Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : UG Journal

PERBANDINGAN DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG BERDASARKAN BENTUK DENGAN VARIASI DIMENSI Fajarsari, Ega Julia; Sukirman, Edi
UG Journal Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan bagian terpenting dalam suatu bangunan. Jika pondasi tidak mampu memikul beban atau memiliki daya dukung yang kecil, maka akan terjadi penurunan yang besar sehingga akan berbahaya untuk konstruksi diatasnya. Pemilihan tipe dan bentuk serta menentukan dimensi pondasi merupakan bagian terpenting dan harus disesuaikan dengan kondisi tanah pada proyek tersebut. Penelitian ini menganalisis perbandingan nilai daya dukung dan penurunan berdasarkan bentuk pondasinya dengan variasi dimensi sehingga dapat dipilih dimensi yang paling optimal pada konstruksi tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan, daya dukung ultimit tiang dan penurunan yang di dapat untuk tiang pancang persegi 30 x 30 cm, 35 x 35 cm, 40 x 40 cm dan tiang pancang lingkaran (spun pile) dengan diameter 30 cm, 35 cm, 40 cm adalah masing – masing sebesar 178,32 ton, 225,54 ton, 277,76 ton dan 139,98 ton , 177,05 ton, 218,04 ton, untuk penurunan masing – masing sebesar 0,025 m, 0,027 m, 0,028 m dan 0,022 m, 0,023 m, 0,025 m. Bentuk dan dimensi pondasi yang digunakan pada penelitian ini adalah spun pile dengan diameter 30 cm. Daya dukung lateral yang didapat sebesar 31,79 ton. Defleksi yang terjadi sebesar 0,0026 m. Penulangan pondasi untuk tulangan longitudinal D16 sebanyak 4 batang untuk setiap tiang pondasi dan tulangan geser spiral digunakan D13 – 29. Desain pile cap terdiri dari dua tipe yaitu pile cap dengan panjang 0,6 m, lebar 1,4 m dan tebal 0,45 m, dan panjang 0,6 m dan 1,4 m serta lebar 1,4 m dengan jumlah tulangan bervariasi yaitu arah x 3D19 hingga 7D19 dan arah y 7D19
ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN TOWER TELEKOMUNIKASI Nuryanto Nuryanto; Ega Julia Fajarsari; Ratu Nurmalika; Edi Sukirman
UG Journal Vol 16, No 7 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat harus disertai dengan peningkatan infrastrukturnya, salah satu infrastruktur untuk mendukung perkembangan teknologi informasi adalah dengan menambah perangkat telekomunikasi untuk meningkatkan jaringan seperti menambah antena sektor ataupun antena transmisi. Penambahan perangkat telekomunikasi yang di bangun diatas bangunan eksisting mengakibatkan penambahan beban yang sebelumnya tidak direncanakan. Penelitian ini menganalisis struktur bangunan akibat penambahan beban tower telekomunikasi dengan menggunakan program ETABS dan perhitungan manual yang berdasar pada peraturan SNI. Pada analisis ini dibuat 3 modeling dengan menggunakan program ETABS. Modeling pertama adalah kondisi normal sebagai kontrol. Modeling kedua adalah struktur existing dengan beban tambahan server tanpa struktur perkuatan. Dan Modeling ketiga dengan beban tambahan dan dengan struktur perkuatan baja profil. Berdasarkan hasil output dari masing-masing modeling dilakukan analisa perbandingan untuk mendapatkan peningkatan luas tulangan perlu dan gaya dalam yang terjadi serta dimensi baja profil untuk struktur perkuatannya. Berdasarkan hasil analisis, akibat penambahan beban server tanpa perkuatan struktur mempunyai efek terhadap struktur lainnya yang tidak langsung menerima beban tambahan, seperti pada balok pendek di area penambahan beban server, akan tetapi efek yang terjadi atau peningkatannya tidak terlalu signifikan, yaitu rata-rata di bawah 50%. Pada struktur kolom dan plat mengalami kenaikan luas tulangan perlu karena kenaikan momen dan geser di kolom dan plat tersebut, akan tetapi masih mampu dan aman untuk menopang struktur perkuatan tambahan dan beban tambahan server karena tulangan yang terpasang masih lebih dari tulangan perlu.
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG PERKANTORAN DI KABUPATEN KARAWANG BERDASARKAN PERATURAN BEBAN GEMPA SNI 1726 – 2019 Nuryanto, Nuryanto; Fajarsari, Ega Julia; Sukirman, Edi
UG Journal Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkurangnya lahan dan mahalnya harga tanah menjadikan bangunan bertingkat sebagai salah satu solusi kebutuhan untuk tempat tinggal dan aktifitas dalam bekerja. Perencanaan struktur gedung bertingkat harus memperhatikan pedoman yang berlaku dan terbaru agar sesuai kondisi terkini. Hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan gedung bertingkat adalah perilaku struktur ketika terjadi gempa dan kapasitas dari masing-masing elemen struktur untuk menahan beban gempa yang terjadi. Penelitian ini menganalisis performa dinamik struktur dan kapasitas momen pada komponen struktur gedung perkantoran tiga lantai di Kabupaten Karawang. Analisis struktur dan pemodelan struktur menggunakan program ETABS (Extended There Dimensional Analysis Building System) mengetahui dimensi dan rasio penulangan pada elemen – elemen struktur dan defleksi akibat beban gempa. Gedung perkantoran di Kabupaten Karawang direncanakan berdasarkan pada sistem rangka ruang yang diasumsikan berada pada tanah keras dan dianalisis berdasarkan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Mutu beton untuk elemen struktur kolom balok dan plat menggunakan (fc’) 30 MPa, mutu baja tulangan (fy) = 420 MPa dan 520 MPa, mutu wiremesh fy=500 MPa dan mutu metal deck fy = 550 MPa. Peraturan pembebanan yang digunakan mengacu pada PPURG 1983 dan SNI 1726-2019 sebagai peraturan yang digunakan sebagai standar ketahanan gempa dan kapasitas elemen struktur beton bertulang mengacu pada peraturan SNI 2847-2019. Berdasarkan hasil analisis respon dinamik untuk translasi arah Y diperoleh sebesar 51,69% pada mode 1, untuk translasi arah X diperoleh nilai sebesar 50,5% pada mode 2, sedangkan untuk rotasi diperoleh nilai sebesar 43,73% pada mode 3. Rasio keamanan struktur didapatkan nilai maksimum sebesar 0,982 lebih kecil dari 1 sehingga struktur masih dalam kondisi stabil.