S. Sujadi
Leiden University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Policies of Young Muslim Association in Europe for Its Indonesian Muslims in Dutch Society: A Re-examination Sujadi, S.
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 44, No 1 (2006)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2006.441.53-71

Abstract

Di tengah langkanya organisasi-organisasi Muslim baik yang bersifat nasional maupun internasional di Belanda, Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) merupakan pengecualian. PPME muncul dengan identitas unik, yakni mencoba berkiprah sebagai organisasi payung bagi semua etnis muslim yang ada di Belanda, walaupun mayoritas anggotanya adalah Muslim Indonesia. PPME menegaskan dirinya sebagai organisasi yang tidak terlibat dalam urusan politik, baik gagasan maupun praktis. Identitas unik itu menempatkan PPME pada posisi yang tidak powerfull karena tidak ada dukungan dari satu negara Muslim. Pemerintah Belanda pun ragu memberikan subsidi karena eksistensinya tidak jelas. Selain itu, ia tidak akan punya satu wajah jelas yang harus ditampilkan sebagai identitas dari para pengurus dan anggotanya. Untuk itu, pengujian kembali (Re-examination) terhadap kebijakan-kebijakannya merupakan satu langkah yang penting untuk ditempuh, agar dapat di-review dan diperbaharui bila perlu. Melalui pengujian kembali tersebut, PPME diharapkan dapat meningkatkan dan memperjelas kiprah-kiprahnya dalam membangun kesadaran dan menjaga solidaritas para pengurus dan anggotanya sebagai Muslim minoritas.
The Formation of PPME’s Religious Identity Sujadi, S.
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 51, No 1 (2013)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2013.511.81-128

Abstract

The Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME, Young Muslim Association in Europe) with its diverse religious backgrounds was established by many Indonesians living in the Netherlands. The organisation takes consideration not only the development of religious practices in Indonesia, but also the prevailing condition in the Netherlands in dealing its religious identity formation. The article focuses on how the organisation’s religious identitiy has been shaped. To deal with this issue, a historical approach is used, combining chronological presentation with analytical approach. This approach is in line with the objective of this research, i.e. to see the ways in which the PPME’s religious identity take shape through reading the bulletins and religious practices. Because of its residence in the Netherlands, the shaping of its religious identity has been dictated by neither political force nor agenda. This led to in acceptance of diverse and plural ideas within the organisation. This has entailed the occurrence of diverse religious identities. Adjustments to the Dutch contexts have been featured by PPME. As a consequence, memories of Indonesia have been adapted to the atmosphere of the Netherlands.[Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) dengan keragaman latar belakang orientasi keagamaan anggotanya adalah organisasi yang didirikan oleh orang-orang Islam Indonesia yang tinggal di Belanda. PPME memperhatikan tidak saja keberagamaan ala Indonesia, namun juga kondisi di Belanda, utamanya dalam menegaskan identitas keberagamaan mereka. Artikel ini menjelaskan bagaimana identitas keagamaan PPME tersebut dibentuk. Untuk mendiskusikan tema tersebut, digunakan pendekatan sejarah --pendekatan yang tidak hanya menyajikan hasil penelitian secara kronologis tetapi juga eksplanasi analitis. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan penulisan artikel ini, yaitu mengidentifikasi metode pembentukan identitas keagamaan PPME. Hal ini dilakukan dengan mencermati bulletin yang diterbitkan PPME dan aktifitas keagamaan yang dilaksanakan. Karena hidup di Belanda, identitas keberagamaan PPME berjalan dengan alamiah, tanpa intervensi politik. Ini mengakibatkan pada penerimaan PPME terhadap keragaman cara pandang yang hidup dalam PPME. Yang terakhir, PPME berusaha keras untuk menyesuaikan identitas keberagamaan mereka dengan konteks Belanda. Konsekuensinya, memori tentang Indonesia itu akhirnya diadaptasi dengan situasi dan kondisi di Belanda.]
Book Review: Islam, Antara Negara Agama dan Negara Sipil Sujadi, S.
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 43, No 2 (2005)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2005.432.501-509

Abstract

Aksi-aksi terorisme yang dilakukan oleh beberapa orang Islam radikalis yang begitu semarak dewasa ini dan gejala-gejala eksklusivisme yang dilakukan oleh beberapa orang Islam-ekstremis di berbagai belahan dunia telah menyebabkan umat Islam, terutama para pemimpin dan ulamanya, dalam keprihatinan yang mendalam. Para pemimpin agama dan ulama, terutama dari kalangan moderat, tidak tinggal diam melihat fenomena-fenomena itu. Mereka melakukan pencerahan-pencerahan dan penyadaran-penyadaran akan kekeliruan-kekeliruan mereka melalui media khotbah, media cetak, media elektronik, melalui seminar-seminar hingga pertemuan-pertemuan khusus. Fenomena di atas, salah satunya, disebabkan oleh pemahaman terhadap Islam secara parsial, tidak utuh. Islam dipahami secara sepotong-potong. Ajaran Islam diterapkan tanpa melihat lingkungan yang ada, sehingga muslim yang menerapkannya bagai alien dan tidak ramah terhadap lingkungannya, apalagi peduli.
Persatuan Pemuda Muslim Se-Eropa: Its Qualified Founders, Progression and Nature Sujadi, S.
Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies Vol 48, No 2 (2010)
Publisher : Al-Jamiah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2010.482.239-280

Abstract

This article concentrates on the history of Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME, Young Muslims Association in Europe), depicting its founders’qualifications, historical founding, and nature, which has been against practical politics, and restructure and expansion. This association remains the largest Indonesian Islam-oriented Muslim association in Europe. However, there has been little research done on this association, despite its significant contributions to the socio-cultural and religous activities of Indonesian Muslims in Europe, particularly in the Netherlands and Germany. Therefore, this article aims to fill the gap in academic research, dealing with its creation and  development up till the present. To deal with this subject, a historical method emphasizing a chronological approach is applied. In addition to historical evidence, oral sources were primarily used due to the scarcity of written documents.