Endang Sri Lestari
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Karanganyar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Pembelajaran Konstruktivis Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Endang Sri Lestari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2469

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan di tempat kerja. Selain itu, kemampuan berpikir kritis juga membantu dalam menyelesaikan masalah dan membangun strategi terbaik sehingga mampu membuat pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada pokok bahasan sistem koordinasi dan alat indra. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XI salah satu sekolah di kabupaten Karanganyar. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kemampuan berpikir kritis dan observasi lapangan, data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang dignifikan pada tiap aspek kemampuan berpikir kritis peserta didik antara pra-dan pasca-siklus dengan rerata pra-siklus sebesar 32,46%, siklus 1 (50%), dan siklus 2 (78,17%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran kritis peserta didik dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivis-metakognitif. 
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Sistem Imunitas Endang Sri Lestari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2470

Abstract

Sistem imunitas menjadi isu sentral infeksi virus COVID-19 yang berkembang di masyarakat, tidak lain adalah agar masyarakat memiliki sistem daya tahan tubuh yang kuat. Akan tetapi, tanpa pemahaman yang baik tentang sistem imun, sebuah informasi yang keliru dapat saja menyesatkan masyarakat. Pemahaman yang baik sebuah materi dapat dilatihkan melalui pembelajaran, salah satunya menggunakan model Problem based Learning (PBL). Penelitian dilakukan menggunakan penelitian eksperimen, dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini diambil dari salah satu SMA negeri yang ada di kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Desember 2021. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai rerata pada pre-test sebesar 37,42 (ST-DEV 11,32) dan post-test 78,03 (ST-DEV 6,11). Rata-rata nilai gain sebesar 0,626 berada pada kategori sedang. Sebaran skor yang diperoleh sebelum menggunakan model PBL terdapat 24,2% siswa yang memperoleh skor 30 dan 35, sedangkan setelah penerapan model PBL dilakukan terdapat 30,3% siswa yang memperoleh skor 75, dan 27,3% siswa yang memperoleh skor 80. Perubahan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Model Pembelajaran Konstruktivis Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Endang Sri Lestari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2469

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan di tempat kerja. Selain itu, kemampuan berpikir kritis juga membantu dalam menyelesaikan masalah dan membangun strategi terbaik sehingga mampu membuat pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada pokok bahasan sistem koordinasi dan alat indra. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XI salah satu sekolah di kabupaten Karanganyar. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket kemampuan berpikir kritis dan observasi lapangan, data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang dignifikan pada tiap aspek kemampuan berpikir kritis peserta didik antara pra-dan pasca-siklus dengan rerata pra-siklus sebesar 32,46%, siklus 1 (50%), dan siklus 2 (78,17%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran kritis peserta didik dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivis-metakognitif. 
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Sistem Imunitas Endang Sri Lestari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2470

Abstract

Sistem imunitas menjadi isu sentral infeksi virus COVID-19 yang berkembang di masyarakat, tidak lain adalah agar masyarakat memiliki sistem daya tahan tubuh yang kuat. Akan tetapi, tanpa pemahaman yang baik tentang sistem imun, sebuah informasi yang keliru dapat saja menyesatkan masyarakat. Pemahaman yang baik sebuah materi dapat dilatihkan melalui pembelajaran, salah satunya menggunakan model Problem based Learning (PBL). Penelitian dilakukan menggunakan penelitian eksperimen, dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini diambil dari salah satu SMA negeri yang ada di kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Desember 2021. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai rerata pada pre-test sebesar 37,42 (ST-DEV 11,32) dan post-test 78,03 (ST-DEV 6,11). Rata-rata nilai gain sebesar 0,626 berada pada kategori sedang. Sebaran skor yang diperoleh sebelum menggunakan model PBL terdapat 24,2% siswa yang memperoleh skor 30 dan 35, sedangkan setelah penerapan model PBL dilakukan terdapat 30,3% siswa yang memperoleh skor 75, dan 27,3% siswa yang memperoleh skor 80. Perubahan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa.