Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SINERGI MOTIF BATIK ECO-PRINT DAN ASESORIS SOSPESO UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS UKM BATIK DAN UKM ASESORIS Lindiawati ,; Linda Purnama Sari; Dewi Ayu Wulandari
JURNAL DAYA-MAS Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DAYA MAS
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/dymas.v3i2.3

Abstract

Perkembangan trend batik tidak lepas dari perkembangan trend asesoris, karena tampilan batik menjadi lebih elegan dengan didukung asesoris. Motif batik dan desain asesoris terus berkembang seiring dengan kreatifitas pikiran manusia serta perubahan selera pasar. Batik Jumputan Lukis yang dikembangkan UKM Ujung Galuh Surabaya juga mengalami fenomena ini. Selama lima tahun UKM mengembangkan motif batik jumputan dengan teknik lukis dengan hasil batik dengan warna yang kuat. Pada awalnya minat cukup bagus, namun setelah lima tahun penjualan tidak berkembang. Hal yang sama dialami oleh UKM Vitrie yang membuat asesoris bros dan kalung dengan materi  utama batu dan borci. Banyaknya pesaing yang mengunakan jenis batu lain, tulang, kayu, perca, logam dan mutiara membuat UKM ini kalah bersaing. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mensinergikan teknik eco-print untuk mengembangkan kreasi motif batik jumputan lukis dengan paduan asesori dengan teknik sospeso dari perca kain eco-print. Eco-print dibuat dengan mengaplikasikan langsung sayuran dan bunga segar pada kain kemudian diproses dengan penguat warna. Sedangkan asesoris sospeso dibuat dari  perca batik eco-print dengan mengambil motif sayuran dan bunganya yang dirangkai dengan bantuan plastik atau pemanasan. Sinergi motif ini memberikan kreasi batik dan asesoris yang elegan dan menarik minat pasar. Produk kedua UKM ini dalam empat  bulan terakhir telah mengikuti pameran produk tingkat nasional dan mulai diminati pasar menengah-atas dengan kenaikan penjualan 10% dibandingkan rata-rata empat tahun sebelumnya. Kenaikan Mensinergikan batik dengan warna alam yang lembut dengan aksen asesoris sospeso yang menguatkan tampilan batik menjadi energy untuk meningkatkan produktifitas UKM batik dan asesoris.     Kata Kunci:     Penurunan penjualan, sinergi,  pewarnaan alam, eco print, asesoris, sospeso
Risk and Profitability in Indonesian Rural Bank: The Moderating Role of Female Commissioners Frederica Oepit Berliantina; Iramani; Linda Purnama Sari
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jamanika.v5i2.41884

Abstract

This research examines the moderating role of female commissioners in the relationship between business risks and profitability, specifically within the framework of Indonesian rural banks (BPRs). By integrating theories of Good Corporate Governance, Risk Management, and Gender Diversity, this study analyzes how various risks, namely credit risk, represented by non-performing loans (NPL), liquidity risk evaluated through the current ratio (CR), and operational risk measured by the operating expenses to income ratio (BOPO), affect profitability, as indicated by Return on Assets (ROA). Additionally, it explores how the involvement of female commissioners may alleviate these risks. The analysis utilizes panel data from a sample of 30 BPRs in the Malang Raya region over the period from 2019 to 2023, employing fixed-effect regression models with interaction terms. The findings reveal that both credit risk and operational risk significantly diminish profitability, whereas liquidity risk does not exhibit a consistent impact on profitability outcomes. Importantly, the presence of female commissioners is shown to moderate the adverse effects of credit risk, thereby mitigating its negative influence on ROA. These results underscore the strategic importance of fostering gender diversity within corporate governance structures as a vital strategy for enhancing risk management practices and strengthening institutional resilience.