Hikmawan Suryanto
Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sistem Penyelenggaraan Rekam Medis di Unit Rekam Medis Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri Hikmawan Suryanto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.267

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pratama yang keberadaannya cukup vital. Puskesmas merupakan tonggak utama pelayanan kesehatan di Indonesia yang lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Rekam medis merupakan salah satu unit di puskesmas yang keberadaannya cukup penting. Setiap pelayanan yang diberikan puskesmas, wajib dibuat suatu berkas rekam medis. Rekam medis berisi catatan data pasien yang bernilai hukum dan dapat berpengaruh terhadap mutu pelayanan kesehatan. Puskesmas Kota Wilayah Utara memiliki 5 orang petugas rekam medis. Petugas rekam medis yang memiliki latar belakang rekam medis hanya 1 orang. Petugas di TPP terkadang tidak menyampaikan hak dan kewajiban pasien. Padahal, informasi tersebut penting bagi pasien. Hasil dari penelitian ini adalah sistem penyelenggaraan rekam medis telah dilakukan secara berurutan dan sistematis, namun terdapat beberapa hal dalam penyelenggaraan rekam medis yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur puskesmas, regulasi, dan teori. Petugas rekam medis belum memiliki uraian tugas yang jelas sehingga merangkap tugas. Desain formulir sudah sesuai dengan teori. Terdapat ketidaklengkapan rekam medis seperti pengisian diagnosa, kode diagnose, dan paraf dokter. Saran yang dapat diberikan adalah dalam pengkodean diagnosa penyakit, sebaiknya dilakukan dengan membuka buku ICD-10 agar kode diagnosa pasien menjadi akurat.