Hartono Hartono
Universitas Bung Karno Blitar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sinergitas Perpustakaan Dalam Membangun Komunikasi Ilmiah (Scholarly Communication) Pada Era Digital Hartono Hartono
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 7 No. 1 2016
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.vol7.iss1.art6

Abstract

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (lPTEK) antara lain ditandai membanjirnya informasi (information explotions). Adanya berbagai invasi dalam abad modem ini telah membawa kemajuan berbagai praktek penelitian dari berbagai disiplin ilmu. ltu semua muncul karena adanya kegiatan komunikasi ilmiah. Proses komunikasi ilmiah merupakan proses penyampaian pesan antara komunikan dan komunikator pada tataran tradisi akademik ilmiah yang melibatkan berbagai komponen mulai dari pencipta informasi (ilmuwan, pengarang, inventor) kepada pengguna informasi. Komunikasi ilmiah juga melibatkan berbagai komponen pendukung semacam penerbit, penjual, agen dan toko buku, organisasi, perpustakaan, pusat dokumentasi, dan dukungan teknologi informasi. Mengkaji tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Perpustakaan Proklamator Bung Karno, bahwa perpustakaan sebagai lembaga!institusi yang bertugas dalam menghimpun, mengelola, mengembangkan, melestarikan, mendayagunakan, dan melayankan koleksi perpustakaan Bung Kamo. Dalam upaya membangun akses informasi, koleksi perpustakaan Bung Kamo terdiri dari berbagai media textual maupun digital. Kemudian ditinjau penyebaran koleksi Bung Kamo tersebar di seluruh Indonesia dan berbagai negera didunia. Dalam upaya mengembangkan komunikasi ilmiah yang lebih maksimal maka Perpustakaan Proklamator Bung Kamo membangun sinergitas dan penguatan peran sebagai berikut: Pertama, perpustakaan Bung Kamo perlu membangun sinergi infrastruktur komunikasi ilmiah yang melibatkan berbagai komponen pendukung semacam penerbit, penjual, agen dan toko buku, organisasi, perpustakaan, dan pusat dokumentasi. Kedua, perpustakaan perlu penyediakan infrastruktur untuk publikasi dengan akses terbuka (open access), koleksi e-resources pada akses ke jumal ilmiah khususnya subjek Bung Kamo. Ketiga, perpustakaan perlu membangun tempat penyimpanan (repositories) yang menyediakan akses pada arsip data serta dokumen digital yang dihasilkan dari karya-karya penelitian untiJk kepentingan penelitian tentang Sukamologi. Keempat, perpustakaan perlu mengoptimalkan peran dan fungsi perpustakaan untuk mendukung kegiatan riset tentang Sukarno.
Integrasi Nilai Islam Multikultural Dalam Pengembangan Perpustakaan Digital : Studi Kasus pada Perpustakaan Perguruan Tinggi di Malang Jawa Timur Hartono Hartono
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 10 No. 2 2019
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.vol10.iss2.art2

