Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kasus di BUMDES Mitra Sejahtera Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Jaka sulaksana; Irni Nuryanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.641 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.11

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sejahtera mulai bulan Januari – Agustus 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran BUMDes Mitra Sejahtera, mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi perkembangan BUMDes Mitra Sejahtera, serta mengetahui alternatif strategi apa yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan BUMDes Mitra Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan responden dipecah menjadi dua yaitu sampling jenuh (sensus) dan snowball sampling total jumlah responden adalah 35 orang yang terdiri dari pengurus BUMDes Mitra Sejahtera, Aparat Desa Cibunut, Petani Desa Cibunut dan Karang Taruna Desa Cibunut. Teknik analisis yang digunakan yaitu Deskriptif, analisis SWOT dan matriks QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa BUMDes Mitra Sejahtera telah dibentuk dari tahun 2015 dan memiliki tiga bidang usaha yang dijalankannya yaitu pengelolaan tanah gunung, kios pertanian dan otomotif (grasstack). Faktor lingkungan internal BUMDes Mitra Sejahtera yang diamati yaitu manajemen, keuangan, SDM, sarana dan prasarana, serta payung hukum, sedangkan Faktor lingkungan eksternal yang diamati adalah teknologi, mitra bisnis, pemerintah, potensi desa, partisipasi masyarakat dan pesaing. Strategi yang menjadi prioritas utama untuk pengembangan BUMDes Mitra Sejahtera adalah menjadi distributor usaha atau sebagai pemasok barang untuk kios pertanian dengan nilai TAS (Total Atractive Score) tertinggi.