Susi Lawati
Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Hiburan dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang Susi Lawati
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 1 عدد 1 (2018): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (September 2018)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v1i1.4

Abstract

Judul penelitian ini adalah strategi peningkatan penerimaan pajak hiburan dalam upaya meningkatkan pendapatan (PAD) kota Palembang. Bertujuan untuk 1) Menentukan strategi implementasi untuk meningkatkan Pendapatan Pajak Hiburan dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah Palembang, 2) Mengetahui faktor- faktor pendukung dan hambatan yang dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan pajak hiburan di kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama, implementasi strategi Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang dalam peningkatan penerimaan pajak hiburan dengan: 1) Memprioritaskan intensifikasi penerimaan pajak yang belum mencapai target. . 2) Mengembangkan Pendapatan potensial yang diarahkan ke jenis objek pajak daerah baru. 3) Prioritaskan pengembangan layanan pajak infrastruktur on-line. 4) Memberikan Hadiah dan Hukuman kepada aparat, faktor kedua dan pendukung yang mempengaruhi peningkatan pajak hiburan di kota meliputi: jumlah karyawan, pemantauan penggunaan tiket hiburan, pemeriksaan pajak daerah, ketersediaan fasilitas dan kegiatan infrastruktur , potensi peningkatan objek pajak hiburan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan faktor penghambat meningkatkan pajak hiburan di kota Palembang meliputi: dukungan keuangan untuk pekerja lapangan masih rendah, struktur birokrasi yang terkadang berbelit-belit dibuat oleh pejabat, sikap mental dalam wajah pembayar pajak beragam masih lemah, pejabat setempat selingkuh, jumlah tempat hiburan yang tidak memiliki izin resmi Saran dapat diberikan, Kantor Pendapatan Daerah Palembang harus lebih berhati-hati dan bekerja lebih keras untuk menemukan wajib pajak-wajib pajak baru yang merupakan sumber pendapatan agar pajak hiburan ditingkatkan. Telah menerapkan sanksi terhadap perusahaan, sehingga masyarakat dapat diharapkan untuk mematuhi pajak yang dibayarkan tepat waktu sesuai dengan ketentuan. Kantor Pendapatan Daerah Palembang harus lebih meningkatkan pemantauan izin hiburan dan juga peningkatan kualitas personel yang memiliki loyalitas, bersih, dan sangat disiplin.
Efisiensi Penerapan E-Government Dalam Pelayanan Akademik Di Politeknik Pariwisata Palembang Martoyib Martoyib; Suandi Suandi; Edwar Juliartha; Abdul Rauf; Susi Lawati; Yuliana Yuliana; Umi Purwanti
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 8 عدد 1 (2025): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (September 2025)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v8i1.333

Abstract

Efisiensi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan penerapan e-Government dalam meningkatkan pelayanan publik, termasuk pada sektor pendidikan tinggi vokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi penerapan e-Government dalam pelayanan akademik di Politeknik Pariwisata Palembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh 94 pegawai dijadikan responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala Likert yang diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Government di Politeknik Pariwisata Palembang cukup efisien dalam mempercepat pelayanan akademik dan mengurangi biaya administrasi, namun masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur jaringan, ketidaksesuaian kompetensi pegawai, serta rendahnya pemanfaatan fitur layanan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan efisiensi e-Government dipengaruhi oleh integrasi teknologi, kapasitas sumber daya manusia, dan budaya organisasi dalam memanfaatkan sistem.