Hepsi Nindiasari
Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN PROBLEM CENTERED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Marisa Prihasyto; Hepsi Nindiasari; Syamsuri Syamsuri
TIRTAMATH: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika Vol 1, No 1 (2019): Tirtamath: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48181/tirtamath.v1i1.6884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pendekatan problem centered learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar siswa  ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment. Subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan analisis gaya belajar pada siswa kelas X SMAN 5 Cilegon. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pendekatan problem centered learning lebih tinggi dari pada siswa yang menggunakan Pendekatan Saintifik, 2) Kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelompok siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi daripada siswa yang memiliki gaya belajar auditory dan kinestetik, 3) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pendekatan problem centered learning lebih tinggi dari pada siswa yang menggunakan Pendekatan Saintifik ditinjau dari gaya belajar, 4) Terdapat interaksi pendekatan pembelajaran dan gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, 5) Kemandirian belajar siswa yang menggunakan pendekatan problem centered learning lebih tinggi dari pada siswa belajar menggunakan Pendekatan Saintifik, 6) Kemandirian belajar pada kelompok siswa  yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki gaya belajar auditory dan kinestetik, 7) Kemandirian belajar siswa yang belajar dengan pendekatan problem centered learning lebih tinggi dari pada siswa yang belajar menggunakan pendekatan saintifik ditinjau dari gaya belajar, 8) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya belajar terhadap kemandirian belajar siswa SMA.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI TAHAP PERKEMBANGAN KOGNITIF MELALUI PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING Retno Uti Indriati; Hepsi Nindiasari; Maman Fathurrohmah
TIRTAMATH: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika Vol 1, No 1 (2019): Tirtamath: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48181/tirtamath.v1i1.6885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi penerapan pembelajaran probing-prompting terhadap kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah ditinjau dari level tahap perkembangan kognitif siswa SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA yang belajar dengan model probing-prompting lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran saintifik, 2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis pada kelompok siswa yang memiliki tahap perkembangan kognitif formal lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki tahap perkembangan kognitif transisi dan konkret, 3) Tidak ada interaksi model pembelajaran dan tahap perkembangan kognitif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA, 4) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang belajar dengan model probing-prompting lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran saintifik, 5) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelompok siswa yang memiliki tahap perkembangan kognitif formal lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki tahap perkembangan kognitif transisi dan konkret. 6) Tidak ada interaksi model pembelajaran dan tahap perkembangan kognitif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA.