Hepsi Nindiasari
Sultan Ageng Tirtayasa University

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematis Siswa Putri Wulan Clara Davita; Hepsi Nindiasari; Anwar Mutaqin
TIRTAMATH: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika Vol 2, No 2 (2020): TIRTAMATH: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48181/tirtamath.v2i2.8892

Abstract

This study aims to determine: (1) the mathematical comprehension ability of students who obtain network-based problem-based learning models is better than students who receive online learning-based scientific learning. (2) students 'mathematical comprehension abilities at high initial mathematical abilities are better than students with moderate and low initial mathematical abilities (3) students' mathematical understanding abilities who get problem-based learning models based on online learning are better than students who get scientific learning Based on network learning in terms of initial mathematical abilities (4) there is an interaction between learning models and initial mathematical abilities (high, medium, and low) on students' mathematical understanding abilities. This research is a quantitative descriptive study. The subject matter in this research is three dimensions. The subjects in this study were 28 students of class XII SMA Negeri 1 Wanasalam for the 2019/2020 academic year consisting of 15 students in the experimental class and 14 students in the control class. The data collection method in this research is the test method. The data analysis technique in this study was by looking at the test scores of mathematical comprehension abilities in terms of high, medium and low categories. The results showed that (1) the mathematical comprehension abilities of students who obtained the network-based problem-based learning model were no better than those who received network-based learning. (2) students 'mathematical comprehension abilities at high initial mathematical abilities are no better than students with moderate and low initial mathematical abilities (3) students' mathematical understanding abilities who obtain network-based problem-based learning models are no better than students who obtain scientific learning based on learning in the network in terms of initial mathematical abilities (4) there is no interaction between learning models and initial mathematical abilities (high, medium, and low) on students' mathematical understanding abilities.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN KARAKTER SISWA SMP DENGAN E-LEARNING Aulia Juniati; Hepsi Nindiasari; Etika Khaerunnisa
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v1i2.8332

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan pemahaman konsep siswa dalam memahami materi matematika yaitu bangun ruang sisi datar dan melihat karakter siswa ketika menggunakan pembelajaran e-learning. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar, mengetahui karakter siswa dalam pembelajaran e-learning dan mengetahui respon siswa dalam pembelajaran e-learning. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini siswa kelas VIII-B SMP Negeri 5 Cilegon sebanyak 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematis, wawancara, angket respon dan karakter, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa secara keseluruhan adalah sebesar 75.81% termasuk ke dalam kategori baik. Siswa yang termasuk ke dalam kategori sangat tinggi adalah 6,45%, kategori tinggi adalah 77.42%, dan kategori sedang adalah 16.13%. Guru mempunyai cara tersendiri dalam mengembangkan nilai karakter pada siswa khususnya dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan data yang diperoleh, dalam menerapkan pembelajaran e-learning nilai karakter siswa termasuk ke dalam kategori baik, dengan persentase nilai religius 33.06%, nasionalisme 31.45%, kemandirian 34.68% dan gotong royong 44.35%, serta integritas 36.29%. Respon siswa dalam pembelajaran e-learning termasuk ke dalam kategori baik.
EFEKTIVITAS INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Rohuf Fitry Madaindi Naesap; Hepsi Nindiasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/52qy6k12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi AI dalam berbagai pendekatan pembelajaran terhadap pencapaian kemampuan matematis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yaitu kajian pustaka sistematis dan transparan untuk memperoleh simpulan objektif penelitian terdahulu. Tahapan penelitian meliputi perumusan tujuan dan pertanyaan penelitian, penyusunan kriteria seleksi, pencarian literatur, seleksi literatur, penilaian kualitas artikel, sintesis data, dan penyusunan laporan. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, Publish or Perish, ScienceDirect, SCImago Journal Rank, dan Sinta dengan kata kunci terkait AI, pendekatan pembelajaran, dan kemampuan matematis. Kriteria Inklusi dari artikelnya adalah meliputi artikel dari tahun 2022-2026, membahas integrasi AI dalam pendekatan pembelajaran terhadap kemampuan matematis, yang berasal dari jurnal minimal Sinta 4 dan jurnal internasional, dengan subjek siswa sekolah dasar hingga menengah. Hasil seleksi memperoleh 13 artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan sintesis tematik dan naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran matematika cenderung efektif dalam meningkatkan pencapaian kemampuan matematis siswa. Efektivitas tersebut ditemukan paling optimal ketika teknologi AI disinergikan dengan pendekatan pembelajaran yang aktif yang menempatkan siswa menjadi pusat dari proses konstruksi pengetahuan. AI berfungsi sebagai tutor virtual, pemberian umpan balik adaptif, scaffolding digital, media visual interaktif, mitra dialogis dalam pemecahan masalah, hingga sarana personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Keberhasilan integrasi ini bergantung pada sinergi antara desain pedagogis inovatif, kesiapan metakognisi siswa dalam menghadapi sistem AI serta peran guru sebagai fasilitator validasi konsep.
PERAN PENDEKATAN METAKOGNITIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Alya Ayu Syafitri; Hepsi Nindiasari; Abdul Fatah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/7sj13c79

