Galuh Dwi Saraswati
Rekam Medis Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengukuran Kinerja dengan Metode Human Resource Scorecard pada Petugas Rekam Medis di Salah Satu Rumah Sakit Daerah Kabupaten Lumajang Feby Erawantini; Galuh Dwi Saraswati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.273

Abstract

Abstrak ditulis dalam bahasa indonesia masing-masing tidak lebih dari 200 kata yang mencakup atau terdiri dari masalah, tujuan, metode, dan hasil yang dituliskan dalam satu paragaraf, dituliskan dengan font Times New Roman ukuran 10pt spasi 1. Abstrak tidak perlu menyertakan sumber sitasi dan tidak boleh mengandung gambar dan tabel. Abstrak harus menggambarkan isi dari penelitian secara keseluruhan Pengukuran kinerja dapat diterapkan untuk mengetahui sejauh mana kualitas ketenagakerjaan. Penilaian kinerja petugas Unit Kerja Rekam Medis (UKRM) salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Lumajang melalui observasi, pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta berdasarkan Standar Kinerja Pegawai (SKP). Sedangkan petugas ditemukan sering terlamat ketika masuk kerja. Tujuan penelitian ini adalah Melakukan Pengukuran Kinerja Seimbang dengan Metode Human Resource Scorecard Pada Petugas Rekam Medis di salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Populasi yang digunakan adalah 27 petugas rekam medis dengan sample memakai total sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan distribusi frekuensi, didapatkan nilai High Performance Work System (HPWS) baik (79%), HR Deliverable baik (83%), Efisiensi SDM baik (80%), Kinerja baik (86,31%). Sedangkan hasil pengukuran kinerja HR Scorecard pada petugas rekam medis yaitu proporsional,  dengan rata-rata skor  dimensi HR Scorecard 80,67% (baik) dan kinerja 76,15% (baik). Sehingga perlu adanya perhatian terhadap  sistem  reward maupun punishment, pengembangan profesional SDM, sistem presensi secara digital, monitoring dan evaluasi pelaksanaan poin HR Scorecard yang dominan dan kinerja.