Loury Priskila
Dokter Internsip Rumah Sakit Umum Daerah Prambanan Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Pengingat Klinis untuk Perbaikan Kepatuhan Peresepan Berdasarkan Formularium dan Formularium Nasional di RS Bethesda Yogyakarta Rizaldy Taslim Pinzon; Loury Priskila
The Journal of Hospital Accreditation Vol 1 No 01 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v1i1.16

Abstract

Masalah Mutu: Penggunaan obat yang tidak rasional menjadi salah satu penyebab utama cedera dan bahaya dalam pelayanan kesehatan. Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional, pemberian obat menjadi sangat selektif mengingat hal ini mempengaruhi biaya yang dikeluarkan rumah sakit dalam pelayanan kesehatan. Pilihan Solusi: Sistem pengingat klinis merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengingatkan tenaga kesehatan khususnya dokter, untuk meningkatkan kepatuhan peresepan obat sesuai formularium. Pada sistem ini setiap dokter akan memberikan resep, dengan pengingat yang terkait kriteria pemberian obat. Implementasi: Dengan sistem pengingat klinis ini kepatuhan peresepan obat sesuai formularium pada bulan Januari-Mei secara berturutan adalah sebesar 99,81% (97.058 resep dari total 97.240 pasien), 99,39% (82.947 resep dari total 83.453 pasien), 99,78% (87.653 resep dari total 87.848 pasien), 99,72% (81.866 resep dari total 82.092 pasien), dan 99,67% (83.748 resep dari total 84.023 pasien). Evaluasi dan Pembelajaran: Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan dokter dalam melakukan peresepan sesuai Formularium RS Bethesda sudah tercapai. Diharapkan dengan adanya alat ini membantu dalam mengendalikan biaya operasional rumah sakit terkait peresepan obat.
TELAAH KRITIS DOKUMEN CLINICAL PATHWAY APPENDISITIS AKUT, HERNIA INGUNALIS LATERALIS DAN HEMORROIDEKTOMI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Rizaldy Taslim Pinzon; Loury Priskila
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 3, No 2 (2018): Nopember 2018
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.861 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v3i2.1585

Abstract

Latar Belakang : Semakin meningkatnya tuntutan pelayanan kesehatan bermutu, bebas dari kesalahan medik, malpraktek dan terhindar dari bahaya (patient safety) dengan biaya yang rendah menjadi latar belakang diterapkannya clinical pathway. Clinical Pathway diharapkan menjadi solusi dalam memberikan proses optimal dalam perawatan, terarah dan memiliki waktu yang tepat.dalam pemberian tindakan oleh tenaga kesehatan terkait diagnosis. Clinical pathway dapat menjadi sebuah alat ukur dalam mengetahui kualitas pelayanan kesehatan dan menjadi acuan pembiayaan sesuai INA-CBGs dimana pembayaran akan dilakuakan berdasarkan diagnosa.Metode : Penelitian ini merupakan studi deskriptif evaluative dengan melihat clinical pathway dan di telaah berdasarkan instrumen ICPAT. Dokumen Clinical Pathway Appendicitis Akut, Hernia Inguinalis Latealis Reponibilis (Herniotomi), dan Hemorroidektomi pada perdarahan per rektal et causa Hemorrhoid  (Hemorroidektomi) di RS Bethesda akan dilihat melalui dua dimensi ICPAT yaitu Dimensi 1 dan 2.Hasil : Dimensi 1 pada instrumen ICPAT seluruhnya terdapat (terjawab ya) pada seluruh Clinical Pathway yang ditelaah. Sedangkan dimensi 2 pada instrumen ICPAT pada clinical pathway Appendicitis akut sebesar 37% (11 pertanyaan) dijawab ya, pada Clinical Pathway Hernia Inguinalis Lateralis dijawab ‘Ya’ adalah sebesar 48 % (13 pertanyaan) dan pada Clinical Pathway Hemorroid sebesar 52 % (14 pertanyaan).Kesimpulan : Berdasarkan instrument ICPAT dokumen ini memang benar adalah sebuah clinical pathway yang baik, namun masih dibutuhkan revisi dan perbaikan untuk menjadikan Clinical Pathway ini sesuai dengan standar ICPAT.