Fadly Pratama
Ikip Siliwangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PKN KELAS V SEKOLAH DASAR MELALUI PENDEKATAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION Kusna Suheri; Fadly Pratama
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembelajaran PKn pada siswa kelas V dengan pendekatan model pembelajaran Team Assisted Individualization. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 188 Kota Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, soal evaluasi, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 75,47 yang tergolong dalam kategori baik, nilai tertinggi siswa sebesar 100 dan nilai terendah sebesar 60. Ketuntasan belajar siswa menunjukan 73,3% siswa mendapatkan nilai diatas kriteria ketuntasan minimum dan 26,7% masih mendapat nilai dibawah nilai kriteria ketuntasan minimum.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE ARTIKULASI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Apriliyanti Barki; Fadly Pratama
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembelajaran Kenampakan alam dan sosial budaya pada siswa kelas IV dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe artikulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 188 Kota Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, soal evaluasi, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe artikulasi. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai rata-rata hsil belajar siswa sebesar 80,77 yang tergolong dalam kategori baik, nilai tertinggi siswa sebesar 100 dan nilai terendah sebesar 60. Ketuntasan belajar siswa menunjukan 92,3% siswa mendapatkan nilai diatas kriteria ketuntasan minimum dan 7,7% masih mendapat nilai dibawah nilai kriteria ketuntasan minimum
Pembelajaran pemahaman IPA siswa kelas IV sekolah dasar dengan pendekatan model kooperatif teknik Jigsaw akbar johansyah; Fadly Pratama
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.5767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembelajaran pemahaman IPA pada siswa kelas IV dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 195 Isola Kota Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang yang terdiri dari 17 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, soal evaluasi, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran setelah menggunakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai rata-rata pemahaman IPA kelas sebesar 80,80 yang tergolong dalam kategori baik, nilai tertinggi siswa sebesar 95 dan nilai terendah sebesar 65. Ketuntasan belajar siswa menunjukan 96,0% siswa mendapatkan nilai diatas kriteria ketuntasan minimum dan 4,0% masih mendapat nilai dibawah nilai kriteria ketuntasan minimum