Iis Aprinawati
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA WACANA SISWA SEKOLAH DASAR Iis Aprinawati
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.016 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.132

Abstract

Kegiatan membaca memberikan dampak positif khususnya bagi anak sekolah dasar, namun pada umumnya masih sering ditemukan masalah yaitu sulitnya menumbuhkan minat baca  pada anak tingkat sekolah dasar. Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa sangat sulit untuk menumbuhkan minat siswa dalam memahami sebuah bacaan (wacana) yang ditemukan dalam buku bahasa Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut perlu diadakan usaha peningkatan kegiatan pembelajaran khususnya dalam memahami isi bacaan. Adapun proses pembelajaran yang bisa digunakan yaitu dengan cara menerapkan model peta pikiran (Mind Mapping) yang mampu menarik perhatian dan minat siswa, mendukung kegiatan siswa dalam menemukan pokok-pokok pikiran dalam wacana sehingga siswa mampu memahami isi bacaan dari wacana tersebut. Mind Mapping (peta pikiran) merupakan suatu metode pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa dalam menentukan dan menyusun inti dari bacaan. Oleh karena itu dengan penerapan model peta pikiran (Mind Mapping) bisa dianggap sebagai cara alternatif untuk meningkatkan keterampilan bahasa siswa terutama didalam hal pemahaman membaca wacana di sekolah dasar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 55 PEKANBARU Iis Aprinawati
Jurnal Basicedu Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.507 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.159

Abstract

Penelitian ini termotivasi karena kurangnya kemampuan menulis puisi di sekolah dasar. Belajar sastra di sekolah dasar sangat penting, apalagi belajar menulis puisi. Dengan belajar menulis puisi, para siswa dapat menggali potensi mereka dan mengembangkan kreativitas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran sintaksis terhadap kemampuan menulis puisi bebas. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan kuasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 55 Pekanbaru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi tes (penulisan puisi siswa) untuk menguji kemampuan menulis puisi bebas sebelum dan sesudah perlakuan yang diberikan. Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen adalah model pembelajaran sintaksis, sedangkan kelas kontrol diobati dengan pembelajaran langsung. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik kuantitatif dan kualitatif melalui teknik uji beda rata-rata dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen menggunakan model sintaksis mempengaruhi kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas yang dapat dilihat dari rata-rata perbedaan kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan sintaksis dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran langsung. 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMERANKAN TOKOH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA SISWA KELAS V SD NEGERI 024 KOTA PEKANBARU Iis Aprinawati
Jurnal Basicedu Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.103 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v1i2.165

Abstract

Rumuskan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimakah keterampilan memerankan tokoh dengan menggunakan metode sosiodrama Siswa Sekolah Dasar?Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan memerankan tokoh drama pada siswa kelas V SD Negeri 024 Kota Pekanbaru. Subjek dalam penelitian adalah guru dan siswa kelas V 024Kota PekanbaruJumlah siswa 17 anak, terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Sebelum diadakan penelitian peneliti mengadakan kegiatan observasi awal melalui wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari rata-rata.Hal ini dapat ditandai dengan nilai rata-rata siswa pada data awal adalah 60,41 dengan ketuntasan kalsikal 41,17% (7 siswa). Setelah menggunakan metode sosiodrama pada hasil tes siklus I nilai rata-rata siswa 67,47 dengan ketuntasan klasikal 70,59% (12 siswa). Pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat kembali 77 dengan tingkat ketuntasan klasikal sebanyak 88,23% (15 siswa). Aktivitas guru pertemuan pertama siklus I dengan persentase 65%. Pertemuan kedua siklus I dengan persentase 72,5%. Kemudian pada pertemuan pertama siklus II dengan persentase 77,5% dan pertemuan kedua siklus II dengan persentase 85%. Aktivitas siswa pertemuan pertama siklus I dengan persentase 60%. Pertemuan kedua siklus II dengan persentase 72,5%. Kemudian pada pertemuan pertama siklus II dengan persentase 82,5% dan pada pertemuan kedua siklus II dengan persentase 87,5%.
PENGGUNAAN MODEL PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA WACANA SISWA SEKOLAH DASAR Iis Aprinawati
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.132

Abstract

Kegiatan membaca memberikan dampak positif khususnya bagi anak sekolah dasar, namun pada umumnya masih sering ditemukan masalah yaitu sulitnya menumbuhkan minat baca  pada anak tingkat sekolah dasar. Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa sangat sulit untuk menumbuhkan minat siswa dalam memahami sebuah bacaan (wacana) yang ditemukan dalam buku bahasa Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut perlu diadakan usaha peningkatan kegiatan pembelajaran khususnya dalam memahami isi bacaan. Adapun proses pembelajaran yang bisa digunakan yaitu dengan cara menerapkan model peta pikiran (Mind Mapping) yang mampu menarik perhatian dan minat siswa, mendukung kegiatan siswa dalam menemukan pokok-pokok pikiran dalam wacana sehingga siswa mampu memahami isi bacaan dari wacana tersebut. Mind Mapping (peta pikiran) merupakan suatu metode pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa dalam menentukan dan menyusun inti dari bacaan. Oleh karena itu dengan penerapan model peta pikiran (Mind Mapping) bisa dianggap sebagai cara alternatif untuk meningkatkan keterampilan bahasa siswa terutama didalam hal pemahaman membaca wacana di sekolah dasar