Sri Sumarmi
Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Usia, Pendidikan, dan Pengetahuan Terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo Fauziah Itsnaini Shofiana; Denok Widari; Sri Sumarmi
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.073 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i4.2018.356-363

Abstract

Background: Anemia is a major nutritional problem in Indonesian, one of the occurs in pregnant women. Therefore the government issued prevention and control program of iron deficiency anemia through consecutive iron supplementation for at least 90 days during pregnancy.Objectives: This study aimed to analyze the influence of age, education and knowledge of consumption of iron tablets.Methods: This research was conducted in Maron Public Health Center, District of Probolinggo using a cross sectional design. A sample of 40 pregnant women in their last trimester who have received 90 iron tablets was recruited with a simple random sampling technique. The influence of age, education, and knowledge was analyzed using logistic regression test with significance value < 0,05.Results: The results showed that the knowledge of pregnant women affected of consumption of iron tablets (p=0.026), but age (p=0.914), education (p=0.419) did not affected of consumption of iron tablets. Conclusion: The conclusion of this research is that consumption of iron tablets in pregnant women is influenced by knowledge of pregnant women. The lack knowledge of the mother, the lower the level consumption of iron tablets. ABSTRAKLatar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi utama di Indonesia, salah satunya terjadi pada ibu hamil. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan program pencegahan dan pengendalian anemia defisiensi besi melalui suplementasi besi berturut-turut selama setidaknya 90 hari selama kehamilan.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh usia, pendidikan, dan pengetahuan terhadap konsumsi tablet tambah darah.Metode: Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Maron, Kabupaten Probolinggo menggunakan desain cross sectional, sampel sebanyak 40 ibu hamil TM III yang mendapatkan 90 tablet besi dengan teknik simple random sampling. Pengaruh usia, pendidikan, dan pengetahuan dianalisis menggunakan uji regresi logistik dengan nilai signifikansi <0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil berpengaruh terhadap konsumsi tablet besi (p = 0.026) , tapi usia (p = 0.914), pendidikan (p = 0.419) tidak berpengaruh terhadap konsumsi tablet besi.Kesimpulan: Konsumsi tablet besi pada ibu hamil dipengaruhi oleh pengetahuan ibu hamil. Rendahnya pengetahuan ibu, maka akan tingkat konsumsi tablet tambah darah semakin rendah.
Analisa Program Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil di Kota Bogor Shabrina Ayu Margirizki; Sri Sumarmi
Media Gizi Kesmas Vol 8 No 1 (2019): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2019)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v8i1.2019.15-22

Abstract

Latar Belakang: Anemia padaibu hamil dapat berdampak pada kematian janin selama masa kehamilan dankematian ibu saat melahirkan.Salah satu upaya pemerintah dalam penanganan dan penanggulangan anemia padaibu hamil tercantum dalam Permenkes RI Nomor 97 tahun 2014, dengan melakukan pendistribusian suplementablet tambah darah dan pemberian edukasi gizi.Tujuan:Tujuan penelitian ini adalahmenganalisis ketimpangan melalui pelaksanaanprogram tablet tambahdarah untukibu hamil di Kota Bogor.Metode:Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptifkualitatifdan menggunakan metode pengumpulandata wawancara mendalam.Informan utamaberjumlah 9 orang,yaitu 1 orang tenaga gizi Dinas Kesehatan KotaBogor, 4 orang tenaga kesehatan bidan dan gizi puskesmas, dan 4 orang ibu hamil.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program tablet tambah darah untuk ibu hamil di KotaBogor dilakukan melalui program distribusi tablet tambah darah dan edukasi gizi namun menunjukkanperbedaan pada penerimaan informasi yang diterima ibu hamil di puskesmas dengan cakupan rendah. Kesulitanmemahami media yang digunakan tenaga kesehatan gizi ditemukan pada puskesmas dengan cakupan tinggi.Data cakupan tablet tambah darah untuk ibu hamil belum terdata secaraaktual dari tenaga kesehatan bidanswasta karenakoordinasiyang rendahantara bidan swasta dan pihak pemerintah.Kesimpulan:Program tablet tambah darah untuk ibu hamil dapat dioptimalkan dengan meningkatkan intensitaskomunikasi antara tenaga kedinasandan tenaga kesehatan bidan swasta untuk menyamakan informasi cakupan,memberikan acuan pokok terkait media konseling dan edukasi yang digunakan oleh tenaga kesehatan dalamproses konseling dan edukasi, dan menetapkan Standar Prosedur Operasional kepada tenaga kesehatan untukmemberikan informasi yang baik dan jelas kepada ibu hamil terkait tablet tambah darah.ABSTRACTBackground:Anemia in pregnant women may impactingto miscarriage during pregnancy and death on deliveryprocess. One amongst many governments' efforts to cope with anemia on pregnancy mentioned in Permenkes RINo 97 published on 2014 are distributing iron tablet to pregnant women and giving nutritional relatededucation. Those programsdone by primary local healthcare center.Objectives:Objective of this study was to analyzethe inequalityof iron tablet program for pregnant womenthrough intervention programmesin Kota Bogor.Methods:This was adescriptive qualitative study. Main informants were 1 nutrition staff in Dinas KesehatanKota Bogor, 4 health workers in primary healthcare center, and 4 pregnant women.Results:Result of study shown that iron tablet implementation program for pregnant women in Kota Bogor wasdone by using same method but show differences impact of pregnant women in low coverage of primaryhealthcare center. The difficulties in understanding the media facility was found in high coverage of primaryhealthcare center. Current data for iron tablet coverage for pregnant women is not the actual data due to lack ofcoordination between private midwife and government.Conclusions:Iron tablet program for pregnant women can be optimized by increasing communication intensitybetween private midwife and government to integrate the data, providing standard reference for media facilitythat used in counseling and education process, and establishing Standard Operational Procedure to every healthworkers in primary healthcare center togive right and clear explanation about iron tablet to pregnant women.