Faizah Mangerang
Faizah Mangerang Bimbingan dan Konseling

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pernikahan Dini Suku Bajo di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Faizah Mangerang
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1857

Abstract

Suku Bajo selain terkenal dengan sukunya yang hidup bebas, mengembara di lautan luas, sehingga sering disebut sebagai pengembara laut. Suku Bajo diidentikkan dengan berbagai julukan, termasuk manusia perahu, yang kehidupannya tidak bisa dipisahkan dari laut dan perahu. masyarakat Suku bajo khususnya di Desa Jayabakti kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah masih banyak terjadi pernikahan dini atau pernikahan dibawah umuryang sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan layanan atau penyuluhan. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiapapenyebabpernikahan dini yang terjadi di DesaJayabakti.Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tentang pernikahan dini suku Bajo disebabkan oleh beberapa faktor: 1) pergaulan bebas, kebebasan bergaul tanpa ada arahan dari orang tua sehingga anak remaja yang belum bisa mengontrol diri dari segi emosional, kontrol diri dari hawa nafsu, kontrol diri dari pergauan bebas. 2) Pendidikan formal bukanlah hal yang terpenting dalam hidup mereka tapi bagaimana bisa bertahan hidup dalam kehidupan sehari-hari. 3) pola asuh orang tua suku Bajo dalam berbeda denga orang tua pada umumnya, suku Bajo sangat penyayang jika ada anak minta sesuatu maka orang tua mewajibkan dirinya untuk mengusahakan dan memenuhi permintaan anak tersebut.
Pernikahan Dini Suku Bajo di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Faizah Mangerang
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1857

Abstract

Suku Bajo selain terkenal dengan sukunya yang hidup bebas, mengembara di lautan luas, sehingga sering disebut sebagai pengembara laut. Suku Bajo diidentikkan dengan berbagai julukan, termasuk manusia perahu, yang kehidupannya tidak bisa dipisahkan dari laut dan perahu. masyarakat Suku bajo khususnya di Desa Jayabakti kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah masih banyak terjadi pernikahan dini atau pernikahan dibawah umuryang sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan layanan atau penyuluhan. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiapapenyebabpernikahan dini yang terjadi di DesaJayabakti.Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tentang pernikahan dini suku Bajo disebabkan oleh beberapa faktor: 1) pergaulan bebas, kebebasan bergaul tanpa ada arahan dari orang tua sehingga anak remaja yang belum bisa mengontrol diri dari segi emosional, kontrol diri dari hawa nafsu, kontrol diri dari pergauan bebas. 2) Pendidikan formal bukanlah hal yang terpenting dalam hidup mereka tapi bagaimana bisa bertahan hidup dalam kehidupan sehari-hari. 3) pola asuh orang tua suku Bajo dalam berbeda denga orang tua pada umumnya, suku Bajo sangat penyayang jika ada anak minta sesuatu maka orang tua mewajibkan dirinya untuk mengusahakan dan memenuhi permintaan anak tersebut.
Keterampilan Attending dalam Mengatasi Permasalahan Belajar Siswa Faizah Mangerang
IBTIDAI'Y DATOKARAMA: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Ibtidaiy Datokarama: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ibtidaiy.Vol3.Iss2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keterampilan Attending dalam Mengatasi Permasalahan Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Bunta Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan attending dalam mengatasi permasalahan belajar siswa, telah dilakukan oleh guru BK, yaitu: diam mendengarkan penuh perhatian, menunggu ucapan siswa hingga selesai, menganggukkan kepala jika setuju/ sependapat dengan siswa, ekspresi wajah tenang dan senyum, posisi tubuh saat memberikan layanan BK duduk berhadapan dengan siswa, serta gerakan tangan spontan bervariasi, sebagai isyarat dan untuk menekankan ucapan. Hal tersebut, menggambarkan bahwa guru BK telah menunjukkan sikap menghargai siswa/ konseli, dapat menciptakan suasana aman bagi siswa, karena siswa merasa ada orang yang bisa dipercayai untuk berbicara, dan merasa terlindungi secara emosional, serta memberikan keyakinan kepada siswa bahwa guru BK adalah tempat mencurahkan segala isi hati/ perasaannya.