Abstract

Kajian ini bertujuan menelaah secara sistematis kontribusi pendekatan metakognitif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui sintesis temuan penelitian empiris yang relevan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA 2020, yang terdiri dari empat tahapan: identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan penetapan artikel final. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, SINTA, dan Scopus dengan rentang tahun 2021–2026. Subjek kajian adalah artikel ilmiah yang diterbitkan secara resmi, terdiri atas 10 artikel nasional terindeks SINTA 2 hingga SINTA 4 serta 5 artikel internasional terindeks Scopus, yang melibatkan siswa dan mahasiswa dalam pembelajaran matematika dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi di berbagai negara. Dari 30 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Empat temuan pokok dihasilkan: pertama, pendekatan metakognitif secara konsisten mengindikasi meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis di berbagai jenjang pendidikan; kedua, kesadaran metakognitif menunjukkan kecenderungan menjadi prediktor kuat kualitas berpikir kritis, khususnya pada soal bertipe HOTS; ketiga, pendekatan metakognitif menunjukkan efektivitas stabil dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi; dan keempat, gaya kognitif serta motivasi berpikir mengindikasikan peran moderasi hubungan antara pendekatan metakognitif dan berpikir kritis matematis. Secara teoretis, kajian ini mempertegas kerangka kesadaran metakognitif dalam pembelajaran matematika lintas jenjang dan budaya. Secara praktis, temuan ini mendorong pendidik untuk menjadikan tahapan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi sebagai bagian menyatu dalam desain pembelajaran matematika guna memperkuat berpikir kritis siswa secara berkelanjutan.
PERAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL DALAM KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Della Della; Hepsi Nindiasari; Indiana Marethi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/53m62a57

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif berbagai temuan ilmiah yang berkaitan dengan peran model pembelajaran Treffinger berbasis masalah kontekstual dalam menumbuhkan kemampuan literasi numerasi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan berpedoman pada panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri tiga basis data utama, yakni Google Scholar, ERIC, dan Garuda, dengan rentang tahun publikasi 2021 hingga 2025. Dari 187 artikel yang berhasil ditemukan, sebanyak 15 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan, kemudian dikaji melalui proses seleksi bertahap, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Kajian difokuskan pada siswa jenjang SMP dan SMA dalam konteks pembelajaran matematika. Temuan analisis mengindikasikan kecenderungan yang kuat bahwa pengintegrasian model Treffinger dengan pendekatan masalah kontekstual memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Pendekatan ini terbukti tidak sekadar mengembangkan daya pikir kreatif, tetapi sekaligus memperkuat kecakapan pemecahan masalah serta kemampuan penalaran matematis melalui situasi yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Di samping itu, prestasi belajar siswa yang menerapkan model ini umumnya melampaui capaian siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat ditegaskan bahwa model Treffinger berbasis masalah kontekstual merupakan salah satu pilihan pembelajaran yang efektif guna meningkatkan literasi numerasi siswa. Meski demikian, keberhasilannya sangat bergantung pada sejumlah faktor, di antaranya karakteristik dan latar belakang peserta didik, kesiapan guru dalam mengelola proses pembelajaran, serta kualitas perangkat ajar yang digunakan.
PENERAPAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Jauhar Bahi; Heni Pujiastuti; Hepsi Nindiasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/0xhgx647

Abstract

Pendidikan matematika esensial untuk melatih penalaran analitis, namun peserta didik kerap menghadapi kesulitan dalam pemecahan masalah yang kompleks. Kehadiran Generative Artificial Intelligence (GenAI) seperti ChatGPT membawa disrupsi besar yang menawarkan potensi bantuan personalisasi sekaligus memicu perdebatan mengenai risiko pedagogis. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti empiris terkait integrasi GenAI dalam pembelajaran matematika. Mengikuti pedoman pelaporan PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan rentang tahun 2022–2026. Dari 200 temuan awal, proses penyaringan yang ketat menghasilkan 21 artikel empiris primer yang memenuhi kualifikasi untuk dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tren utama penggunaan GenAI berfungsi sebagai scaffolding kognitif bagi siswa dan asisten perancang instruksional bagi guru. Secara kognitif, GenAI terbukti mampu menurunkan kecemasan matematis dan mempercepat pemahaman prosedural; namun, ketergantungan berlebihan berisiko menumpulkan nalar kritis dan kemampuan pemecahan masalah mandiri. Tantangan terbesar yang teridentifikasi mencakup fenomena halusinasi AI yang menghasilkan logika matematis keliru, serta ancaman terhadap integritas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi GenAI yang efektif memerlukan desain pedagogis yang berpusat pada proses reflektif dan pembaruan sistem asesmen.