Lily Wijayanti
Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identitas Visual dan Aplikasi Ragam Hias Toraja dalam Desain Interior "Café Tator" Lily Wijayanti
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 4 No. 1 (2015): Lintas Batas Ekspresi Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v4i1.27

Abstract

Fokus penelitian ini adalah bagaimana identitas visual ragam hias digunakan dalam interior Cafe Tator di Grand Indonesia, Jakarta, dengan memanfaatkan sensibilitas etnik Toraja sebagai suatu perwujudan bentuk desain ke dalam fungsi ruang komersial. Penerapan ragam hias di sini tidak lagi mengacu kepada makna simbolis ragam hias yang sakral, akan tetapi lebih mengacu ke dalam fungsi modern yang bermakna profan. Konsep desain di sini merupakan interpretasi modern yang mewakili bentuk ragam hias tradisional, namun diolah kembali menggunakan material dan dimensi baru tanpa menghilangkan karakteristik visualnya. Prinsip-prinsip dasar tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu pembentuk brand image sebuah kedai kopi khusus dari Tana Toraja yaitu "Cafe Tator". Tampilan visual unsur budaya Toraja dapat memperkuat nilai jual sebagai salah satu bentuk upaya dalam mengembangkan citra positif di benak konsumen sebagai kebutuhan masa kini, yaitu sebuah identitas lokal yang juga menjadi bagian dari gaya hidup atau 'life style' masyarakat urban.
Coworking Space: Pergeseran Makna Ruang dan Pola Kerja Masyarakat Urban di Jakarta Ardianti Permata Ayu; Lily Wijayanti
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 7 No. 2 (2019): Makna Ruang untuk Masyaarakat Urban
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v7i2.111

Abstract

Abstrak: Seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi, maka aktivitas masyarakat—khususnya masyarakat urban—pun menjadi lebih cepat, mobile, serta melampaui batasan ruang. Hal tersebut memicu terjadinya jenis-jenis pekerjaan yang juga mobile, yang tidak memerlukan kantor sebagai tempat bekerja secara khusus. Penggunaan ruang kerja yang kompleks tidak lagi diperlukan untuk beberapa pekerjaan tersebut, karena penyimpanan data dan pengarsipan sudah dapat disimpan dalam ruang virtual. Hal ini menyebabkan adanya kecenderungan pola kerja yang berubah. Beberapa pekerjaan menjadi semakin liat, tidak lagi harus mengikuti sistem rantai kerja (ekosistem) yang bersifat hierarkis, melainkan sistem kolaboratif yang bersifat horizontal. Adanya konsep bekerja dengan sistem sosialisasi dan kolaborasi dalam berbagai bidang tersebut diterapkan dalam wujud budaya knowledge sharing. Maka kemudian, muncullah ide-ide kreatif untuk menciptakan ruang bekerja yang dapat mengakomodir permasalahan urban tersebut di atas sekaligus juga ruang bekerja yang memiliki suasana ruang yang nyaman dan santai, yaitu ruang bekerja yang disebut dengan coworking space. Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan cultural studies, mencoba mengkaji bagaimana dengan adanya coworking space, maka pergeseran makna dan fungsi ruang (ruang bekerja) terjadi, sehingga dapat dilihat bagaimana proses dinamika perubahan pola kerja sebagai kebudayaan dalam masyarakat urban terjadi, khususnya di Jakarta, yang kemudian direpresentasikan dalam desain model ruang kerja coworking space. Abstract: The rapid development of technology has affected the activities of urban communities, which is becoming more mobile, including work activities. It triggers the types of jobs that are also mobile, which do not require an office as a place to work specifically. The use of complex workspaces is no longer needed for some of these jobs, because data storage and archiving can already be stored in virtual space. Some jobs are becoming more fluid, no longer have to follow a hierarchical chain of work (ecosystem) system, but rather a horizontal collaborative system. The concept of working with collaboration systems in various fields is applied in the form of a knowledge sharing culture. Based on this, then coworking space appears as a workspace that can accommodate the work activities of urban communities.This study by using qualitative research methods and cultural studies approaches, try to examine how the meaning and function of space (work space) has shifted in coworking space, so that it can be seen how the dynamic process of changing work patterns as culture in urban society occurs, especially in Jakarta, which is represented in the design of coworking space work space models.