Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Tas Tangan Dari Kardus Susu Bekas Kepada Siswi SMP Plus Darussalam Dan Tata Busana SMK Darussalam Blokagung Banyuwangi Atina Khoiron Nisa; Muhammad Nija Fariqi; Dasining Dasining; Chairunnisa Wiji Hidayati
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v5i1.1374

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan cara pengolohan limbah kardus susu yang tidak terpakai dijadikan barang yang berguna dan mempunyai nilai kepada masyarakat khususnya siswi SMP PLUS Darussalam dan siswi SMK Darussalam. Materi yang disampaikan adalah pemberdayaan siswi dan pelatihan membuat tas tangan dari kardus bekas susu. Adapun Tahapan pelaksanaan yang digunakan adalah 1) Inisiasi program, 2) Sosialisasi kepada siswi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan, 3) Pendampingan pembuatan tas, 4) Evaluasi program. Melalui kegiatan ini siswi SMP PLUS Darussalam dan siswi SMK Darussalam diharapkan mampu membuat karya tas tangan dari kardus susu yang di dampingi para Dosen Akademi Komunitas Darussalam. Hasil dari kegiatan ini para peserta sangat antusias dalam melakukan kegiatan pelatihan ini dikarenakan ini merupakan pengalaman yang berhargag bagi mereka serta menambah pengetahuan baru, dan dari pihak Kepala Sekolah meminta agar kerjasama pelatihan ini tetap terjalin setiap tahunya.
Teknik Pembuatan Ecoprint dan Pemanfaatannya Untuk Bucket Hat Siti Khomsatin; Atina Khoiron Nisa; Shally Ayu Chintya
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2188

Abstract

Teknik ecoprint adalah proses mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Teknik ini dilakukan dengan cara menempelkan bagian tanaman yang memiliki pigmen warna pada kain berserat alami kemudian dilakukan proses pengukusan (steaming). Kelebihan teknik ecoprint yaitu proses pembuatannya mudah, bahannya baku banyak ditemukan di lingkungan sekitar, ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, warna dan corak yang dihasilkan natural dan unik. Pemanfaatan teknik ecoprint dalam pembuatan bucket hat agar ecoprint lebih dikenal di kalangan masyarakat karena bucket hat sangat populer pada zaman sekarang, dan fashionable digunakan baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa serta bertujuan untuk memanfaatkan sumber pewarna alam yang melimpah di lingkungan sekitar. Pada penelitian ini teknik ecoprint dilakukan dengan menggunakan metode pengukusan (steaming), yang terdiri dari beberapa tahap yaitu scouring, mordanting, peletakan daun pada kain, steaming dan fiksasi. Pewarna alam yang digunakan pada penelitian ini adalah daun kenikir, dau sarap, dan daun air mata pengantin. Hasil ecoprint dari ketiga daun tersebut menunjukkan bahwa daun kenikir menghasilkan warna coklat, daun sarap menghasilkan warna hitam keabu-abuan dan daun air mata pengantin menghasilkan warna hijau muda. Warna yang dihasilkan cenderung natural dan lembut (soft). Corak yang dihasilkan unik dan menarik sehingga terkesan eksklusif. Pemanfatan kain hasil ecoprint dapat diaplikasikan dalam pembuatan berbagai produk fashion diantaranya bucket hat.
EKSPLORASI ZAT WARNA ALAMI DARI KULIT KAYU TINGI (Ceriops Tagal) DENGAN VARIASI TEKNIK PEMORDANAN Atina Khoiron Nisa; Aminatur Rosyidah
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 8 No. 1 (2026): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v8i1.6848

Abstract

Natural dyes derived from plant materials have attracted increasing attention as environmentally friendly alternatives to synthetic dyes in the textile industry. One potential natural dye source is the bark of the tingi tree (Ceriops tagal), which is known to contain tannin compounds capable of producing brownish color on textiles. This study aimed to determine the optimal mordanting technique in the dyeing process of cotton fabric using tingi bark extract. The research employed an experimental laboratory approach by applying three mordanting techniques, namely pre-mordanting, meta-mordanting, and post-mordanting, using alum as a mordant. The extract was obtained through a decoction method and applied to cotton fabric through repeated immersion. Color quality was evaluated through visual assessment by 15 panelists and color fastness testing against washing using staining scale and grey scale according to SNI ISO 105-C06-2010. The results showed that the meta-mordanting technique produced the most intense and uniform color with an average panelist score of 4, higher than pre-mordanting and post-mordanting techniques. Color fastness to washing also indicated better performance with values ranging from 3 to 4. Statistical analysis using the Friedman K-Related Samples test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference among the mordanting techniques. These findings suggest that the meta-mordanting technique is the most effective method for improving dye absorption and color stability in cotton fabrics dyed with tingi bark extract, supporting its potential application in sustainable textile dyeing processes.