejahteraan buruh ternyata hanyalah sebuah pencitraan belaka.