Peduk Rintayati
Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Motif Batik dalam Pendidikan Karakter Pasa Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Ngawi Rizal Yusuf Saputra; Sandra Bayu Kurniawan; Peduk Rintayati; Esthi Mindrati
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.762

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya yang harus selalu dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Salah satu motif batik yaitu berasal dari Kabupaten Ngawi. Motif yang ada di dalam batik bukan hanya untuk nilai estetik saja melainkan mempunyai makna sendiri. Setiap motif batik tentunya mempunyai makna tersendiri. Sehingga makna tersebut diduga bisa berkontribusi untuk dunia pendidikan. Pendidikan karakter sangat diperlukan untuk anak sekolah dasar selain dari pengetahuan kognitifnya dan psikomotornya saja. Maka dilakukan penelitian mengenai motif batik dalam pendidikan karakter di sekolah dasar dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan hermeneutik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah motif batik Ngawi mempunyai makna yang terkandung nilai karakter untuk pendidikan karakter di Sekolah Dasar. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan hermaneutik. Hasilnya didapat berdasarkan hasil observasi dan wawancara terdapat motif batik yang mempunyai makna dan nilai karakter yaitu motif batik Wahyu Ngawiyatan, Motif batik Srambang Park dan juga Motif Batik Benteng Pendem.
Motif Batik dalam Pendidikan Karakter Pasa Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Ngawi Rizal Yusuf Saputra; Sandra Bayu Kurniawan; Peduk Rintayati; Esthi Mindrati
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.762

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya yang harus selalu dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Salah satu motif batik yaitu berasal dari Kabupaten Ngawi. Motif yang ada di dalam batik bukan hanya untuk nilai estetik saja melainkan mempunyai makna sendiri. Setiap motif batik tentunya mempunyai makna tersendiri. Sehingga makna tersebut diduga bisa berkontribusi untuk dunia pendidikan. Pendidikan karakter sangat diperlukan untuk anak sekolah dasar selain dari pengetahuan kognitifnya dan psikomotornya saja. Maka dilakukan penelitian mengenai motif batik dalam pendidikan karakter di sekolah dasar dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan hermeneutik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah motif batik Ngawi mempunyai makna yang terkandung nilai karakter untuk pendidikan karakter di Sekolah Dasar. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan hermaneutik. Hasilnya didapat berdasarkan hasil observasi dan wawancara terdapat motif batik yang mempunyai makna dan nilai karakter yaitu motif batik Wahyu Ngawiyatan, Motif batik Srambang Park dan juga Motif Batik Benteng Pendem.
The Effect of Mind Mapping-Based Problem Based Learning Model on Mathematical Reasoning Ability in Terms of Self-Efficacy Muh Khafid Wahyu Nugroho; Peduk Rintayati; Sandra Bayu Kurniawan
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62794/je3s.v7i4.404

Abstract

This study examines the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) integrated with Mind Mapping in improving elementary school students’ mathematical reasoning ability while considering the role of self-efficacy. Although previous studies have reported the benefits of PBL and Mind Mapping in mathematics education, limited research has investigated their combined implementation using a factorial experimental design that simultaneously examines the influence of self-efficacy on mathematical reasoning among elementary school students. To address this gap, the study employed a quantitative experimental method with a 2 × 2 factorial design involving 86 fifth-grade students from public elementary schools in Andong District, Boyolali Regency, Indonesia. Participants were assigned to either a PBL integrated with Mind Mapping group or a Direct Instruction group, while self-efficacy was classified into high and low categories. Data were collected using a mathematical reasoning test and a validated self-efficacy questionnaire and analyzed through descriptive statistics and Two-Way ANOVA. The findings revealed that students who learned through PBL integrated with Mind Mapping achieved significantly higher mathematical reasoning scores than those receiving Direct Instruction. Students with high self-efficacy also outperformed those with low self-efficacy, although no significant interaction was found between the learning model and self-efficacy. These results suggest that instructional strategies and self-efficacy independently contribute to mathematical reasoning development. This study provides empirical evidence supporting the integration of PBL and Mind Mapping as an effective approach to enhancing mathematics learning outcomes in Indonesian elementary schools.