Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Singawada Melalui Peningkatan Nilai Sampah Plastik dalam Usaha Menyebarkan Kesadaran Akan Pentingnya Kelestarian Lingkungan Michala Michala
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v1i2.204

Abstract

The high volume of waste production and the absence of a Temporary Waste Disposal Site (TPS) in Singawada Village has resulted in neglect and accumulation of rubbish on riverbanks and on public roads. Conventional waste processing is no longer adequate, and therefore other methods of processing are needed. As a solution, training was held to process plastic waste from wasted goods into useful handicraft items which also have economic value. It was also helped that housewives who were the targets of this training could take advantage of their spare time by making crafts from plastic waste while also getting additional income. Through direct practice, it has been proven that processing plastic waste into handicrafts is able to reduce the total volume of plastic waste production seen in landfills. Abstrak Tngginya volume produksi sampah serta ketiadaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Desa Singawada menyebabkan tidak terurus dan menumpuknya sampah di pinggiran sungai maupun bahu jalan umum. Pengolahan sampah secara konvensional sudah tidak memadai, dan oleh karenanya dibutuhkan cara pengolahan lain. Sebagai solusi, diadakan pelatihan pengolahan sampah plastik dari barang terbuang menjadi barang kerajinan bermanfaat yang sekaligus juga memiliki nilai ekonomi. Para ibu rumah tangga yang merupakan sasaran dari pelatihan inipun terbantu karena mereka dapat memanfaatkan waktu luang dengan membuat kerajinan dari sampah plastik sekaligus juga mendapatkan penghasilan tambahan. Melalui praktek langsung, terbukti bahwa pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan ini mampu mengurangi total volume produksi limbah plastik yang terlihat di pembuangan sampah.
Wisata Religi Situs Balong Pangeran Mancur Jaya Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon Michala Michala; Wisnuh Adi Arianto; Maulida Fauziyah
Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/etos.v3i1.349

Abstract

The author conducted history method to seek solution for this problem. The result shows that the elites of Cirebon court want to revive old glory of their kingdom when it experieced many great achievements in almost every areas of life. Those glorious time become model for them to build future Cirebon. This romanticism has been driven by political situation, especially reformation and regional autonomy. Cirebon is a Mayor that has a lot of history and the heritage of historical sites in the spread of Islam broadcast by the Guardians. The abstract of this final project report describes the potential of the sacred balong site of Prince Fountain Jaya which is located in Kertawinangun Village, Kedawung District, Cirebon Regency. This study aims to determine the background of the sacred balong site of Prince Fountain Jaya, the history and management of the sacred balong site of Prince Fountain Jaya. In addition, this research also aims to find out what activities are carried out when the ritual of removing dead wood in the balong takes place every year. This writing is presented in a descriptive form to obtain an overview of information related to the sacred balong site of the jaya fountain as one of the historical tourism potentials in Cirebon Regency. Methods of data collection using observation, interviews, documentation and literature study. The result of the research shows that the background of the sacred balong site of the prince fountain jaya is to record the historical journey of the fountain jaya in broadcasting Islam to the surrounding community. The conclusion of this research is that the sacred balong site of Prince Fountain Jaya has the potential to be developed as a historical tourist site in Cirebon because of its history which is very necessary for us to know as Cirebon people are known as the City of Trustees with the spread of Islam. Abstrak Berbagai persoalan masa kini sesungguhnya dapat dimengerti dan dicarikan solusinya melalui pendekatan ilmu sejarah. Begitu juga dengan fenomena keinginan Cirebon untuk membentuk provinsi sendiri. Dari penelusuran sejarah dapatlah dikatakan bahwa momentum reformasi dan otonomi daerah mendorong para elit Cirebon bernostalgia dengan masa lalu. Romantisme akan masa keemasan Kerajaan Cirebon menjadi model ideal untuk membangun wilayah Cirebon dan sekitarnya di masa yang akan datang. Memang pada masa keemasan Kerajaan Cirebon, Cirebon mengalami perkembangan yang pesat dalam segala bidang kehidupan. Cirebon merupakan Kota Wali yang memiliki banyak sejarah dan peninggalan Situs-situs Sejarah dalam penyebaran Agama Islam yang disyiarkan Oleh para Wali. Abstrak laporan tugas akhir ini menguraikan tentang potensi situs balong keramat pangeran mancur jaya yang terletak di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya situs balong keramat pangeran mancur jaya, sejarah serta pengelolaan situs balong keramat Pangeran Mancur Jaya. Selain itu, penelian ini juga bertujuan untuk mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan saat ritual pengangkatan kayu mati yang berada di balong tersebut berlangsung setiap tahunnya. Penulisan ini disajikan dalam bentuk deskriptif untuk memperoleh gambaran informasi yang berhubungan dengan situs balong keramat mancur jaya sebagai salah satu potensi wisata sejarah di Kabupaten Cirebon. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya situs balong keramat pangeran mancur jaya untuk merekam perjalanan sejarah pengeran mancur jaya dalam mensyiarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar. Kesimpulan penelitian ini bahwa situs balong keramat pangeran mancur jaya sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai situs daerah wisata yang bersejarah di Cirebon karena sejarahnya yang sangat perlu untuk kita ketahui sebagai masyarakat Cirebon yang terkenal sebagai Kota Wali dengan syiar penyebaran Islamnya.