Intan Dewi Mawardini
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembelajaran Matematika Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Masa Pandemi Covid – 19 Intan Dewi Mawardini; Susi Setia Ningsih
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2426

Abstract

Pembelajaran daring adalah salah satu bentuk inovasi di dunia pendidikan dalam menghadapi pandemi. Seperti yang kita ketahui bahwasanya, pada mata pelajaran matematika yang termasuk mata pelajaran sulit menurut peserta didik, maka dalam penerapannya mengharuskan guru lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana proses pembelajaran dan kendala pembelajaran matematika kelas 4 pada masa pandemi covid -19 di MI Al- Kautsar Durisawo Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan subjek guru kelas 4 dan beberapa orang tua siswa. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP secara online, namun pada pelaksanaanya guru harus lebih kreatif dan mengontrol siswa karena tingkat kemampuan siswa yang berbeda- beda. Adapun kendala dalam proses pembelajaran matematika diantaranya guru dan peserta didik tidak dapat memberi feedback secara cepat, pemahaman anak terhaap suatu materi kurang mendalam, karena pembelajaran Matematika terkesan monoton, kurang menyenangkan, membosankan, dan yang paling ditakuti oleh peserta didik. Pada kenyataannya, masih banyak peserta yang menganggap bahwa mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang menakutkan, sulit, membosankan, dan tidak menarik.
Analisis Kinerja Guru dalam Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah Susi Setia Ningsih; Intan Dewi Mawardini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2501

Abstract

Guru sebagai fasilitator bagi siswa harus memiliki banyak kemampuan, seperti kemampuan dalam penguasaan materi, dan menjadi guru yang profesional. guru yang mampu menyusuaikan diri dan kepridiannya harus bersifat dinamis agar mampu untuk melaksanakan tugasnya dengan benar.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja guru dalam pembelajaran tematik kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah guru kelas I dan kelas II. Teknik analisis data yang dilakukan memiliki 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dalam mendesain pembelajaran sudah dilakukan dengan baik, pelaksanaan proses pembelajan yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Tetapi belum maksimal di kegiatan penutup, sedangkan pada proses penilaian kurang maksimal dalam melakukan penialaian sikap. Manfaat dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja guru yang baik dan mengahui faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi kinerja guru.
Implementasi Pembelajaran PKn Sebagai Pendidikan Karakter dI MI Intan Dewi Mawardini
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v3i1.3794

Abstract

ABSTRACTsiklus alamiah dalam tahap evolusi budaya suatu masyarakat seiring dengan perubahan In general, the purpose of education is to form one’s character. Character building sosial dan hadirnya modernitas; (2) Kecimol merupakan anti-tesa dari Gendang Beleq is one of the efforts to improve national development. In line with this, character sebagai bentuk perlawanan kelompok jajar karang terhadap Kelompok Purwangse yangdisebabkan oleh problem ekonomi-politik (ongkos) kebudayaan. development must always contain positive values. Within the scope of National Education, Citizenship Education is used as a forum to realize the goals of National Education. Character education should be given as early as possible. Starting from the Kata kunci: Gendang Beleq; Kecimol; Evolusi budaya; Pertentangan Kelasfamily and then assisted by educators in formal educational institutions starting fromthe basic education level. Success in character education in SD/MI can have an effect until he grows up because at that time children begin to be able to recognize good and bad things, with good guidance, students will be able to behave well and the quality of their education will increase and develop
Pembelajaran Matematika Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Masa Pandemi Covid – 19 Intan Dewi Mawardini; Susi Setia Ningsih
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2426

Abstract

Pembelajaran daring adalah salah satu bentuk inovasi di dunia pendidikan dalam menghadapi pandemi. Seperti yang kita ketahui bahwasanya, pada mata pelajaran matematika yang termasuk mata pelajaran sulit menurut peserta didik, maka dalam penerapannya mengharuskan guru lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana proses pembelajaran dan kendala pembelajaran matematika kelas 4 pada masa pandemi covid -19 di MI Al- Kautsar Durisawo Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan subjek guru kelas 4 dan beberapa orang tua siswa. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, guru melaksanakan pembelajaran sesuai RPP secara online, namun pada pelaksanaanya guru harus lebih kreatif dan mengontrol siswa karena tingkat kemampuan siswa yang berbeda- beda. Adapun kendala dalam proses pembelajaran matematika diantaranya guru dan peserta didik tidak dapat memberi feedback secara cepat, pemahaman anak terhaap suatu materi kurang mendalam, karena pembelajaran Matematika terkesan monoton, kurang menyenangkan, membosankan, dan yang paling ditakuti oleh peserta didik. Pada kenyataannya, masih banyak peserta yang menganggap bahwa mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang menakutkan, sulit, membosankan, dan tidak menarik.