Rita Nunung Tri Kusyanti
SMA Negeri 1 Tempel, Sleman, DIY

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Stres Akademik dan Student Engagement Siswa SMA pada Masa Pandemi Covid-19 Rita Nunung Tri Kusyanti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 6 No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.381 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i3.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan student engagement siswa SMA pada masa pandemi. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan yang negatif antara stres akademik dan keterlibatan siswa atau student engagement, artinya semakin tinggi stress akademik semakin rendah nilai student engagement. Subyek penelitian berjumlah 180 siswa kelas X, XI dan XII SMA Negeri 1 Tempel Sleman. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala stres akademik dan skala student engagement yang sudah diadaptasi dan dikembangkan oleh peneliti. Skala stres akademik memiliki koefisien reliabilitas 0,921 dan skala student engagement memiliki koefisien reliabilitas 0,738. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment Pearson karena sebaran data kedua variabel normal dan mempunyai hubungan yang linear. Hasil uji korelasi menggunakan uji korelasi product moment berdasarkan nilai signifikasi (2-tailed) adalah sebesar 0,599 > 0,05, berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel stres akademik dengan variabel student engagement. Hasil nilai r hitung (Pearson correlation) adalah - 0,39 artinya nilai 0,39 tersebut lebih besar dari r tabel 0,148 maka kedua variabel stres akademik dan student engagement mempunyai hubungan, kekuatan hubungan stres akademik dan student engagement pada masa pandemi di SMAN 1 Tempel mempunyai hubungan yang rendah. Kedua variabel mempunyai hubungan yang negatif karena nilai Pearson correlation bertanda negatif artinya bila student engagement rendah maka stres akademik tinggi atau bila stres akademik rendah maka student engagement pada pembelajaran jarak jauh tinggi.
Pengembangan Desain Blended Learning Mata Pelajaran Fisika SMA pada Era Kenormalan Baru Rita Nunung Tri Kusyanti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 7 No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.878 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v7i1.318

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan desain pembelajaran blended learning pada mata pelajaran Fisika kelas XI di masa era kenormalan baru. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan R&D dengan model ADDIE. Tahapan penelitian ini, hanya sampai pada tahapan kedua yaitu analisis kebutuhan dan desain rancangan model pembelajaran blended. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk memvalidasi rancangan (brief design) pembelajaran blended, instrumen penelitian berupa lembar observasi, analisa data secara kualitatif. Perencanaan desain produk dengan menyusun desain pembelajaran blended dengan mengacu pada kompetensi matapelajaran Fisika pada masa darurat C-19 dengan sintak blended learning. Berdasar analisis kebutuhan pembelajaran blended learning paling efektif untuk diterapkan pada era kenormalan baru. Desain pembelajaran (brief design) blended learning Fisika model flipped classroom dengan memperhatikan variasi tatap muka pembelajaran offline dan pembelajaran online dengan prosentasi 50%-50%. Hasil validasi ahli media dan materi diperoleh penilaian obyek pembelajaran mengadaptasi dari LORI adalah adalah 81,58% masuk kategori setuju dan 85,52% masuk kategori sangat setuju, kuesioner evaluasi proses pembelajaran daring adalah 81,25 % masuk kategari cukup baik, dan 89,58% masuk kategori sangat baik, penilaian desain pembelajaran blended learning adalah 85% masuk kategari setuju dan 90% masuk kategori sangat setuju. Rerata aspek atau indikator 85,48% maka hasil validasi ahli isi materi dan media desain pembelajaran blended yang dikembangkan bisa diuji cobakan karena sudah memasuki klasifikasi baik (mendekati sangat baik).