Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI DIRI DAN PERSEPSI MENGENAI PROFESI AKUNTAN PUBLIK TERHADAP MINAT MENJADI AKUNTAN PUBLIK PADA MAHASISWA PRODI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Arifianto, Fajar; Sukanti, Sukanti
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 3 No. 2 (2014): Nominal September 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.456 KB) | DOI: 10.21831/nominal.v3i2.2700

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, untuk mengetahui pengaruh motivasi diri terhadap minat menjadi akuntan publik. Kedua, untuk mengetahui pengaruh persepsi mengenai profesi  akuntan publik terhadap minat menjadi akuntan publik. Ketiga, untuk mengetahui pengaruh motivasi diri dan persepsi mengenai profesi akuntan publik terhadap minat menjadi akuntan publik pada mahasiswa Prodi Akuntansi FE UNY. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Akuntansi angkatan 2010 dan 2011 FE UNY berjumlah 154 orang dengan proportionate stratified random sampling sebagai teknik pengambilan sampel diperoleh 112 sampel. Hasil pengujian H1 yang menyatakan motivasi diri berpengaruh positif terhadap minat menjadi akuntan publik pada mahasiswa Prodi Akuntansi FE UNY  menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga H1 terdukung secara statistik. Untuk H2 yang menyatakan persepsi mengenai profesi akuntan publik berpengaruh positif terhadap minat menjadi akuntan publik pada mahasiswa Prodi Akuntansi FE UNY menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga H2 terdukung secara statistik. Untuk H3 motivasi diri dan persepsi mengenai profesi akuntan publik berpengaruh positif terhadap minat menjadi akuntan publik pada mahasiswa Prodi Akuntansi FE UNY  menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga H3 terdukung secara statistik dalam penelitian kali ini.   Kata Kunci: motivasi diri, persepsi mengenai profesi akuntan publik, minat menjadi akuntan publik  
Pengaruh Pemberian MSG Dan Media Tanam Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Sukanti, Sukanti; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7392

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian MSG dan penggunaan media tanam terhadap pertumbuhan cabai rawit. Rancangan penelitian dilaksanakan menggunakan metode percobaan yang dilakukan di dalam polybag dalam rancangan lingkungan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan.- Faktor yang pertama yaitu dengan media tanam: M0:Tanah + Pasir dengan perbandingan 2:1 M1: Tanah + sekam dengan perbandingan 2:1 M2: Tanah + Pasir + sekam dengan perbandingan 2:1:1- Faktor yang kedua dengan menambahkan MSG takaran dosis yaitu: P1: 0 gr MSG P3: 4 gr MSG P2: 2 gr MSG P4: 6 gr MSG. Adapun parameter yang digunakan yaitu mengukur tinggi tanaman, jumlah cabang, indeks luas daun laju pertumbuhan relatif dan sarapan hara. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan media tanam dan pemberian MSG berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dengan taraf terbaik M1: tanah dan sekam.Pemberian MSG dengan takaran (P2 = 2 gram) memberikan pengaruh sangat nyata pada 2 MST dengan rerata 10,75 cm, dan pada 4 MST dengan rerata 23,96 cm dan pada parameter jumlah cabang dengan taraf terbaik yaitu M1: tanah dan sekam, pemberian MSG pada 2 MST dengan takaran (P4 = 6 gram) memberikan pengaruh sangat nyata dengan rerata 2,44 cabang, dan pada 4 MST dengan takaran (P2 = 2 gram) memberikan pengaruh sangat nyata dengan rerata 5,77 cabang.  Artinya, penggunaan media tanam dan pemberian MSG berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.).
Pengaruh Pemberian MSG Dan Media Tanam Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Sukanti, Sukanti; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7392

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian MSG dan penggunaan media tanam terhadap pertumbuhan cabai rawit. Rancangan penelitian dilaksanakan menggunakan metode percobaan yang dilakukan di dalam polybag dalam rancangan lingkungan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan.- Faktor yang pertama yaitu dengan media tanam: M0:Tanah + Pasir dengan perbandingan 2:1 M1: Tanah + sekam dengan perbandingan 2:1 M2: Tanah + Pasir + sekam dengan perbandingan 2:1:1- Faktor yang kedua dengan menambahkan MSG takaran dosis yaitu: P1: 0 gr MSG P3: 4 gr MSG P2: 2 gr MSG P4: 6 gr MSG. Adapun parameter yang digunakan yaitu mengukur tinggi tanaman, jumlah cabang, indeks luas daun laju pertumbuhan relatif dan sarapan hara. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan media tanam dan pemberian MSG berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dengan taraf terbaik M1: tanah dan sekam.Pemberian MSG dengan takaran (P2 = 2 gram) memberikan pengaruh sangat nyata pada 2 MST dengan rerata 10,75 cm, dan pada 4 MST dengan rerata 23,96 cm dan pada parameter jumlah cabang dengan taraf terbaik yaitu M1: tanah dan sekam, pemberian MSG pada 2 MST dengan takaran (P4 = 6 gram) memberikan pengaruh sangat nyata dengan rerata 2,44 cabang, dan pada 4 MST dengan takaran (P2 = 2 gram) memberikan pengaruh sangat nyata dengan rerata 5,77 cabang.  Artinya, penggunaan media tanam dan pemberian MSG berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.).
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING DI KABUPATEN SLEMAN Sukanti, Sukanti; Faidati, Nur
Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Caraka Prabu
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v5i1.418

Abstract

Kasus stunting di Kabupaten Sleman setiap tahunnya mengalami penurunan, tahun 2015 sebesar 12,86%, tahun 2016 sebesar 11,88%, tahun 2017 sebesar 11,99%, tahun 2018 sebesar 11%, dan ditahun 2019 sebesar 8,38%. Permasalahan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak, melainkan perlu campur tangan dari pihak lain. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model collaborative governance, peran setiap stakeholder, dan desain kelembagaan dalan upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance yang diukur dengan dinamika kolaborasi yakni keterlibatan berprinsip, motivasi bersama, dan kapasitas aksi bersama secara keseluruhan sudah cukup baik, namun beberapa indikator belum berjalan dengan baik, yaitu belum tersedia forum komunikasi secara khusus di tingkat Pemerintah Kabupaten dan masih kurangnya peran swasta. Tindakan kolaborasi berbentuk inovasi kegiatan dalam penanggulangan stunting pelaksanaannya terdapat faktor penghambat seperti penolakan dari masyarakat, kondisi lingkungan kurang sehat, dan pekerjaan orang tua yang mempengaruhi pola asuh. Faktor pendukung sendiri seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, dan anggaran. Dampak collaborative governance ini adalah menurunnya angka stunting dan masyarakat lebih teredukasi. Kolaborasi ini menghasilkan desain kelembagaan berupa pola akuntabilitas. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis memberikan saran kepada Pemerintah Kabupaten Sleman berupa perlunya melakukan monitoring dan evaluasi, meningkatkan peran swasta, seluruh stakeholder memperkuat komitmen, dan meningkatkan koordinasi antar stakeholder.