Anggra Dinata
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PAYAH LALOK: KOMPOSISI MUSIK ALEATORIC DALAM FORMAT ORKESTRA Anggra Dinata; Asep Saepul Haris; Martarosa Martarosa
Melayu Arts and Performance Journal Vol 2, No 1 (2019): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v2i1.679

Abstract

Payah Lalok merupakan sebuah karya seni musik yang terispirasi dari fenomena sosial Insomnia. Insomnia merupakan suatu gejala kelainan dalam tidur yang membuat sipenderita susah atau sulit untuk tidur. Insomnia juga sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Gejala yang dirasakan oleh sipenderita seperti kesulitan untuk tidur, gangguan emosional (Kecemasan, Kegelisahan dan Depresi). Berdasarkan defenisi imsomnia diatas pengkarya tertarik untuk menciptakan sebuah karya musik Aleatoric dengan menggunakan teknik komposisi musik avand garde yang menjadikan alat musik barat sebagai media penyampaian isian karya. Metode penciptaan dilakukan dengan beberapa pengelompokan kerja: Metode pengembangan konsep (observasi, wawancara, pengumpulan data dan perumusan konsep) dan metode mewujudkan konsep (eksplorasi, eksperimentasi, dan aplikasi). Dalam penggambaran ekspresi dan sisi emosional penderita Insomnia, karya komposisi musik ini dibuat kedalam bentuk empat bagian, yang masing-masing diberi judul Nio Lalok, Talayang, Naiak Darah dan Lalok. Selanjutnya komposisi ini disajikan dengan harapan agar mengetahui dan menyadari fenomena umum yang terjadi didalam kehidupan masyarakat serta memberi tawaran berupa terapi musik untuk meditasi tidur.
Pertunjukan Solis Gitar dengan Repetoar Concerto in D Major RV93 Karya Antonio Lucio Vivaldi, Start, Selayang Pandang Ikbal Nabawi; Awerman Awerman; Yusnelli Yusnelli; Rosmegawaty Tindaon; Anggra Dinata
Musica: Journal of Music Vol 6, No 1 (2026): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v6i1.4671

Abstract

Pementasan ini menyajikan repertoar musik dari berbagai era—klasik, melayu, dan populer dalam format pertunjukan solo gitar yang memadukan unsur estetika, teknik, dan ekspresi musikal. Setiap repertoar dipilih secara cermat untuk merepresentasikan kekayaan sejarah musik serta keberagaman budaya, dan dimainkan dengan pendekatan musikal yang mengedepankan kaidah-kaidah musik konvensional. Pertunjukan diawali dengan karya dari era Barok berjudul Concerto in D Major, ciptaan Antonio Lucio Vivaldi pada sekitar tahun 1730. Karya ini mencerminkan struktur musikal klasik yang kompleks dan penuh dinamika, memberikan tantangan teknis serta ruang interpretasi bagi gitaris. Repertoar kedua berasal dari era modern, yaitu lagu berjudul Start karya duo gitar asal Jepang, Depapepe, yang dirilis pada tahun 2005. Karya ini menampilkan karakter musik populer modern yang energik dan melodius, serta menggabungkan unsur improvisasi yang menyegarkan. Repertoar ketiga adalah lagu tradisional melayu berjudul Selayang Pandang, ciptaan Lily Suhairy dan dipopulerkan oleh Lyeth Bustami. Lagu ini membawa nuansa etnik dan romantik khas budaya melayu yang lembut dan menyentuh. Ketiga karya tersebut dibawakan dengan beragam teknik gitar seperti tirando, apoyando, arpeggio, strumming, bending, slide, serta teknik perkusi gitar. Kombinasi teknik ini digunakan untuk menggambarkan karakter musikal tiap lagu secara optimal. Pementasan ini sekaligus menjadi ajang eksplorasi artistik dan unjuk kemampuan interpretatif seorang gitaris solo