- Nuryati
Rekam Medis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYEBAB DASAR KEMATIAN BERDASARKAN ICD-10 DI RS PANTI RAPIH YOGYAKARTA - Nuryati; Trian Hidayat
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.41

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Penentuan kode sebab dasar kematian sangat penting dilaksanakan secara tepat agarlaporan mortalitas dan tindakan pencegahan penyakit mematikan dapat terlaksana secara optimal. Penentuankode diagnosis penyebab dasar kematian sangat ditentukan oleh keahlian staff coding dalam mengkode dankepatuhan dokter dalam mengisi sebab kematian sesuai aturan. Aturan yang digunakan untuk menentukankode diagnosis penyebab dasar kematian adalah berdasarkan ICD-10 dengan dibantu Buku Pedoman PenentuanKode Penyebab Kematian Menurut ICD-10 serta tabel bantu berupa tabel MMDS.Tujuan: Mengetahui pelaksanaan penentuan kode diagnosis penyebab dasar kematian di RS Panti RapihYogyakarta, persentase ketepatan hasil kode diagnosis penyebab dasar kematian, dan faktor-faktor yangmenyebabkan ketidaktepatan kode sebab dasar kematian.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancanganpenelitian fenomenology. Subjek pada penelitian ini adalah staff coding, dokter, dan Kepala Instalasi RekamMedis, sedangkan objek penelitian ini adalah Laporan Registrasi Kematian RS Panti Rapih Yogyakarta tahun2012. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Hasil: Pelaksanaan pengkodean sebab dasar kematian di RS Panti Rapih Yogyakarta belum sepenuhnya sesuaidengan ICD-10, staff coding sebab kematian hanya mengkode diagnosis yang sudah dituliskan oleh dokter.Urutan penyakit menuju kematian yang tepat memiliki persentase sebesar 69,59% dengan UCoD yang tepatsebesar 97,48% dan UCoD yang tidak tepat 2,52%, sedangkan urutan penyakit menuju kematian yang tidaktepat sebesar 30,41% dengan UCoD yang tepat sebesar 38,46% dan UCoD yang tidak tepat 61,54%. Totalprosenstase ketepatan UCoD sebesar 79,53% dan yang tidak tepat sebesar 20, 47%. Faktor-faktor yangmenyebabkan ketidaktepatan kode sebab dasar kematian adalah tidak adanya SPO tentang pengkodean sebabdasar kematian, belum digunakannya tabel MMDS sebagai milik rumah sakit yang dijadikan fasilitas untukstaff coding, tidak semua dokter mengisi diagnosis sebab dasar kematian, dan tidak adanya audit coding atauevaluasi ketepatan kode sebab dasar kematian.Kata kunci: Penilaian Teknologi, Teknometrik, SMART, SIMRS Rawat Inap