Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi bemor di Kota Makassar; (2) menganalisa karakteristik operasional bemor sebagai moda transportasi alternatif di Kota Makassar; (3) merumuskan konsep penetapan NSPK pada perencanaan prasarana bemor di Kota Makassar. Pada studi ini dilakukan penelitian survey yang dalam pelaksanaannya dilakukan pengambilan sampel dari populasi menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif untuk memberikan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai fenomena sosial berupa fakta, keadaan, sifat, individu atau kelompok serta hubungan diantaranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi masyarakat pengguna terhadap keberadaan bentor di Kota Makassar, cukup positif karena waktu tempuh yang singkat, aman, mudah dan tarif yang terjangkau sertamempunyai aksesibilitas yang cukup tinggi, tetapi persepsi pemerintah cenderung khawatir terhadap pemakai bemor dari faktor keselamatan kendaraan bemor tidak memenuhi persyaratan teknis. Pengelola/pengendara bemor lebih memperhatikan aspek keterbukaan lapangan kerja dan memperoleh pendapatan dengan keberadaan bemor. (2) Banyaknya pangkalan bemor yang tersebar di Kota Makassar baik didaerah permukiman, perdagangan, dan sekolah menunjukkan besarnya permintaan/kebutuhan akan sarana transportasi ini. (3) Kontribusi tidak langsung keberadaan bemor ditinjau dari segi sektor migas yaitu dengan banyaknya jumlah bemor yang beroperasi maka akan terjadi peningkatan penjualan BBM hal ini dapat memberikan kontribusi secara tidak langsung bagi pendapatan negara.