Abstract

Dalam sejarah peradaban manusia, perpustakaan merupakan organisasi yang tumbuh dan berkembang (growing organism) yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman. Transformasi perpustakaan di era informasi tersebut telah menggeserkan peran perpustakaan digital dalam membangun aksesibilitas informasi. Sejumlah faktor yang berhubungan dengan aksesibilitas informasi pada pengembangan perpustakaan digital perguruan tinggi negeri di Malang terbangun dalam aspek organisasional, aspek mekanisasi, otomatisasi dan komunikasi informasi dan aspek legalitas informasi. Namun demikian dalam praktek di lapangan bahwa keberhasilan pengembangan perpustakaan digital bukanlah ditentukan pada manajemen modern dan kecanggihan teknologi informasi namun integrasi nilai multikultural memiliki andil cukup signifikan dalam pengembangan perpustakaan digital.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma kajian pengembangan perpustakaan digital dalam membangun aksesibilitas informasi berbasis nilai Islam multikultural. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (dept interview) dan pemilihan objek dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling dengan 12 (duabelas) informan terdiri unsur kepala perpustakaan, kepala bidang, pengelola koleksi digital, pustakawan pengelola layanan digital dan mahasiswa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada proses analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang meliputi 3 (tiga) tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi pemgembangan perpustakaan digital kedalam 3 (tiga) pola pendekatan antara lain pendekatan manajemen yang didasarkan pada perumusan konsep desain dan perancangan, pengembangan koleksi yang beragam, dan kebijakan / regulasi akses dan kedua, modernitas teknologi informasi, ketiga integrasi nilai multikultural melalui penguatan pada nilai demokrasi informasi melalui keterbukaan akses (open access), modernitas teknologi informasi berbasis humanisme, kesadaran hukum dan keadilan dalam legalitas informasi, kebersamaan resource sharring dan mengembangkan toleransi dalam membangun kesadaran yang saling menghargai dalam layanan perpustakaan digital. Integrasi nilai multikultural dalam erspektif teknis, manajemerial kepustakawanan, budaya sebagai pijakan yang mendasari dalam pengembangan perpustakaan di era digital
Representasi Demokrasi Informasi Sebagai Strategi Pengembangan Perpustakaan Dalam Ekosistem Digital Studi Teoritis Pendekatan Dalam Membangun Open Access Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Malang Hartono Hartono
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 13 N0. 1 2022
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.Vol13.iss1.art4

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi antara lain perubahan pada segala aspek kehidupan masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat dalam mendapatkan informasi serta semakin tinggi tuntutan kebutuan informasi juga  sangat bervariasi. Peran lembaga informasi termasuk perpustakaan dalam mengembangkan kualitas layanan perpustakaan sebagai tuntutan kebutuhan informasi yang tidak dapat terhindarkan. Dalam dinamikanya perpustakaan tidak saja membangun kualitasnya dalam layanan konvensional dengan mengandalkan kepemilikan koleksi dan koleksi tercetaknya, namun perpustakaan harus mengalami metamorfosa membangun layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi kedalam era informasi. Dalam makalah ini mencoba mengkaji dengan memaparkan bagaimana modernisasi perpustakaan dalam membangun aksesibilitas informasi dalam ekosistem digital.Dalam ekosistem digital perpustakaan menjadikan sentral dalam berbagai perubahan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut layanan informasi yang cepat, tepat, mudah dan murah serta nyaman tanpa harus datang langsung perpustakaan dapat mengakses informasi. Berbagai factor penting dalam pengembangan perpustakaan digital yang perlu diperhatikan dalam pembahasan diatas adalah faktor manajemen perpustakaan digital itu sendiri. Implementasi demokrasi informasi sebagai bentuk perpustakaan perguruan tinggi dalam membangun keterbukaan informasi (open access) melalui pendekatan sistem informasi, kebutuhan informasi dan teknologi informasi maupun budaya. Keberhasilan sebuah pembagunanan perpustakaan digital tidak hanya pada masalah implementasi teknologi informasi saja namun juga dari berbagai pendekatan demokrasi informasi dalam upaya membangun aksesibilitas informasi.Representasi demokrasi informasi perpustakaan dalam ekosistem digital  pada Perpustakaan Perguruan Tinggi di Malang antara lain (1) Penguatan dalam keterbukaan informasi dengan mengembangkan open access, (2) Modernitas teknologi dan aksesibilitas informasi ((3) Pengembangan layanan perpustakaan berbasis budaya Indonesia dan Humanisme. Dalam hal ini tugas perpustakaan adalah menghimpun, mengorganisasi, melestarikan dan mendesiminasikan koleksi beraneka ragam budaya Indonesia, membangun modernitas teknologi dan aksesibilitas informasi serta membangun jaringan kerjasama perpustakaan digital baik pada lingkup nasional dan internasional.