Tri Sat Fitriani
Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MIDI SEBAGAI INOVASI DAN ALTERNATIF MUSIK IRINGAN TARI DI MASA PANDEMI Tri Sat Fitriani; Asep Saepudin
Melayu Arts and Performance Journal Vol 5, No 1 (2022): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v5i1.2518

Abstract

This paper discusses MIDI innovation for dance accompaniment needs. MIDI or Musical Instrument (with) Digital Interface, is a revolution in the development of music. Presentation of dance accompaniment using MIDI has several advantages in a technological update. MIDI innovations in this study are discussed using descriptive analysis methods. The dance accompaniment in question is a dance accompaniment that usually uses gamelan devices can be denoted in software in a system called MIDI. This topic is taken from the phenomenon that occurs in the Pandemic period. With MIDI, a composer can relatively simple listen to his work that has been written using music notation software on his computer. The large number of choreographers who need accompaniment during working digitally, allows the availability of insufficient human resources. Therefore, MIDI can be an alternative innovation to fill or correct these deficiencies.AbstrakTulisan ini membahas tentang inovasi MIDI untuk kebutuhan iringan tari. MIDI atau Musical Instrument (with) Digital Interface, merupakan revolusi dalam perkembangan musik. Penyajian iringan tari menggunakan MIDI memiliki beberapa kelebihan dalam sebuah pembaharuan teknologi. Inovasi MIDI dalam kajian ini dibahas menggunakan metode deskriptif analisis. Iringan tari yang dimaksud adalah iringan tari yang biasanya menggunakan perangkat gamelan dapat dinotasikan pada software dalam sebuah sistem yang disebut MIDI. Topik ini diambil dari fenomena yang terjadi di masa Pandemi Covid-19. Dengan MIDI, seorang komposer bisa secara relatif sederhana mendengarkan hasil karyanya yang sudah ditulis memakai software music notation di komputernya. Banyaknya koreografer yang membutuhkan pengiring saat berkarya secara digital, memungkinkan ketersediaan sumber daya manusia yang tidak mencukupi. Oleh karena itu, MIDI dapat menjadi sebuah inovasi alternatif untuk mengisi atau memperbaiki kekurangan tersebut.Kata Kunci: MIDI; gamelan, software music notation; musik iringan; seni tari.