Rudy Santosa
Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Operasional Dan Pelayanan Kereta Api Ekonomi Jurusan Mojokerto - Kediri: Evaluation of Operational Performance and Economic Train Services for the Mojokerto - Kediri Route Mahes Putra Prawiswara Mahes; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9966

Abstract

Kereta Api Rapih Dhoho menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang ingin berpergian dari Mojokerto ke Kediri karena harga tiket nya yang terjangkau dan melayani perjalanan dari pagi hingga malam. Namun, tiket tanpa tempat duduk menyebabkan penumpang berdiri di ujung gerbong, dekat pintu, atau di koridor, mengganggu kenyamanan dan akses penumpang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja operasional dan pelayanan kereta api yang menggunakan acuan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 63 Tahun 2019. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara survei aktual dan menyebarkan kuesioner, selanjutnya data diolah menggunakan metode Importance Performance Analysis. Hasil yang didapatkan yaitu nilai load factor pada weekday sebesar 57,45% dan pada saat weekend sebesar 62,92%, dimana hasil tersebut belum memenuhi standar, karena dibawah 70%. Untuk rata-rata waktu tempuh diperoleh hasil 79,5 menit, dimana hasil tersebut sudah memenuhi standar. Untuk selisih kedatangan dan keberangkatan kereta api pada weekday dan weekend juga sudah memenuhi standar. Untuk atribut pelayanan yang sudah memenuhi ekspetasi penumpang yaitu ketepatan jadwal kereta api, kemudahan mencari tiket, keramahan petugas kereta api, penomoran tempat duduk, dan tersedianya tempat duduk bagi penumpang berkebutuhan khusus. Untuk atribut pelayanan yang perlu ditingkatkan menurut penumpang yaitu petugas keamanan yang bersiaga, kebersihan toilet, kebersihan di dalam kereta api, kenyamanan di dalam kereta api, dan keamanan di dalam kereta api.
The Analisis Kerusakan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index, Surface Distress Index, dan International Roughness Index (Studi Kasus: Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Dlanggu-Gondang Kabupaten Mojokerto): Analyzing Road Surface Quality and Damage Levels Using PCI, SDI, and IRI Methods: A Case Study on Jalan Jendral Sudirman, Mojokerto Bagas Indra; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9968

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur atau prasarana transportasi yang dapat mempengaruhi kemajuan ekonomi, sosial, budaya, dan politik suatu wilayah. Penggunaan jalan yang berkelanjutan serta volume kendaraaan yang meningkat dapat menyebabkan timbulnya kerusakan jalan yang mempengaruhi kondisi konstruksinya sehingga akan berdampak pada tingkat kualitas, kenyamanan, keamanan, dan kelancaran berlalu lintas. Penelitian ini berfokus pada kondisi perkerasan dan penanganan kerusakan jalan pada lapis permukaan Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Dlanggu-Gondang, Kabupaten Mojokerto menggunakan 3 metode, yaitu Pavement Condition Index (PCI), Surface Distress Index (SDI), dan International Roughness Index (IRI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Kuantitatif dengan pengumpulan data kerusakan jalan untuk perhitungan, yang dapat disajikan dalam bentuk grafik, diagram, dan tabel. Setiap segmen di evaluasi dengan mengukur dimensi, identifikasi jenis dan tingkat kerusakan, serta ketidakrataan jalan. Penelitian ini menggunakan aplikasi Roadlab Pro untuk mengukur nilai IRI. Hasil penelitian dengan metode PCI didapatkan 7 jenis kerusakan yang terjadi antara lain kerusakan Lubang (Potholes) sebesar 42,42%, Tambalan dan Tambalan Galian Utilitas (Pathing and Utility Cut Patch) sebesar 37,92%, Retak Kulit Buaya (Alligator Cracking) sebesar 6,18%, Retak Blok (Block Cracking) sebesar 5,06%, Retak Samping Jalan (Edge Cracking) sebesar 3,93%, Alur Bekas Roda (Rutting) sebesar 2,81%, Pelepasan Butir (Weathering and Raveling) sebesar 1,69%. Sedangkan metode SDI hanya mengidentifikasi 3 jenis kerusakan yaitu Lubang (70,23%), Retak (25,12%), dan Alur Bekas Roda (4,65%). Dan metode IRI hanya menganalisis ketidakrataan jalan. Penelitian menghasilkan nilai yang relatif sama, pada metode PCI dan SDI didapatkan penilaian dengan hasil “Baik” dan jenis penanganan “Pemeliharaan Rutin”, sedangkan metode IRI diperoleh penilaian dengan hasil “Sedang” dan jenis penanganan “Pemeliharaan Rutin”. Untuk memperbaiki tingkat layanan jalan dapat dilakukan pemeliharaan antara lain dengan penutupan retak, penambalan lubang, pengaspalan, dan perbaikan kerusakan tepi perkerasan untuk menjaga kondisi permukaan dan menghindari kerusakan yang ada agar tidak semakin parah serta memperbaiki kenyamanan dan kerataan jalan.