Widyana Wulandari Z
Program Pascasarjana, Penciptaan Seni Kriya Institut Seni Indonesia Padangpanjang Padangpanjang , Sumatra Barat E-mail : widyanawulandari1995@gmail.com

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SIMBOL KASAB SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA TIRAI KALIGRAFI Widyana Wulandari Z
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 1 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i1.1354

Abstract

The creation of the work entitled "Curtain Calligraphy" raised the Kasab symbol as the object of the invention, which focused on Kasab's values about the advice of a leader's life, which was expressed through calligraphy art sourced from the Qur'an. Kasab is a traditional object belonging to the people of South Aceh used in every implementation of conventional ceremonies, one of which is marriage. Creating this work goes through several stages—exploration, experimentation, reflection, and formation. The primary material used is Surian wood. The selection of the wood medium used has a density to be carved using a Scroll Jigsaw machine. The technique used is the filigree carving technique. The finishing technique uses black, gold, and transparent paint. There are five items created with a two-dimensional appearance. The visualization of the work is expression calligraphy becomes an ornament to fill the fields of the tongue. Based on the work of art created to proselytize, emphasis is placed on the clarity of calligraphy art.Keywords: Kasab; Calligraphy Art; Conservation; Da'wahAbstrakPenciptaan karya yang berjudul “Tirai Kaligrafi” mengangkat simbol Kasab sebagai objek penciptaan yang terfokus pada nilai Kasab tentang nasihat kehidupan pemimpin yang diekspresikan melalui seni kaligrafi bersumber dari Al-Qur'an. Kasab adalah benda adat milik masyarakat Aceh Selatan yang digunakan dalam setiap pelaksanaan upacara adat salah satunya pernikahan. Metode penciptaan karya ini melalui beberapa tahap. Tahap eksplorasi, eksperimen, perenungan dan pembentukan. Bahan dasar yang digunakan yaitu kayu surian. Pemilihan medium kayu yang digunakan memiliki kepadatan agar dapat diukir menggunakan mesin Scrool Jigsaw. Teknik pengerjaan yang digunakan yaitu teknik ukir kerawang. Tenik finishing menggunakan cat hitam, emas dan clear. Karya yang diciptakan berjumlah lima item, dengan rupa dua dimensi. Visualisasi karya merupakan ekspresi kaligrafi yang menjadi ornamen pengisi memenuhi bidang lidah-lidah. Berdasarkan karya seni yang diciptakan bertujuan sebagai dakwah penekanan bentuk lebih mengutamakan kejelasan bentuk seni kaligrafi.Kata Kunci: Kasab; Seni Kaligrafi; Konservasi; Dakwah